Salahkah Aku?

Salahkah Aku?
9.Alasan di balik Dark


__ADS_3

Sampai di rumah Ali mencoba menahan rasa sesak yang menyeruak di dadanya, sedikitpun dia tidak sakit hati saat melihat Helmi bercinta dengan wanita lain di hadapannya. Dia hanya kecewa pada garis yang Tuhan takdirkan, mengapa harus dia yang terjebak dalam lingkungan seperti ini


"Astaghfirullah, harusnya aku gak nyalahin tuhan" ucap Ali lirih saat sadar jika pikirannya salah, "Siapa yang tau setelah ini Tuhan sedang merencanakan sesuatu yang tidak terduga untukku nanti" lanjutnya.


"Tapi kenapa harus aku ya Allah? kenapa? apa aku kuat menjalani kehidupan ini?" gumam Ali.


Baru beberapa hari menjadi istri Helmi sudah membuatnya kehabisan nafas, dengan sikap Helmi yang tidak terduga. Kemarin saat Ali setuju menikah dengan Helmi dia pikir setidaknya Helmi akan menyayanginya meskipun mustahil jika Helmi mencintainya, dia selalu berharap Helmi akan menjaganya seperti yang dilakukan orang tuanya meskipun orang tuanya menjaganya dengan menitipkan nya di sebuah pondok.


"Ibu,,, Ayahh,,," lirih Ali saat mengingat kenangan bersama orang tuanya, waktu mereka terlalu sedikit karena orang tuanya yang harus bekerja mencari uang untuk menafkahi kehidupan mereka dan menutup hutang mereka.


Dulu Ali dilahirkan secara Caesar, maka dari itu banyak biaya yang harus dikeluarkan, hingga dengan terpaksa ayahnya menghutang pada salah seorang juragan tanah di kampung mereka, itu juga menjadi alasan bagi Bu Ijah untuk ikut kerja bersama suaminya merantau ke ibu kota demi kelangsungan hidup mereka.


Mengisi waktu luangnya, Ali menghabiskan waktunya untuk membuat puding dengan bahan yang ada di sana, karena sampai saat ini Helmi belum memberinya uang untuk risiko sehari harinya. Ali tipikal wanita yang tidak ribet apalagi pada orang baru, dia tidak akan meminta selagi masih ada sesuatu yang bisa dimakannya.


"Semoga rasanya Enak" ucap Ali menatap puding yang sudah mulai mengeras di atas wadahnya.


Setelah membereskan dapur yang acak-acakan akibat ulahnya sendiri Ali bergegas mandi untuk membersihkan tubuh karena waktu sudah mulai masuk Maghrib.


Allahuakbar


Assalamu'alaikum warahmatullah


Ali memanjatkan doa kepada Tuhan agar senantiasa menguatkannya dalam segala bidang, tidak lupa juga dia mendoakan Helmi meskipun Helmi suami terburuk yang pernah dia tau, tapi bukankah kita harus tetap menghormati suami meskipun akhlaknya buruk? bagaimana pun mereka adalah suami kita yang wajib kita hormati.


"Mas baru pulang?" tanya Ali saat keluar dari kamarnya.


"Hm,"


"Biar aku siapkan air hangat untuk mandinya mas, tidak baik mandi air dingin di malam hari" ucap Ali berjalan menuju kamar milik Helmi

__ADS_1


"Tidak usah aku sudah mandi," ucap Helmi menahan tangan Ali saat menarik pintu kamarnya.


"Tapi kamu pun harus ganti baju bukan mas?" tanya Ali lagi, lalu masuk tanpa permisi dan mulai mencari baju yang pantas di pakai suaminya di malam hari.


"Pakai ini mas," ucapnya menyimpan satu set piyama tidur di atas ranjang, "Aku keluar dulu, setelah selesai cepat keluar aku sudah memasak ikan untuk kita makan" lanjutnya.


Helmi hanya diam tanpa menjawab, Ali tidak peduli akan respon Helmi yang menurutnya tidak terlalu penting. Dia bergegas ke meja dan menata makanan di sana, tak lupa ia juga mengeluarkan puding buatannya yang tadi di simpan di dalam kulkas.


"Mas," panggil Ali mengetuk pintu kamar Helmi yang masih menutup.


Cklek


"Kamu mau kemana mas?" tanya Ali saat melihat suaminya sudah berpakaian rapi mengenakan celana jeans dan baju kaos yang di padukan.


"Mas, jawab aku, kamu mau kemana hah?" tanya Ali menahan lengan Helmi yang mengabaikannya.


"Emang kamu siapa yang harus tau kemana aku pergi?" tanya Helmi dingin dengan tatapan elang yang menatap Ali dengan tajam.


