
"Aku tidak sebodoh itu," sinis Ali beranjak dari posisinya, berdiri tegak dihadapan sang suami dengan tangan yang dilipat di dada.
"Sa--sayangg,,," lirih Helmi tak percaya dengan ucapan sang istri yang tak mempercayainya, "Mengapa kamu gak percaya sayang? di bagian mana yang bikin kamu gak percaya?"
Helmi ketakutan melihat sang istri hanya tersenyum miring sambil geleng-geleng kepala, seolah mengejek ucapannya yang terdengar membual. Ia tahu jika penjelasannya terdengar seperti mencari alibi, tapi ia sama sekali tak berbohong jika ia tak berniat berselingkuh sama sekali.
"Sayang, aku gak mungkin selingkuh dari kamu yang, aku gak bohong sama sekali, percaya sama aku"
Helmi tak memiliki cara lagi ia menggenggam tangan sang istri dan menatapnya penuh harap, ia benar benar ingin istrinya percaya dengan penjelasannya.
"Kamu lihat ini,,, ini semua ulah Angel yang ingin menjebakku" ucap Helmi memperlihatkan rekaman Vidio dimana Angel bersama tiga bodyguard nya membawanya ke sebuah kamar hotel.
"Apa aku harus percaya melihat ini?" tanya Ali terkekeh menertawakan ucapan suaminya, "Kamu pria berkuasa, kalo mau kamu bisa memanipulasi semuanya bukan?"
"Demi Tuhan sayang, aku tidak berniat berselingkuh sama sekali jika aku memiliki kesadaran sedikit saja pada malam tadi aku bersumpah akan menelepon mu baby"
"Mengapa harus aku yang ditelepon? mengapa juga ngomong gak niat nyelingkuhin aku, padahal jelas jelas awal kita nikah kamu masih hubungan sama wanita yang semalem tidur sama kamu? kenapa hah?" sinis Ali menarik kembali tangannya yang di genggam oleh sang suami.
"Jangan bahas itu lagi dong yang, aku malu"rengek Helmi dengan ekspresi seperti anak kecil pada sang istri yang sekarang berkacak pinggang menatapnya dengan sengit.
__ADS_1
"Lagian itu dulu kalo sekarang udah enggak,"
"Apakah istrimu yang bodoh ini harus percaya dengan ucapan suaminya yang tanpa alasan? setelah apa yang anda lakuin semalam dengan mantan kekasih anda haruskah saya percaya jika anda sudah berhenti mengkhianati saya padahal jelas-jelas anda memiliki skill dalam mengelabui wanita, haruskah wanita bodoh ini percaya?" tanpa di undang mata Ali mulai berkaca-kaca menahan sesak yang selama ini ia pendam ia juga seorang wanita yang ingin kejelasan seperti wanita di luar sana.
"Baby---- Stop say It, aku memang bukan pria baik baik, tapi, percayalah aku mencintaimu, aku tidak mungkin mengkhianati mu setelah apa yang kamu berikan ke dalam hdiupku Al" ujar Helmi menarik tubuh sang istri dan membawanya meyasuk ke dalam dekapannya, tangannya terulur mengusap usap punggung sang istri mencoba menenangkan tangis sang istri yang tiba tiba pecah.
"Apa aku harus percaya jika kamu mencintaiku?" tanya Ali dengan pundak yang bergetar hebat.
"Apa kamu masih tidak percaya setelah apa yang aku lakukan untukmu? aku mau berubah karena takut kamu pergi dari kehidupan ku, apakah rasa takut yang selalu aku rasakan tidak bisa membuktikan jika aku mencintaimu?" tanya Helmi.
Mendengar penuturan sang suami, hati Ali bergetar hebat ia tak mampu lagi membendung rasa bahagia yang membuncah seluruh jiwanya. Kini ia benar benar merasakan bagaimana rasanya wanita di luar sana yang di cintai oleh suaminya tidak hanya melalui perlakuan melainkan ucapan penyataan juga yang selalu di nantikan oleh setiap wanita.
