
'Cinta terbaik adalah saat kau mencintai seseorang yang membuat akhlakmu semakin membaik, jiwa mu semakin damai, dan hatimu semakin bijaksana' Al-Habib Umar Bin Hafidz.
Helmi tersenyum saat di beranda Instagram miliknya muncul video dengan kata yang membuatnya bergetar. Apakah Ali adalah cinta terbaik untuknya? Helmi pun mulai sadar jika dasar yang membuat sikapnya sedikit lebih baik adalah karena ingin menghargai Ali sebagai istrinya, lalu alasan ia ingin menghargai sang istri apa karena dia yang mulai jatuh cinta pada istrinya sendiri? entahlah jawaban dan pertanyaan yang berkecamuk di hatinya masih belum bisa ia jawab dan yakinkan.
Tapi saat memikirkan Ali, apakah dirinya cinta terbaik untuk sang istri. Helmi terlalu takut jika dirinya bukanlah pria yang di cintai oleh sang istri, mengingat bagaimana dirinya memperlakukan Ali dengan tidak baik, di hormati dan di hargai saja Helmi sudah bersyukur tapi mengapa hatinya menginginkan jika Ali tak memperlakukan pria lain sama seperti memperlakukan nya dengan baik sopan dan santun. Entahlah Helmi juga masih bingung dan takut yang menyerang hatinya hingga membuatnya gelisah.
"Tuan, apa anda baik baik saja?" tanya David saat boss nya terlihat gelisah.
"Dav? apa aku pantas untuk di hormati?" tanya Helmi tiba tiba dengan tatapan nanar dan menyiratkan penyesalan.
"Mengapa anda bertanya hal yang sudah pasti jawabannya?" tanya balik David tidak mengerti dengan sikap sang bos yang tiba tiba saja berbeda dari biasanya.
"Jawab aku bodoh! jangan malah balik bertanya" geram Helmi, ia kesal mengapa asistennya malah balik bertanya di saat pikirannya butuh pernyataan dari orang lain.
__ADS_1
"Yah tentu saja, anda bukan pantas di hormati melainkan wajib di hormati" ucap David tegas dan yakin.
Helmi meringis mendengar jawaban yang David lontarkan, dalam hatinya ia menangis karena jawaban David yang menggoncang jiwanya, karena apa? ia tahu betul para bawahannya menghormati nya hanya karena uang dan upah yang diberikannya. Bukankah memang itu kenyataan nya tapi mengapa hatinya merasa sakit?
"Apa karena aku bos mu hingga kalian menghormati ku?" tanya Helmi putus asa.
"Tentu saja Tuan, anda bos saya jadi sebuah kewajiban bagi saya untuk menghormati anda" jawab David lagi yakin.
"Cihh! mengenaskan" lirih yang sontak membuat David melebar dengan ucapan Helmi yang keluar dari arah pembicaraan mereka.
Sedangkan Ali saat ini ia sedang sibuk membuat olahan Korean food, karena memang itulah menu utama di kedai nya nanti. Ia ingin membuat beberapa Example dulu untuk mengetahui bagaimana rasa masakannya di lidah orang lain. Saat ia tengah berkutat dengan spatula miliknya ponselnya berdering, dengan terpaksa Ali menghentikan aktifitasnya dan berlalu mengambil ponsel miliknya yang tergeletak di atas sofa.
"Assalamu'alaikum Dav, ada apa?" tanya Ali setelah menekan tombol hijau di layar ponselnya.
__ADS_1
"Waalaikumsalam, Nona bisakah saya bertanya?" pinta David hati hati.
"Yah silahkan dav, kamu ingin menanyakan apa?" tanya Ali santai mendudukkan bokong di sofa guna beristirahat sejenak setelah sekian lamanya ia berkutat di dapur.
"Apa Nona merasa akhir akhir ini sifat Tuan seperti bunglon?"
"Maksudmu?" tanya Ali bingung dengan pertanyaan asisten suaminya yang terdengar ambigu di telinganya.
"Jadi begini Nona akhir akhir ini mood Tuan sering berubah rubah, kadang ia senyum senyum sendiri dengan ponselnya atau kadang Tuan marah tidak jelas padahal tidak ada staff satupun yang melakukan kesalahan, dan hari ini Tuan terlihat cukup sedih dan ia hanya bengong bengong saja. Pertanyaan yang ia lontarkan pun cukup aneh, dan jawaban Tuan pun melenceng kami bahas apa dia ngomong nya apa, apa terjadi sesuatu pada Tuan Nona? saya takut terjadi sesuatu dengan mental Tuan" ujar David panjang lebar menjelaskan ketakutannya.
"Ya! asisten gak da akhlak!" teriak Ali di sebrang sana emosi saat David mengatakan mental suaminya yang aneh
"Kamu pikir suami aku gila hahh?! asal kamu tahu, mungkin saja ia tersenyum dnegan ponselnya karena ada hal lucu atau memang ia sedang jatuh cinta, jika pun ia marah marah mungkin dia sedang datang bulan, kalo dia lagi sedih mungkin sedih ajah kali miris banget ke inget umurnya yang udah tua,"
__ADS_1
David hanya melongo dengan umpatan dan jawaban yang Ali lontarkan, ingin sekali ia memaki Ali saat mengatakan bos nya bersedih karena mengingat umurnya yang tak lagi muda. Tapi saat mengingat kata 'mengenaskan' yang Tuannya ucapkan ia sedikit percaya dengan jawaban Nona nya.