Salahkah Aku?

Salahkah Aku?
27.Pertemuan Si Anida dan Otong


__ADS_3

**Pliss guyss ini area ibu ibu jadi yang masih lajang atau paksu jauh skip yah Mak🤣


Edisi weekend**


"Apa yang kau lakukan hah?!" bentak Helmi melepas tautan bibir Ali yang ugal-ugalan mencum*Bunya, namun bukannya berhenti Ali malah kembali menyerang Helmi dengan lebih menggila.


Tekadnya kuat ingin sedikit membungkam bibir Helmi yang selalu melontarkan kata kata hinaan kepadanya, Ali yakin jika Helmi pasti benar benar menyangka jika dirinya wanita yang tak baik baik seperti dugaannya.


Helmi yang awalnya hanya diam membiarkan Ali melakukan keinginannya, kini mulai membalas ciumannya, bahkan kini Helmi menahan tengkuk Ali memperdalam ciumannya. Suara kecapan demi kecapan terdengar merdu memenuhi setiap sudut ruangan.


Mmhhhh Ahhh


Ali sedikit mendesah saat tangan Helmi turun menyusuri punggungnya membuka pengait Bra nya dan memainkan benda kenyal yang berdiri tegak menantang dengan puncak kecoklatan.


Dengan sekali hentakan Helmi membalik tubuhnya hingga mengukung Ali dibawahnya tanpa melepaskan pangutannya. Entah sejak kapan Helmi membuka baju saat ini badannya sudah polos hanya ada satu kain yang menutupi pusaka yang sudah berdiri meminta dilesakkan.


Ahhhhh


Ali mendesah tanpa malu saat lidah Helmi menyusuri lehernya, apalagi tangan Helmi yang tidak tinggal diam meremas kedua benda di sana. Tubuh Ali menggelinjang saat lagi lagi Helmi meraup salah satu simalakama miliknya dengan buas.


"mmmm-mass,,," lirih Ali parau semakin menekan kepala Helmi kepada miliknya.


Adrenalin Helmi semakin terpacu saat istri kecilnya tanpa malu mendesah dan memanggilnya, dia semakin menggila memasukkan salah satu tangannya ke bawah sana dan memainkan area yang paling sensitif di sentuh.


"Awhhhh mas,,,,, Ahhhh" Ali mendesah saat Helmi memainkan benda kecil yang bersembunyi di lembah nya.


Mendengar ******* istrinya Helmi menjadi semakin bersemangat menyusuri seluruh tubuh istrinya memberinya kecupan dan meninggalkan banyak jejak di sana, giginya menarik-narik benda segitiga yang menjadi tempat ternyaman si Otongnya, tangannya tetap bertender di belahan irisan daging merah yang semakin membuat matanya mengkilap. Buru buru, Helmi membuang kain yang menurutnya sialan dengan tangannya, tanpa di perintah Helmi menekuk lututnya dan bersiap meraup benda kecil di sana.


"Mas," Ali menahan tubuh Helmi yang akan melakukan hal yang menurutnya dilarang.

__ADS_1


"Why?" tanya Helmi parau dengan tatapan penuh damba saat melihat wajah istrinya yang memerah.


"Jangan pakai lidah ataupun jari" ujar Ali yang langsung mendapat lekukan senyuman dari sang suami.


Jantung Ali berdetak cepat saat suaminya tersenyum dengan begitu menawan ini adalah pertama kalinya Helmi tersenyum padanya.


"Baiklah," Helmi beranjak menindih Ali dan kembali mencum*Bu bibir ranum milik istrinya,


Awhhhhh


Desis Ali saat sesuatu yang keras mencoba masuk ke dalam miliknya.


Sekuat tenaga Helmi mencoba membobol gawang yang menjadi fantasi barunya, namun sangat sulit meski Helmi sudah mencobanya beberapa kali.


