
Kata rindu yang diucapkan Dirga malam ini, membuat Niana mengerti betapa merindunya dia malam ini. Dirga terlihat seolah sedang menahan segala gejolak di dalam dadanya.
"Aku benar-benar merindukanmu dan ingin memelukmu" ucap Dirga dan Niana terlihat sedang menanggalkan jubah tidurnya.Baju tidur yang Niana kenakan nampak mini sekali dan tipis sehingga lekukan tubuhnya tercetak jelas dan tidak mampu menutupi semua bagian tubuhnya.
"Benarkah? serindu apa memangnya?" ucap Niana sambil tiduran tengkurap dan memeluk bantal sehingga payud4r4nya menyembul indah dan menggoda
"Rindu serindu-rindunya" jawab Dirga dengan mata tak berkedip sampai ternganga mulutnya
Posisi Niana berbaring tengkurap dengan baju seksinya bahkan dia sudah tidak memakai bra lagi. Belahan dadanya tercetak indah dan menggairahkan membuat Dirga berulang kali menelan salivanya. Niana sengaja tiduran dengan posisi seperti itu untuk menggoda Dirga. Dia tahu suaminya sedang menahan gejolak rindu yang ingin segera dilepaskan. Dia ingin tahu kenapa beberapa hari yang lalu sebelum dia pergi ke Australi tidak tergoda olehnya saat berpakaian seksi. Bahkan dia sampai mengubur rasa malunya dengan berpose seperti wanita haus belaian agar Dirga mengajaknya bercinta demi bisa segera hamil sehingga tidak mengecewakan Dirga dan keluarganya.
"Lalu apa yang kamu rindukan?" ucap Niana menggigit bibir bawahnya sambil menurunkan tali baju tidur di pundaknya hingga tali itu melorot ke lengannya
"Ck, kenapa kamu nakal sekali? Kamu sengaja kan ingin membangunkan juniorku" ucap Dirga mengulum senyumnya sambil menggusap belakang lehernya
"Tidak, cuaca disini panas jadi aku ingin melepas semua bajuku" ucap Niana menurunkan tali baju dari pundak yang satunya lagi
"Niana, stop sayang. Pakai selimutmu, aku tidak ingin ada orang lain melihatmu seperti ini" ucap Dirga mengusap kasar wajahnya
"Tidak ada orang lain yang melihat, pintu kamar sudah aku kunci. Cuma suamiku yang melihatnya, apakah kamu tidak suka melihat ini" tutur Niana semakin menurunkan baju tidurnya yang masih ditahan menutupi dadanya
"Stop sayang jangan menyiksaku lagi" titah Dirga
"Bagaimana apakah kamu merindukan mainan favoritmu ini" ucap Niana menurunkan baju tidurnya lalu dengan cepat menaikan lagi
"Awas ya kalau kamu nakal lagi, aku akan menghukummu kalau sudah pulang" ucap Dirga mengulum senyum
"Siapa takut?" ucap Niana mencebikan bibirnya sambil menggoyang kepalanya ke kanan dan ke kiri
"Oh sudah berani sekarang. Baiklah saat pulang akan ku gigit semua milikmu tanpa ampun" tutur Dirga
"Paling kamu seperti beberapa hari yang lalu cuma mendiamkanku?" ucap Niana
"Kapan memangnya?" tanya Dirga pura-pura lupa
"Hemm jadi kamu tidak ingat saat aku berpakaian seksi kamu hanya tidur memelukku sampai pagi" ucap Niana merajuk dan meletakan dagunya di atas tangannya yang ada di bantal sambil mencebikan bibir
"Jadi waktu itu kamu menginginkanku?" tanya Dirga tersenyum menyudut karena melihat Niana yang tengah merajuk
"Menyebalkan kenapa tertawa seperti itu" ucap Niana ketus sambil mengerucutkan bibir hingga pipinya menggembung
__ADS_1
"Saat itu aku juga tidak bisa tidur dengan tenang, juniorku sangat tersiksa karena ulahmu dan aku hanya bisa memelukmu karena kamu sedang hamil muda. Aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan si kecil" tutur Dirga
"Jadi seperti itu, aku sudah salah sangka padanya sampai membuatnya tersiksa kasihan sekali juniornya ha ha ha" batin Niana melipat bibirnya ke dalam menahan senyum
"Kenapa tersenyum?" tanya Dirga mengeryitkan dahinya
"Tidak ada, muachh aku sayang kamu" ucap Niana mengerucutkan bibirnya ke layar ponsel seolah mencium Dirga dengan cepat
"Hah kenapa tidak terasa? Coba cium lagi" titah Dirga lalu mengerucutkan bibirnya ke layar ponselnya
"Muuuaacchhh muuaachh muuachh" Niana mengecup-ngecup layar ponselnya beberapa kali
"Rasanya manis sekali, membuatku gemas ingin segera menggigitmu" ucap Dirga
"Aku sudah memberimu ciuman, apakah rindumu sudah terobati. Sekarang tidurlah sudah malam, besok kamu masih harus bekerja" ucap Niana
"Baiklah, selamat malam sayang semoga mimpi indah, muuaachh" ucap Dirga
"Bye-bye muaaacchh" ucap Niana menutup panggilan ponselnya
Keesokan paginya Dirga akan berangkat ke kantornya. Dia sudah berpakaian rapi dengan jaz kerjanya. Nampaknya dia sedang membongkar kopernya mencari berkas yang dia simpan dikoper. Tiba-tiba dia melihat ada sebuah kotak kado kecil yang terselip di dalam koper. Kotak itu berisi gelang rajut yang didominasi warna hitam dan ada inisial D N yang berwarna putih. Diantara inisial D dan N itu ada simbol love ditengahnya berwarna merah hati. Dirga pun langsung menghubungi Niana lewat vidio call karena penasaran dengan gelang itu.
