
Baru beberapa hari bekerja di cafe pelangi, Ali lagi lagi harus menerima surat PHK dari pemilik cafe entah apa alasannya manager hanya mengatakan jika Ali tidak pantas menjadi waiters di sini.
"Jika di sini saya tidak pantas menjadi waiters, lalu saya pantas menjadi apa disini?" tanya Ali menatap tajam manager yang sedari tadi memaki pekerjaannya.
"Intinya kamu tidak cocok bekerja di cafe ini, lihatlah karena mu. Kursi di cafe kita selalu penuh oleh pria hidung belang, akibatnya apa banyak ibu ibu yang menggosipkan jika di cafe ini pun menerima teman plus plus nongkrong" ujar sang manajer yang langsung membuat mata Ali melotot sempurna.
"Apa maksudmu aku wanita panggilan, hanya karena pria itu selalu memintaku menemaninya makan siang?" tanya Ali menganga tak percaya dengan ucapan sang manager.
"Bukan begitu Nona, hanya saja begitulah spekulasi orang orang di luar" ucap sang manager dengan keringat dingin bercucuran, entah mengapa berhadapan dengan Ali yang biasa lembut kini harus berhadapan dengan Ali yang seperti harimau kelaparan.
"Okey, aku akan keluar dari pekerjaan ini, tidak usah menggajiku karena aku hanya bekerja dua Minggu saja" ucap Ali mengembalikan amplop pemberian tempatnya bekerja. "ATM ku tidak memiliki tempat untuk menampung uang yang sedikit, lagipula seperti spekulasi kalian, aku wanita panggilan yang pastinya memiliki banyak uang" lanjutnya lalu melenggang pergi meninggalkan tempatnya bekerja.
Sedangkan di sisi lain seorang pria sedang tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi marah yang ditampilkan istrinya. Sungguh ekspresi seperti itulah yang membuat hari harinya terasa berwarna.
__ADS_1
"Tuan saya telah memecat karyawan yang anda perintah kan" ucap seseorang di sebrang sana
"Bagus" jawabnya lalu menutup panggilan teleponnya.
"David, bawakan aku makan siang" teriak Helmi.
"Baik Tuan" ujar David lalu memesan makanan yang biasa dimakan Tuannya.
Tadi pagi Helmi melihat jika istrinya di panggil oleh Jefry Perkasa putra tunggal pimpinan Perkasa Group salah satu kolega bisnisnya, dia tahu bagaimana sifat Jefry tidak mungkin meminta lawan jenisnya menemaninya sarapan jika tak memiliki ketertarikan. Jefry dan dirinya sama sama pecinta dunia malam hanya saja Jefry sedikit lebih baik darinya, masih bisa mencintai wanita tidak seperti dirinya yang hanya membutuhkan wanita.
"Angel?" ujar Helmi tak percaya jika lagi lagi Angel muncul secara misterius kehadapan nya.
"Apa kau tak mencintaiku?" tanya Angel menghambur ke pelukan Helmi dengan menangis sesegrukan.
__ADS_1
"Kenapa kau bertanya begitu?" tanya Helmi bingung mengelus punggung wanita yang sudah beberapa tahun ke belakang menemaninya di atas ranjang.
"Jawab saja! mengapa harus bertanya kembali" ucap Angel dengan pundak yang bergetar hebat.
"Aku mencintaimu Honey" ucap Helmi gamblang namun hanya mulutnya seperti biasa Helmi selalu mengatakan kata cinta namun hatinya tertawa karena merasa tidak ada getaran sedikitpun, bahkan bagi Helmi jika bertemu dengan wanita bukan ini yang harus dilakukannya.
Ini adalah pertama kalinya Helmi tidak langsung menerjang wanita yang datang ke pelukannya. Biasanya Helmi tidak pernah melewatkan satu menit pun untuk menuntaskan gairah gilanya.
"Benarkah?"tanya Angel dengan binar bahagia yang terpancar di matanya. "Tapi mengapa kamu tidak pernah mencariku?" tanyanya lagi dengan bibir cemberut kesal.
"Ayolah Honey, apa kamu tidak tahu, betapa sulitnya aku menemukan mu? hm?" tanya Helmi mengelus wajah cantik milik kekasihnya.
"Tapi aku tak mendengar kamu mencariku?" tanya Angel dengan tatapan tak percaya.
__ADS_1
"Bagaimana kamu akan mendengar? aku yang mencarinya saja, tidak pernah menemui titik terang sedikitpun, tapi aku tetap optimis karena aku yakin, kamu amat mencintai ku dan selama apapun kamu pergi kamu pasti datang lagi benar kan?" tanya Helmi yang langsung membuat wajah Angel merona, karena Helmi tahu jika dirinya begitu mencintai Helmi yang 7 tahun lebih Tua darinya.
"Aku menginginkanmu" ucap Angel mengecup cuping Helmi dengan penuh gairah