
Ibarat Kucing disuguhi daging itulah Helmi saat ini, dia tidak bisa menolak saat lagi lagi Angel mengajaknya bergulat di atas ranjang. Entah berapa lama mereka melakukannya lebih dari 2 jam, hingga pekerjaan Helmi yang harusnya sudah selesai kini malah terbengkalai.
"Honey, aku tinggal di apartemen kita yah," ujar Angel setelah membersihkan sisa percintaan mereka.
"Kenapa? bukankah ayahmu selalu mencarimu?" tanya Helmi bingung dengan ucapan kekasihnya.
"Aku sudah keluar dari rumah. Aku lebih memilihmu dibanding orang tuaku, jadi aku mohon jangan pernah mengkhianati perjuangan ku" ucap Angel penuh permohonan.
Helmi yang mendengar permintaan Angel entah mengapa merasa sedikit tidak suka, ia tidak bisa mencintai satu wanita dalam hidupnya. Baginya terikat dengan satu wanita akan membuatnya terkekang, apalagi Angel bukan tipikal istri idaman Omanya.
Setelah Angel pulang ke apartemen lama, Helmi melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda. Tapi lagi lagi pikiran nya tidak berkonsentrasi, ia terus terusan kepikiran tentang Ali apakah wanita yang berstatus sebagai istrinya mengenal lebih jauh tentang Jefry Perkasa, jika itu terjadi ada kemungkinan Ali tak bisa menolak seorang Jefry Perkasa yang usianya 8 tahun lebih tua darinya. Ada rasa tidak terima jika wanita miliknya tertarik pada pria lain.
"Ahh sial! ini sangat memuakkan" umpatnya lalu membereskan seluruh berkas dan laptopnya untuk di bawa pulang.
__ADS_1
Saat sampai di rumah, Helmi mendapati Ali yang sedang fokus menatap layar televisi didepannya, sampai sampai Ali tidak sadar jika pintu apartemennya sudah terbuka.
Ekhemmm
Helmi berdehem agar Ali sadar jika dirinya sudah pulang.
"Tumben jam segini baru pulang?" tanya Ali tanpa mengalihkan tatapannya dari layar televisi di depannya seperti nya Ali tidak ingin terganggu aktifitasnya.
"Buatkan aku kopi, malam ini aku lembur di rumah" ujar Helmi berdiri tepat di samping Ali yang ternyata sedang menonton siaran cara memasak desert.
Helmi yang kesal langsung masuk ke ruang kerja dan menutup pintunya dengan kasar hingga menimbulkan suara.
Brak
__ADS_1
Ali menghela nafas kasar saat mendengar suara pintu di tutup keras dari dalam.
"Ya Allah, aku salah telah menelantarkan suamiku" ucap Ali, "Aku khilaf, seharusnya aku harus tetap menghormati suamiku meskipun dia tidak sebaik Rasullullah" lanjutnya lalu bangkit dari duduknya.
Yah, tadi Ali mendapati foto foto percintaan antara suaminya dan Angel kekasihnya, Angel mengirimnya melewati aplikasi Instagram miliknya. Bahkan tanpa malu, Angel berpose di dalam dekapan suaminya yang sedang tidur terlelap sembari memeluk nya tanpa memakai baju.
"Mas ini kopinya" ujar Ali membawa segelas kopi hangat dan satu teko air putih beserta gelas kosongnya.
"Maafin aku, tadi aku lagi fokus liat tata cara bikin desert" ucapnya lalu mengambil tangan Helmi dan menciumnya dengan takzim. Sebisa mungkin Helmi mengabaikan perlakuan Ali meskipun sebenarnya ada rasa bahagia saat Ali kembali memanggilnya dengan embel embel kata mas.
"Sudahlah, aku sadar suami sepertiku tidak pantas dihormati, benar bukan?" ucap Ali menyindir Ali dengan sangat keras
"Bukan gitu mas, aku cuma khilaf ajah saking gak mau ketinggalan. Bagaimana pun suami aku, aku memang harus tetap menghormatinya, meski seburuk apapun dia aku harus tetap bertahan, tapi jika kamu memperlakukan aku di luar batas. Sebagai mana menurut anjuran agama, aku tidak perlu lagi berkhidmat padamu mas" ucap Ali panjang lebar yang langsung membuat Helmi mematung, ada rasa takut saat Ali mengatakan kata kata ambigunya, namun sebisa mungkin Helmi menepis prasangka buruk yang tiba tiba melandanya.
__ADS_1
Yah seburuk apapun suami kita harus tetap menghormati nya, teru Tama jangan umbar Aib suami mu pada orang lain hingga orang orang akan mencemooh suamimu. Tapi, istri bisa pergi jika suami memperlakukannya di luar batas, istri juga bisa pergi jika sang imam tidak bisa menuntunnya ke jalan yang benar.