Salahkah Aku?

Salahkah Aku?
64.Jefry


__ADS_3

Keesokan harinya seperti biasa Ali pergi ke angkringan milik nya dengan di antar sang suami, ia ingin memeriksa pemasukan dan pengeluaran angkringan karena niatnya hari ini ia akan membeli bahan bahan untuk dagang dan sekaligus untuk stock agar tak setiap hari berbelanja banyak.


"Pak Yanto, anak bapak belom bawa dessert nya?" tanya Ali saat melihat di meja yang biasa berisi desert masih kosong tidak ada apapun. Yah Ali memberikan resep dessert yang dulu ia ciptakan pada putra pak Yanto, karena jika ia sendiri yang harus membuat maka bisa di yakinkan


"Si Putra belom datang kayak nya Neng" ujar Pak Yanto menjelaskan jika putranya memang belum datang.


Sembari menunggu kedatangan putra Ali mengajari Andika dan Firman untuk memasak seblak, Ali berniat resign dari memasaknya karena ia ingin memiliki banyak waktu dengan suaminya.


Setelah kejadian di mana Angel menjebak Helmi Ali jadi semakin was was ia takut jika Helmi lama kelamaan akan ikut terbuai karena terbiasa di goda atau di jebak. Bisa di pastikan suaminya tidak bisa selalu menahan diri jika terus terusan di goda oleh syetann.


"Hey Baby Girl" sapa seorang pria menepuk punggung Ali dari arah belakang

__ADS_1


"Ishhhh,,," cebik Ali menepis tangan kekar Jefry yang menepuknya tadi.


"Kalo mau nongkrong silahkan duduk di salah satu kursi yang masih kosong Tuan" ujar Ali mencoba memaksakan senyum karena bagaimanapun pria di sampingnya adalah salah satu dari ratusan pelanggan nya.


"Hehe... Bisakah kamu yang melayaniku?"


"Maaf Tuan, sekarang saya di sini bukan sebagai waiters jadi salah satu waiters kami yang akan melayani anda silahkan duduk" ujar Ali menarik salah satu kursi di sana dan mempersilahkan Jefry untuk duduk.


"Ralat, Nyonya Tuan bukan Nona, karena saya istri orang bukan hanya anak orang lagi" ucap Ali memamerkan cincin emas dengan permata Sapir yang melingkar cantik di jari manisnya yang mungil.


Jefry hanya melongo tak percaya saat melihat cincin yang melingkar di jari wanita idamannya bukanlah cincin biasa melainkan cincin yang biasa orang kayak pakai, namun 99% ia tak percaya dengan ucapan Ali yang mengatakan jika dirinya telah menjadi istri orang.

__ADS_1


"Hahahah, maaf Nona saya tidak mudah untuk anda tipu" ujar Jefry mencolek dagu Ali dengan begitu lancangnya.


Plak


Ali tidak suka jika dirinya di perlakukan seperti wanita murahan yang bisa di sentuh seenaknya, ia merasa di lecehkan atas perlakuan kurang ajar Jefry kepadanya.


"Maaf Tuan, anda sangat lancang, saya tidak bisa tinggal diam saat saya diperlakukan seperti wanita murahan" ucap Ali melenggang pergi dari sana setelah menampar Jefry.


Sedangkan Jefry ia hanya bisa menahan malu setengah mati saat dirinya di tampar oleh seorang wanita hanya karena ia sedikit menyentuhnya padahal di luar sana banyak wanita wanita yang secara suka rela melempar tubuhnya ke atas ranjang miliknya


Tapi seorang Ali yang Notabennya adalah pemilik angkringan kecil berani menamparnya di tempat umum hanya karena tangannya yang sedikit menyentuh permukaan wajahnya bukankah gila?.

__ADS_1


"Lihat saja Baby Girl, aku akan mendapatkan mu bagaimana pun caranya" ujar Jefry tersenyum smirk lalu melenggang pergi dari sana, menghindari semua mata yang menatapnya dengan tatapan yang berbeda-beda.


__ADS_2