Salahkah Aku?

Salahkah Aku?
39.Kekacauan


__ADS_3

"J****g!" pekik Angel saat mendapati pria yang di cintainya sedang berc*Umbu mesra dengan wanita yang pernah menjadi teman seperjuangannya di sebuah pondok pesantren.


Shittt


Umpat Helmi saat kegiatan panasnya terganggu, apalagi saat istrinya malah mendorong dadanya agar menghentikan aksi mereka padahal Helmi sudah berusaha menahan tengkuk sang istri agar kegiatannya tidak terganggu. Tapi Helmi tak bisa menolak saat sang istri meminta untuk berhenti, dengan berat hati Helmi melepaskan pangutannya, dan membantu sang istri menarik roknya yang sudah melipat sampai atas paha.


"Sorry," ucap Helmi mendongak menatap sang istri yang kini tengah merapikan kerudungnya.


Srek


"Lepas Angel!" teriak Ali saat Angel menarik kerudungnya hingga tubuh Ali ikut terbawa.


"Jang sentuh wanita ku sialan!" teriak Helmi dengan wajah memerah dan dada yang bergemuruh menahan amarah yang sudah memuncak.


Brugh


Helmi mendorong tubuh Angel hingga jatuh terpelanting ke bawah lantai,


"Awhhh,,," desis Angel saat bokong sintalnya mencium marmer lantai.


"Kau pikir siapa hah?!" ucap Helmi dingin menarik kerah baju Angel hingga sang empunya ikut berdiri.


"Urusan kita udah selesai, jadi selagi aku masih mau berbaik hati, pergilah sebelum aku menyeret mu ke luar dari perusahaan ku" ucap Helmi dengan nada tinggi dan tangan yang terkepal.


"Kenapa? apa kamu yakin j*****g itu bisa memuaskan mu hah?!" tanya Angel tersenyum smirk namun tangannya sudah bertengger di atas pusaka milik Helmi yang tertutup lapisan kain.

__ADS_1


Plak


Helmi menepis kasar tangan wanita yang biasanya tidak pernah ia tolak saat menyentuh nya, namun kali ini entah mengapa dia merasa jijik meski hanya di raba saja.


"Mas," lirih Ali yang memang tidak mau Helmi melakukan kekerasan pada Angel, bagaimana pun Ali tahu rasanya di posisi Angel karena kemarin Ali lah yang berada di posisi itu. Bukan hanya fisik yang sakit namun hatinya jauh lebih sakit saat dirinya di permalukan oleh sang suami di depan selingkuhannya, ia tidak ingin Angel merasakan apa yang dirasakannya kemarin.


"Tuan, maaf tadi saya sudah menahannya, tapi Nona Angel menerobos masuk Tuan" adu David yang sedari tadi diam mematung di ambang pintu.


Helmi hanya diam menatap wanita yang dulu menjadi partner ranjangnya dengan dingin, ia cukup menyesal mengapa dulu ia sangat menikmati ranjang bersama wanita tak memiliki hati seperti Angel.


"Mas," panggil Ali lagi namun dengan suara yang sedikit tinggi hingga dapat dapat di dengar langsung oleh sang suami.


"Kenapa? hm?" tanya Helmi dengan wajah yang langsung berubah 180 derajat saat mendengar panggilan sang istri, tanpa di pinta Helmi menarik tangan sang istri dan membawanya duduk di sofa.


"David, bawa wanita sialan itu keluar!" teriak Helmi yang masih tak terima wanitanya di perlakukan seperti tadi oleh mantan partner ranjangnya.


"Lepas sialan!" Angel memberontak sampai akhirnya ia mendorong tubuh David dengan keras hingga pria di hadapannya jatuh terpeleset karena kakinya yang di cegat oleh kaki Angel yang lain.


***Brugh


Brak


prang, prang, srek prang***


"Angel!"

__ADS_1


"Sialan!"


Teriak Helmi dan Ali bersamaan saat Angel melempar seluruh makanan di atas meja, tidak hanya itu ia juga melempar seluruh makanan yang masih di simpan di dalam paper bag hingga berceceran di lantai.


"Apakah makanan sialan ini yang membuat mu berpaling dariku hah?!" teriak Angel masih menggila meskipun tubuhnya sudah di tarik paksa oleh David, "Lepas!" teriaknya lagi.


"Asal kau tahu j****g Helmi bukan mencintaimu dia hanya ingin memakan masakan mu, itu sama saja dengan dia yang mencari pembantu," ucap Angel dengan tersenyum sinis.


David dan Helmi hanya bisa diam, batin mereka bertanya tanya apakah benar begitu? namun jawaban Ali membuat mereka tak percaya dan mampu membuat Angel melongo dengan ucapan bodoh Ali.


"Itu menurut mu bukan? kita semua punya penilaian masing masing dan rasa masing-masing, kamu tidak akan melarang mu berspekulasi seperti yang kamu omongin, karena itu hak mu menilai" ucap Ali santai


"Tapi satu yang menjadikan aku tetap berada di samping suami ku, aku percaya tidak hanya dari mata turun ke hati, melainkan bisa juga dari lidah turun ke hati iya bukan?" ucap Ali menunduk malu malu merasa meringis dengan ucapannya sendiri.


"Hahahahah..." tawa Angel menggema menertawakan ucapan Ali yang kepedean tingkat tinggi, "Asal kamu tahu j***g lidah Helmi biasa merasakan masakan restoran bintang lima setiap harinya, jadi jangan berharap istilah dari lidah turun ke hati jatuh pada skenario hidupmu yang miris" ujar Angel sengit.


Helmi yang tak terima dengan ucapan Angel yang secara tidak langsung menghina masakan istrinya, tanpa merasa jijik ia mengambil makanan yang berceceran di atas meja dan langsung melahapnya dengan santai sambil mendudukkan bokongnya di sofa dan menarik sang istri agar duduk bersamanya.


Semua orang di buat menganga dengan aksi Helmi yang cukup gila. Bukankah yang mereka tahu Helmi adalah tipikal pria yang suka kebersihan, lalu apa itu? memakan makanan yang jelas jelas suda tergeletak di atas meja, apakah Helmi masih waras.


"Mas, itu kan kotor," rengek Ali menahan tangan Helmi yang masih memakan tteobokki di atas meja.


"Mana ada kotor, orang mejanya bersih" jawab Helmi santai dengan bibir yang melebar. "Kamu bilang mubazir bukan kalo harus buang buang makanan?" tanya Helmi lagi santai menarik tubuh sang istri agar mengikis jarak diantara mereka dengan leluasa karena David sudah berhasil menyeret Angel keluar


"Tapi gak gini juga, kalo ini mah emang harusnya di buang" ucap Ali dengan nada merengek dan bibir cemberut, ia sungguh tidak suka dengan tindakan Helmi yang bisa mengakibatkan sakit perut akibat meja yang tidak higienis.

__ADS_1


"Oke oke, kita makan di luar saja gimana? itung itung sebagai ganti makan di sini" usul Helmi menghentikan aksinya. "Biar On yang bersihin nanti" ucap Helmi menahan tangan sang istri yang mulai bergerak memunguti makanan.


Ali hanya mengangguk pasrah saat suaminya memintanya agar berdiri dan berlalu dari sana meninggalkan kekacauan yang Angel ciptakan.


__ADS_2