Salahkah Aku?

Salahkah Aku?
19.Pergi


__ADS_3

Di sisi lain tepatnya di negri sebrang seorang wanita sedang memaki maki ibunya yang tidak becus membujuk ayahnya, ia sangat frustasi karena sudah dua bulan lamanya dikurung di sangkar emas milik keluarganya di tempat yang jauh dengan kekasihnya.


"Mom! apa kamu tidak berperasaan, memisahkan aku dengan pria yang sangat aku cintai dan begitu mencintai ku juga hah?!" tanya Angel pada ibunya dengan suara yang tinggi.


Yah selama ini Tuan Anggara Voldemort mengirim putrinya ke negara g yang jauh dari negara asalnya, ia tidak ingin putrinya menjadi semakin sulit di atur. Ia sangat berharap jika putrinya bisa sedikit lebih sopan pada istrinya yang lemah lembut, namun diluar dugaannya putrinya malah semakin gila pada istrinya.


"Kamu bahkan tidak bisa membujuk DADDY!" maki Angel dengan mata melotot, "Jangan katakan jika kalian adalah orang tuaku, karena orang tua tidak akan mencegah apa yang diinginkan anaknya" lanjutnya lagi.

__ADS_1


"Sayang, mom tau bagimu ini berat, tapi ini yang terbaik sayang. Jika Helmi mencintaimu mom yakin dia pasti mencarimu, tapi lihatlah nak, sedikitpun Helmi tidak berusaha mencarimu" ucap Nyonya Arini mencoba menjelaskan pada putri semata wayangnya.


"Mom, kekasihku bukan tidak berusaha, hanya saja dia terlalu lelah karena kalian selalu mengirimku ke tempat tempat yang jauh dari jangkauannya" jawab Angel


"Tidak sayang, koneksi Helmi lumayan banyak," Nyonya Arini tetap kekeh jika Helmi tidak berusaha mencari putrinya itu artinya di mata Helmi putrinya bukan apa-apa.


"Dia tidak mencintaimu jadi berhenti untuk selalu beranggapan jika dia mencintaimu hanya karena Helmi tidak pernah menolak dengan ajakanmu, itu namanya Helmi hanya menginginkan mu bukan mencintaimu" jelas Nyonya Arini.

__ADS_1


"Sayang, diluar sana masih banyak pria yang menunggumu yang menantikan mu, pria yang jauh lebih tampan lebih baik dan lebih berperasaan dibanding Helmi nak" ujar Nyonya Arini lembut.


"Kalo mommy emang gak mau bantu aku pulang, aku bisa sendiri mom, jangan pernah menghalangi ku seharusnya mommy berpikir beberapa kali, apa kebahagiaan untukku. Jika mommy benar benar orang tua kandung ku mommy akan selalu mendukung keputusan ku tinggal dengan pria yang aku cintai meskipun seperti yang mommy bilang priaku tidak mencintai ku. sedikitpun aku tidak peduli aku hanya peduli dengan perasaan ku saja, orang bodoh sepertimu yang tidak tahu bagaimana perasaan putrinya tidak usah terlalu ikut campur" maki Angel panjang lebar tanpa berperasaan, Nyonya Arini hanya bisa tertunduk lemas mendengar penuturan putrinya ia merasa gagal mendidik putri tunggalnya.


"Biarkan dia pergi, kemanapun dia mau aku ingin tahu kedepannya akan bagaimana" suara bariton terdengar menggelegar di seluruh ruangan, ia sungguh tidak suka istrinya di maki maki dan di hina oleh orang lain termasuk putrinya sendiri. "Pergilah mulai sekarang kamu bukan putriku lagi, aku tidak Sudi memiliki putri bejat yang tak memiliki etika seprtimu, masih banyak anak lain yang terlantar di luar yang jauh lebih beretika untuk kami angkat menjadi putri kami" ujar Tuan Anggara memeluk istrinya


"Pah" Nyonya Arini menggeleng memberi kode agar Tuan Anggara tidak berbicara berkepanjangan, karena tidak baik jika Angel mendengar ucapan ayahnya. Sedangkan Angel tanpa malu dia melenggang pergi dari sana masuk ke dalam kamar dan memasukkan seluruh pakaiannya ke dalam koper.

__ADS_1


"Kembalikan kartu yang aku berikan, aku tidak Sudi uang ku dihabiskan oleh orang yang tidak beretika" ujar Tuang Anggara lagi, sedang kan nyonya Arini ia hanya menangis sesegrukan menatap kepergian putrinya yang sudah tidak kecil lagi.


"Sudahlah mom, dia sudah besar. Aku hanya ingin memberinya sedikit pelajaran jika mencari uang sendiri tidaklah mudah" ujar Tuan Anggara menepuk nepuk punggung istrinya


__ADS_2