Salahkah Aku?

Salahkah Aku?
promosi


__ADS_3

Ini Semua karena mu sialan! aku tidak mungkin seperti ini jika bukan karena mu, masa depanku hancur karena adik sialan seperti mu ba*jingan'


Teriakan dan amukan beberapa puluh tahun silam masih terdengar jelas di telinga pria yang kini sedang duduk di balkon kamarnya dengan tangan terkepal dan tatapan lurus menatap ke langit malam yang di penuhi dengan tebaran bintang.


"Aku bersumpah tidak akan pernah melepaskan mu" lirihnya dengan tersenyum smirk dan kilatan kebencian di matanya.


🦋


"Lepaskan aku sialan!!"


"Ayah aku mohon, aku akan melakukan apapun tapi jangan nikahkan aku dengan si cacat ayah"


"Dia pria tidak bermoral, aku mohonnnn"


Seorang gadis meronta meminta dilepaskan dari cengkraman dua pria bertubuh kekar yang menahan tubuhnya sedari tadi. Sedangkan pria yang di panggil Ayah olehnya hanya diam membisu seolah tak mendengar rengekan putrinya yang meminta di lepaskan.


"Aku ini putri kandung mu sialan! apa kamu tidak mendengarkan ucapanku hah?!" teriak Kamelia pada sang ayah yang hanya diam tanpa berniat melirik sang putri sedikitpun.


Kamelia Walker seorang gadis remaja yang masih menduduki bangku kelas 3 SMA di sebuah sekolahan ternama di ibu kota. Dia terlahir dari keluarga Walker, keluarga yang bisa di bilang kaya raya, namun naas karena keserakahan sang ayah dirinya harus menerima jika sang ayah menjualnya pada pria yang satu tahun lalu pernah ia tolak mentah mentah bahkan ia ludahi dengan air liurnya.


"Diamlah Lia, apa kamu tidak lelah? keputusan ayah tetap sama menyelamatkan perusahaan ayah yang sedang di ambang kebangkrutan" desis sang ayah menatap tajam putrinya yang tidak bisa diam sedetikpun.

__ADS_1


Hahahahahahaha


"Apa kamu tidak malu Harry Walker? menyebut dirimu ayah tapi tidak sesuai dengan tindakan menjijikkan mu hah!" bentak Kamelia tidak habis pikir dengan jalan pikiran ayahnya yang di luar nalar.


"Lia.....Lia....."


"Bersyukurlah, aku adalah seorang pria yang bertanggung jawab dan penuh perhitungan".


"Coba kamu pikirkan, berapa ratus orang yang bergantung pada perusahaan kita, berapa ratus orang yang masih membutuhkan uang untuk makan malam dan siang mereka dari hasil kerja di perusahaan kita? haruskah ayah mengorbankan ratusan orang demi satu orang, bagi Ayah tidak masalah jika harus mengorbankan mu demi ratusan nyawa yang bergantung,"


"Ingatlah kamu akan jadi pahlawan bagi mereka, itu lebih baik dari pada jadi pembangkang yang selalu membawa sial" umpat sang Ayah tanpa berpikir jika putrinya akan merasa sakit hati atas ucapan ucapan sang ayah.


Ia masih mau menjaga putrinya sesuai amanat sang istri namun rasa benci pada putrinya semakin hari semakin menumpuk, hingga menjadikan dirinya monster bagi putrinya.


Kamelia hanya bisa menangis dengan diam, mungkin inilah saatnya untuk menebus semua kesalahan yang sama sekali tak niat ia lakukan, menyelamatkan ratusan nyawa dengan mengorbankan kehidupan masa depannya.


Tangisnya terhenti kala suara langkah seseorang menggema di seluruh ruangan tempat dimana Kamelia di tahan.


"Selamat malam Tuan Afson" ujar Harry membungkuk sopan pada pria bertopeng yang baru saja datang.


Sang pria menatap wajah kamelia yang sudah pucat pasi dengan tatapan yang sulit diartikan, ia menatap Kamelia dari atas sampai bawah tanpa tertinggal sesenti pun.

__ADS_1


"Dasar Cabull!!!! cuihh"


Kamelia yang tidak terima di tatap oleh mata yang seolah sedang menelanjanginya, tanpa takut sedikitpun dia meludahi pria yang satu tahun lalu di tolaknya.


"Tidak usah sok jual mahal j****g" tekan Nefes menangkup wajah Kamel dengan ujung bibir yang sedikit terangkat puas


"Jangan pernah berharap kamu bisa memiliki ku cacat!!!!" teriaknya menggema.


Plakkkk


Bukannya terlepas dari cengkraman kedua pria yang menahannya Lia lagi lagi mendapat tamparan di wajah mulusnya.


"Si cacat ini sekarang majikan mu j****g" ujar Nefes menghempaskan tubuh wajah Lia hingga sedikit terhuyung ke belakang.


Lia hanya bisa menangis sendirian saat melihat bagaimana reaksi pria yang seharusnya melindunginya malah terlihat acuh seolah tak masalah putrinya di perlakukan kasar oleh orang lain.


Dengan santai nya sang ayah malah bernegosiasi harga dengan pria cacat yang sangat di bencinya, apalah daya Lia seorang anak yang terlahir dengan kesialan, siapa yang peduli dengan kehidupannya yang seperti neraka.



maaf yah pembaca gaib, aku kehabisan ide sama novel yang ini, jadi untuk menyalurkan ke gabutanku aku bikin novel baru lagi, jangan lupa mampir yah guys, jangan lupa juga buat komen, siapa tahu bisa buat ide selanjutnya

__ADS_1


__ADS_2