"Tahan bentar, awalnya pasti sakit tapi nanti juga enak kok" ujar Helmi parau dengan tangan menuntun pusakanya agar bisa masuk membobol gawang sianida yang memabukkan.


"Arghhhhh" Ali berteriak saat sesuatu memporak porandakan miliknya di bawah sana, air matanya keluar begitu saja menahan rasa sakit namun teriakannya hilang karena Helmi mencium nya sebagai pengalihan rasa sakit bahkan Helmi menuntun kedua tangan istrinya agar melampiaskan kesakitan nya pada punggung kokoh miliknya.


Senyum Helmi tercetak saat berhasil membobol si anida kekasih Otongnya, sebenarnya Helmi jelas tahu Ali pasti masih bersegel tanpa harus ia buktikan toh semalam dia tidak melakukan sampai ke bawah sini tapi siapa yang menolak saat Ali naik ke atasnya dan menyuguhkan semuanya untuk di jajah olehnya.


"Ahhhh,," Ali mulai mendesah saat Helmi mulai bergerak dengan ritme pelan.


"Masih sakit?" tanya Helmi mengusap peluh di wajah Ali tanpa menghentikan gerakan halus di bawah sana.


"Enggak,," jawab Ali dengan binar senyum malu malu.


Setelah tau istrinya sudah tak merasakan sakit lagi Helmi melaju dengan ritme yang sedikit lebih cepat hingga istrinya tidak berhenti mendesah manja.


"Panggil namaku baby" ujar Helmi dengan mata terpejam menikmati setiap waktu yang mereka lalui dengan gerakan yang mulai cepat.

__ADS_1


"M--mmmas ,, shhhh Awhhhhhh" ucap Ali malu untuk memanggil nama-Helmi namun Helmi seakan memaksanya untuk memanggil namanya dengan semakin mempercepat temponya bahkan hentakannya sedikit kasar hingga Ali menggelinjang hebat.


"Hell,,,, aku ingin pipisss" Helmi tersenyum karena istrinya memanggil namanya dengan rengekan manja yang terdengar indah di telinga Helmi.


"Keluarkan saja baby, itu bukan pipis" jawab Helmi mencium kembali bibir Ali dan semakin mempercepat temponya.


"Ahhhh Helll Ahhhhh" Ali terus mendesah mencoba mengeluarkan sesuatu yang seperti ingin membeludak begitu saja.


"Ahhh, hell----- ******* Ali menggantung saat suara lantang berteriak menggema di seluruh ruangan kamarnya.


"Dasar gila! harusnya kau kunci pintunya" teriak Oma Diana malu lalu menutup pintunya.


Blam


Pintu ditutup dengan kasar sedangkan dua insan yang masih menyatu hanya menatap cengo ke arah pintu, Helmi gelagapan hingga memilih beranjak dari tempatnya.


"Kamu mau kemana mas?" tanya Ali tidak terima menahan lengan Helmi.


"Ada Oma" jawab Helmi mencoba menahan hasratnya yang masih belum reda.


"Gak bisa gitu dong mas" rengek Ali tak terima


"Tapi ada Oma Al"


Mendapat jawaban yang seolah jika Helmi tak ingin meneruskan ini semua Ali segera membalik mendorong tubuh Helmi hingga telentang lalu kembali memasukkan milik suaminya ke dalam si anida dan memacunya seprti wanita berpengalaman.


Helmi terkejut menatap heran istrinya yang sudah mulai berpacu dengan simalakama yang bergoyang kesana kemari namun itu hanya beberapa detik hingga akhirnya Helmi yang tak ingin kalah membalik ke adaan sepeti semula menerjang istrinya habis habisan.


Ahhhhh

__ADS_1


"Enak saja kau bocil, berani sekali memperkosaku takkan ku biarkan kau merendahkan derajat ku sebagai pria hebat di atas ranjang" umpat Helmi dengan tersenyum menyeringai


__ADS_2