Brugh


Helmi menepis kasar tangannya hingga membuat Ali jatuh terjungkal ke lantai.


"Tidak usah berlebihan kamu hanya istri di atas kertas" ucapnya lalu berlalu dari sana tanpa mau membantu istrinya untuk bangun


Ali diam tidak memprotes ia cukup sadar kedudukannya di hati Helmi, tapi Ali tidak protes bukan berarti bodoh, dia hanya sedang berpikir menyusun rencana agar Helmi tidak selalu melangkah di jalan yang salah.


"Hallo," sapa Ali setelah menekan salah satu kontak yang tadi pagi di save nya


"Bisa kita bertemu?" tanya Ali

__ADS_1


"Bisa Nona" jawab seseorang di sebrang sana.


"Baiklah temui aku di cafetaria dekat gedung apartemen ku,"


"Baik Nona"


Setelah mengakhiri teleponnya Ali segera bersiap siap memakai baju nya, malam ini dia memakai rok span warna krem di padukan dengan baju kemeja tunik selutut berwarna matcha lengkap dengan kerudung pashmina nya. Sebelum berangkat tak lupa ia membungkus semua makanan di meja tidak terkecuali puding buatannya tadi, Ali membawa makanan untuk di berikan pada satpam di bawah.


"Ini untuk kalian, semoga kalian suka" ucap Ali dengan tersenyum menawan.


"Wah Nona terimakasih" ucap para satpam di sana.


Ali berjalan menuju cafetaria yang di janjikan tadi, hanya membutuhkan waktu beberapa menit karena posisi cafetaria hanya berjarak beberapa meter dari gedung tempatnya tinggal.


"Wah kau cepat sekali om, padahal aku menelepon mu baru beberapa menit yang lalu" ujar Ali saat mengetahui David sudah duduk manis di bangku yang menghadap ke arah jalanan, yah seseorang yang di teleponnya tadi adalah David asisten suaminya.


"Jangan memanggil saya om Nona, itu terlalu menggelikan, panggil saya David" ucap David tidak enak saat seseorang memanggilnya om, meskipun memang benar dia sudah pantas memiliki anak di usianya yang menginjak 37 tahun


"Oke oke Dav" ujar Ali dengan tersenyum hingga lesung di pipinya terlihat dengan jelas.


"ngomong ngomong ada apa Nona memanggil saya kemari?" tanya David setelah memesan makanan dan minuman pada pramusaji di sana.


"Aku hanya ingin bertanya tentang suamiku saja" ujar Ali dengan tampang yang sangat menggemaskan. "Apakah tidak boleh?"


"Ten-tentu saja boleh Nona" David salah tingkah saat Ali menatapnya, hanya di tatap saja jantung David sudah berdetak dengan kencang.


"Apa yang terjadi dengan suamiku di masa lalu? mengapa kehidupannya sangat bebas, apa tidak menjadi masalah bagi keluarganya?" tanya Ali


"Nona, jika anda ingin tahu Tuan sangat kesepian sedari kecil, tidak ada yang memedulikan nya selain Oma, di masa sekolahnya Tuan selalu membuat onar, entah dengan teman sekelas adik kelas kakak kelas bahkan guru, itu semua semata mata hanya ingin Tuan dan Nyonya besar sedikit memperhatikannya dan menemaninya untuk bermain, tapi Tuan bear selalu menggunakan uang untuk memberi korban putranya kompensasi, hingga akhirnya Tuan Helmi masuk ke dalam dunia malam, hanya dengan minum alkohol ia dapat sedikit melupakan masalahnya. Setelah beberapa saat karena sering datang ke Club Club malam Tuan Helmi mencoba untuk bercinta dengan para wanita di sana, dari sana dia menemukan perhatian yang diinginkannya meski dia harus membayar mereka semua, hingga saat ini Yuan semakin gila dengan Se*x tiada hari tanpa bercinta, apalagi setelah kehadiran Nona Angel Tuan Helmi semakin sulit di kendalikan, Tuan selalu pulang telat karena Nona Angel kadang dia juga melupakan Oma Diana yang selalu menunggu kepulangan nya" ucap David panjang lebar

__ADS_1


"Sudah berapa banyak wanita yang di kencani suamiku?" tanya Ali setelah menyimak seluruh ucapan David.


"Lebih dari ribuan, karena Tuan selalu bergonta ganti teman tidur, hanya dengan Nona Angel Tuan bisa bertahan selama 3 tahun. Tuan tidak suka bercin*ta dengan wanita yang sama, setiap harinya saya bertugas mencari wanita baru untuk Tuan, hanya dengan Nona Angel Tuan mau untuk yang keberibu ribu kali bersama"


__ADS_2