"Mungkin dari awal pernikahan kita, aku sudah tertarik pada istri ku sendiri tapi bodohnya aku malah selalu menyangkal perasaaan itu, sampai aku harus menyaksikan bagaimana istriku sendiri menahan tangis karena ulah suaminya yang tidak tahu diri" ucap Helmi menghapus air mata yang masih mengalir di pipi chubby sang istri.
"Apakah ini yang dinamakan sekali mendayung dua pulau terlewati?" tanya Ali cengengesan.
Sedangkan suaminya hanya mengerutkan dahinya ia tidak peka dengan arah pembicaraan sang istri, ia hanya merasa heran dengan mood sang istri yang cepat berubah ubah.
"Maksud mu?" tanya Helmi bingung
__ADS_1
"Iyah, awalnya aku hanya berniat mencari tahu apakah penilaian ku benar atau tidak tentang foto yang Angel kirim, aku merasa janggal dengan ekspresi mata kamu yang tak terbuka, aku tahu jelas bagaimana bibir kamu akan terbuka meski mata tertutup saat aku mamacumu dari atas" ujar Ali menahan rasa ingin tertawanya.
"Lagipula aku tahu, kamu sudah berubah dari sebelumnya, aku hanya ingin mendengar penjelasan dari mu saja, lalu apa tadi katamu? kamu bahkan mengatakan jika kamu mencintaiku, kamu tahu? aku mengharapkan kata itu terlontar dari bibir pedasmu sejak dulu, dimana saat kamu mengambil kesucian ku, aku berharap besar jika kamu akan mengatakan jika kamu mencintaiku akhirnya harapan ku terkabul meski harus menanti lama" papar Ali memeluk sang suami dengan perasaan penuh haru.
"Jadi kamu hanya menjebakku dengan pertanyaan mu yang berbelit-belit hanya karena ingin mendengar ucapan cinta dari ku hm?" tanya Helmi tak percaya dengan sikap istrinya yang tak terduga. Sedangkan Ali ia hanya mengangguk sambil menyengir kuda.
"Kenapa harus berbelit-belit? kenapa gak langsung minta aja? gampang kan? kamu tinggal ngomong ke aku kalo kamu menanti ucapan cinta dari aku, kamu jadi gak usah mendam penasaran sendiri Baby" ucap Helmi mengelus wajah sang istri yang terlihat tampak sedikit lembap.
"Yah gengsi lah, kamunya sih gak pekaan" gerutu Ali mencubit perut keras sang suami.
Melihat sang istri menggerutu entah mengapa terlihat sangat menggemaskan di mata Helmi, tanpa bisa menahan Helmi menarik tengkuk sang istri menyalurkan rasa yang selalu ia halau, ciuman yang biasanya menggebu-gebu karena nafsu kini mereka hanya berciuman dengan halus tanpa nafsu mereka hanya ingin sama sama membuktikan jika mereka tidak hanya menginginkan raga pasangan nya saja melainkan hatinya pula.
"Berjanjilah, mulai saat ini tidak boleh menyembunyikan apapun dariku oke?" tanya Helmi setelah mengakhiri ciuman cinta mereka.
Ali hanya mengangguk setuju karena ia juga membenarkan kata sang suami, mereka memang harus mulai terbuka mulai percaya juga pada pasangan mereka.
Karena saling jujur dan saling percaya percikan api perpisahan yang seharusnya berkobar kini musnah berubah dengan angin sejuk sepoi-sepoi yang membuat keduanya hanyut dalam obrolan ringan namun penuh makna dan tawa.
Memang benar banyak mengobrol dengan pasangan dan saling terbuka hubungan akan semakin kokoh tanpa ada lubang sedikitpun untuk serangga masuk atau sekedar menggigit. Cukup percaya pada pasangan kita menutup mata tanpa mendengar teriakkan dunia yang mengatakan jika pasangan kita tak sebaik yang kita bayangkan.
__ADS_1
Hubungan akan langgeng karena kepercayaan kita masing masing, jika pun yang kita lihat memang menyakitkan namun cobalah untuk mengkonfirmasi tanyakan pada pasangan kita apa itu benar atau tidak dengan kepala dingin dan lapang dada. Meskipun terkadang kita perlu percaya dengan apa yang kita lihat, namun jika yang kita lihat hanya setengah dari cerita apa kita masih bisa menyimpulkan?.