"Itu gelang yang ku buat untukmu" ucap Niana
"Kenapa menyimpanya di dalam koper, tidak memberikan langsung padaku?" tanya Dirga mengernyitkan dahinya
"Maaf, sebenarnya itu hadiah ulang tahunmu tapi karena ulang tahunmu bersamaan dengan hari meninggalnya ayahmu jadi aku menyimpannya di dalam koper. Aku tidak ingin membuatmu sedih waktu itu, rencananya mau aku berikan kapan-kapan saja malah aku jadi lupa memberikannya pada mu" tutur Niana
"Hemm hadiah ulang tahunku sampai lupa memberikannya" ucap Dirga kesal
"Apa kau tidak menyukainya, aku yang merajutnya sendiri. Aku juga membuat untuk ku jadi kita bisa pakai gelang couple yang sama, punyamu warna hitam dan punyaku warna pink seperti ini" ucap Niana menunjukan gelang pinknya yang mirip dengan milik Dirga
"Lucu sekali, aku janji akan memakainya terus. Jadi pakailah juga gelangmu jangan disimpan lagi" titah Dirga memandangi gelangnya dan langsung memakainya
"Jadi kamu menyukainya?" tanya Niana
"Apapun yang dibuat istriku aku pasti menyukainya. Harusnya kamu memberikannya dari dulu" ucap Dirga terus memandangi gelang itu
"Aku senang kalau kamu menyukainya. Baiklah aku juga akan memakainya terus" ucap Niana
__ADS_1
"Baiklah, aku berangkat kerja dulu. Muaachhh" ucap Dirga
"Oke. Muaach" ucap Niana lalu mematikan ponselnya
Setelah mengakhiri panggilan ponsel dari Dirga, Niana langsung pergi mandi karena dia akan berangkat ke toko. Paginya Niana tidak langsung sarapan karena Dirga sedang bekerja dan tidak bisa menerima panggilannya. Jadi Niana hanya sering makan biskuit khusus untuk ibu hamil sebelum sarapan. Dia akan memulai sarapan pukul delapan pagi waktu Jakarta saat Dirga sudah istirahat siang pukul 12.00 waktu Sydney.
Hari ini Renata juga akan pergi, dia terlihat sibuk di ruang tengah sedang menata berkas untuk melamar kerja. Niana pun menghampirinya sambil mengemil biskuitnya.
"Kamu sibuk sekali mau kemana Ren?" tanya Niana duduk di sofa
"Iya kak, hari ini Rena mau melamar kerja di Alexander Corp" ucap Renata masih berkutat dengan berkas-berkasnya
"Alexander Corp? Kamu sudah memikirkannya dengan matang?" tanya Niana lagi
"Iya kak, baru mau masukin lamaran. Diterima atau tidak bisa dipikirkan nanti yang penting aku masukin lamaran dulu" tutur Renata
"Kamu tidak mencoba masukin lamaran di perusahaannya Kak Aska?" tanya Niana
"Sebenarnya aku sudah masukin lamaran di sana, 2 minggu yang lalu. Tapi belum ada panggilan, semoga saja tidak akan pernah ada panggilan kerja di sana" tutur Renata
"Kenapa memangnya?" tanya Niana
"Rena tidak ingin bertemu Kak Aska. Lebih baik tidak bekerja di Askara Company" ucap Renata memasukan berkasnya ke dalam map
"Kenapa tidak mau kerja di Askara Company" tanya Mama Sofi yang tiba-tiba datang
"Rena tidak suka kerja di sana" jawab Renata
"Di sana kamu juga punya tantangan karena perusahaan Askara Company tetap akan menyeleksimu lewat tes juga" tutur Mama Sofi
"Bukan masalah tantangannya ma tapi Rena tidak suka dengan perusahaannya" jelas Renata
"Hemm, ya sudah terserah kamu" ucap Mama Sofi
Mama Sofi sebenarnya ingin Renata kerja di perusahaannya Aska. Selain perusahaan cabangnya dekat dengan rumah, pasti Aska juga bisa membantu mengawasi puterinya. Mama Sofi pun berencana menghubungi Aska untuk menerima lamaran kerja dari Renata. Dia meminta Aska menerima Renata dengan cara apapun agar bisa kerja di perusahaannya.
"Baiklah tante, Aska akan menyuruh pihak HRD untuk memanggil Renata" ucap Aska melalui ponselnya
"Terima kasih ya Aska. Tante benar-benar tidak tahu lagi mau mempercayakan puteri tante yang bandel dan ceroboh itu pada siapa lagi. Disuruh kerja di Sanjaya Group juga tidak mau" ucap Mama Sofi
__ADS_1
"Sama-sama tante, Aska dengan senang hati akan membantu tante" ucap Aska tersenyum bahagia