Salahkah Aku?

Salahkah Aku?
34.Dicintai


__ADS_3

Sepanjang hari Ali mensurvei tempat yang akan dijadikan tempatnya membuka usaha kecil kecilan, sebenarnya ia juga takut jika bisnisnya gagal apalagi mengingat uang yang dijadikan untuk modal adalah uang milik suaminya, namun jika tidak di coba bagaimana kita bisa tahu berhasil atau tidaknya. Maka dari itu bertekad akan mencoba memberanikan diri berjualan di ruko ini.


"Fighting Ali kamu pasti bisa" ucap Ali melihat ke sekeliling ruangan yang akan di sewanya.


"Bagaimana mbak?" tanya induk semang sang pemilik ruko.


"Tempatnya luas juga yah mbak, jadi berapa pertahunnya?" tanya Ali setelah sekian lama berpikir.


"Satu bulan 1 juta dua ratus di kali 12 bulan jadi 14 juta Pat ratus," jawab induk semang.


"Baiklah, saya kontrak satu tahun ruko ini. Uangnya akan langsung saya transfer sekarang ke no rekening anda mbak" ucap Ali lalu mengetik layar hp nya.


"Sudah saya kirim yah mbak" ujar Ali memperlihatkan layar di ponselnya yang langsung diangguki oleh induk semang.

__ADS_1


"Terimakasih senang bekerja sama dengan anda Nona" ujar sang induk semang menjabat tangan Ali setelah proses kontrak selesai.


Di sisi lain seorang pria hanya diam menulikan pendengaran nya saat seorang wanita muda yang berstatus sebagai kekasihnya memarahinya habis habisan.


"Apa kau tuli?!" teriak Angel tepat di hadapan wajah Helmi.


Emosinya memuncak saat sang kekasih tak menanggapi ocehannya, padahal sedari tadi ia tak berhenti menanyai kemana saja Helmi selama ini sampai lupa pulang ke apartemennya.


"Jikapun iya, apa kamu tidak jijik dengan tubuhnya hah?!" ucap Angel dengan nada sinis.


"Apa kamu tidak lelah terus terusan nyerocos sedari tadi?" tanya Helmi menatap Angel dengan santai.


"Dia bukan j****g, lagipula tidak seharusnya kamu terus terusan menempel pada pria yang sudah beristri seperti ku" ketus Helmi yang mulai tak suka dengan kata j***g yang keluar dari mulut orang lain yang tertuju pada sang istri.

__ADS_1


"Whatt? are you crazy honey?" tanya Angel tak percaya dengan jawaban yang Helmi lontarkan.


Kecewa? jelas pria yeng diidamkan oleh ribuan wanita namun memilih bertahan dengannya, lalu sekarang dengan mudahnya Helmi mengatakan seolah olah yang dia lakukan adalah salah. Angel tidak terima jika Helmi menghempaskan nya begitu saja, apalagi mengingat bagaimana perjuangannya membela Helmi mati Matian sampai dirinya rela keluar dari rumahnya hanya untuk tetap bisa tinggal bersama sang kekasih.


"Aku tau kamu lelah karena dengerin ocehan aku, tapi please honey jangan ucapkan kata kata tadi" ucap Angel memeluk Helmi dari samping karena saat ini posisi Helmi masih duduk di kursi kebesarannya.


"Pergilah Angel, aku pikir hubungan kita sudah sampai di sini saja. Aku sudah memiliki istri" ujar Helmi yang mulai merasa tidak enak jika harus tetap berhubungan dengan sang kekasih.


"Hahahahah,,,, kamu bercanda kan?" tanya Angel mencoba menepis kebenaran yang diyakini oleh hatinya.


"Sorry Angel, seperti yang kamu tahu, aku sudah memiliki seorang istri dan sudah sepatutnya juga aku sedikit menghargainya, mengingat bagaimana mahabbah nya dia kepada suaminya padahal aku adalah suami paling bejat di dunia tapi apa kamu tahu bagaimana balasan nya, dia tetap menghormati ku menghargai ku bahkan mampu memaafkan ku, jadi meskipun aku belum mencintainya tapi setidaknya aku harus bisa sedikit menghargainya sebagai seorang istri" ujar Helmi dengan tatapan menerawang namun bibirnya tak mampu berbohong mengingat bagaimana sikap Ali yang begitu menghormati nya sebagai suami.


Terkadang kita lebih nyaman tinggal dengan orang yang menghargai kita di banding orang yang mencintai kita. Di cintai namun tidak di hargai apakah kita merasa nyaman? cinta belum tentu setia, karena rasa cinta bisa saja pudar. Seperti hal nya pasutri zaman sekarang banyak yang menikah karena cinta namun berujung poligami, hanya karena apa? hanya karena mereka lupa prihal harusnya menghargai pasangan ataupun pernikahan di tengah hubungan mereka yang sedang diuji.

__ADS_1


__ADS_2