Sandiwara Cinta Yang Menggemaskan

Sandiwara Cinta Yang Menggemaskan
Episode 73 Ceroboh


__ADS_3

Niana merasa tenang setelah menghubungi Renata. Dia khawatir kalau terjadi perang dunia ke 3 antara Aska dan Renata. Pasalnya dari awal mereka bertemu selalu bertengkar. Sebelumnya dia sudah mengirim chat ke pada Aska. Niana meminta Aska bersikap baik pada Renata karena kalau terjadi apa-apa pada Renata, Niana berkata tidak ingin bertemu dengannya lagi. Beruntungnya Dirga masih tertidur dengan lelap di sampingnya sehingga dia tidak mendengar saat Niana menghubungi Renata yang sedang berada di rumah Aska.


Renata telah selesai menyetrika baju yang akan dipakai kerjanya Aska hari ini, dia menggantungkan baju itu di tiang gantungan. Kini dia memikirkan cara agar Aska mau keluar kamarnya karena dia sudah selesai mengerjakan tugasnya. Sambil berpikir dia melepas kabel setrika yang masih menancap di stopkontak, tanpa sadar dia memegang bagian setrika yang masih panas. Telapak tangannya yang putih mulus terbakar rasa panas hingga memerah seperti kepiting rebus.


"Aaachhhhh panaaaasss" teriak Renata tanganya reflek melempar setrika yang dipegangnya hingga jatuh ke lantai


Aska yang baru saja selesai mandi, mendengar teriakan Renata langsung berlari keluar dari kamarnya dengan rambut yang masih basah dan hanya memakai bathrobenya. Dia melihat Renata meniup-niup telapak tangan kanannya.


"Aach panas sekali" rintih Renata yang masih meniup sambil mengibaskan telapak tangannya


"Dasar bocah ceroboh" ucap Aska yang langsung menarik tangan Renata menuju kitchen sink


Aska memegangi tangan Renata dan meletakan telapak tangan Renata di bawah aliran air kran. Wajah Aska terlihat panik dan kesal. Aska panik bukan karena khawatir dengan tangan Renata yang terluka. Tetapi karena Niana sudah memintanya untuk bersikap baik pada adik iparnya itu. Sementara Renata malah tertunduk sambil tersenyum-senyum melihat sikap Aska yang panik sambil memengangi tangannya.


"Kak Aska romantis sekali, wajah paniknya terlihat menggemaskan." batin Renata mencuri pandang ke wajah Aska


"Apa kamu sangat bodoh, kenapa memegang setrika panas" ucap Aska yang masih memegangi tangan Renata di bawah aliran air


"Aku tidak bodoh cuma salah pegang saja. Ku kira megang gagang setrika ternyata yang ku pegang elemen pemanasnya" ucap Renata sambil melihat bathrobe yang dipakai Aska sedikit terbuka menampakan dadanya. Apalagi rambut Aska yang masih basah belum sempat dikeringkannya membuat dia terlihat semakin tampan di mata Renata. Susah payah Renata menelan salivanya saat melihat dada Aska yang mengintip dari bathrobenya dengan rambutnya yang masih basah.


"Baru hari pertama, kamu sudah ceroboh sekali" ucap Aska menoleh ke arah Renata yang malah tersenyum-senyum hingga membuat Aska kesal sendiri


"Bisa-bisanya dia malah tersenyum, setelah membuatku panik" batin Aska lalu menghempaskan tangan Renata dengan kasar


"Kakak tampan, apa kita sudah selesai main airnya" ucap Renata sambil memercikan sisa-sisa air yang menempel di telapak tanganya ke dalam wastafel


"Ck, kamu pikir aku mengajakmu main air. Sebenarnya kamu itu makhkuk wanita jenis apa?" ucap Aska kesal sambil menyandarkan kedua tanganya di counter table dapur lalu menoleh ke arah Renata


"Aku adalah wanita paling cantik di negeri ini yang akan menemanimu dan menua bersama" ucap Renata mendekatkan wajahnya ke wajah Aska yang menoleh ke arahnya


"Menjauhlah dariku bocah tengil" ucap Aska seraya menjauhkan wajahnya dari wajah Renata yang mendekat dan mendorong dahi Renata dengan ujung jari telunjuknya


"Aku tidak bisa menjauh dari kakak tampan, karena kakak seperti magnet yang selalu menarik-narikku untuk mendekat" ucap Renata

__ADS_1


Aska yang tidak peduli dengan bualan Renata, hanya mengacuhkannya dan berjalan menuju kabinet seperti sedang mencari sesuatu. Dia mengambil sebuah kotak berwarna putih, entah apa isinya. Kemudian dia duduk di kursi ruang makan. Tangannya mengambil sebuah botol tube seperti berisi jelly.


"Berikan tanganmu" ucap Aska sambil membaca keterangan yang ada dalam botol tube yang dipegangnya dan memberikan telapak tangannya yang menghadap ke atas untuk menerima tangan Renata. Dengan secepat kilat Renata menaruh wajahnya di telapak tangan Aska. Dia mengedip-ngedipkan matanya sambil tersenyum saat Aska menatap wajahnya yang telah berada di atas telapak tangan Aska.


"Aku bilang berikan tanganmu kenapa malah menyodorkan muka tengilmu" ucap Aska kesal sambil menggaruk kasar kepala belakangnya


"Maaf kakak" ucap Renata yang langsung memberikan tangan kanannya yang terluka


"Duduk" titah Aska sambil meraih tangan Renata


Aska mulai membuka botol tube yang berisi jelly itu, lalu menuangkannya ke telapak tangan Renata yang terluka dan mengolesnya dengan hati-hati.


"Kak Aska walau terlihat tidak suka pada ku tetapi sangat perhatian. Apakah dia pura-pura tidak menyukaiku karena gengsi mengatakannya" batin Renata yang tak henti-hentinya menatap Aska yang begitu lembut saat mengoleskan jelly di tangannya


"Berhenti menatap seperti itu, aku melakukan semua ini karena tidak ingin Niana marah pada ku dan mengira aku berbuat kasar padamu. Jadi jangan salah sangka" ucap Aska tanpa melihat Renata dan masih fokus mengoles jelly


"Sepertinya kakak tampan sangat menyayangi Kak Niana, beruntung sekali Kak Niana" ucap Renata


"Tidak ada, aku hanya iri saja. Kak Dirga tidak menyayangiku seperti Kak Aska menyanyangi Kak Niana. Dia selalu melarangku ini itu tidak mau mengerti perasaannku. Aku harus selalu tunduk dan patuh padanya. Menyebalkan sekali" ucap Renata dengan pandangan kosong mengingat Dirga yang selalu melarang keinginannya


"Lukamu sudah selesai diobati, sekarang pulanglah" titah Aska yang tidak ingin Renata semakin salah sangka


"Kenapa secepat ini, tapi tugasku memang sudah selesai. Tapi aku masih ingin berlama-lama dengan Kak Aska. Baiklah aku tidak ingin dia marah karena dia sudah perhatian sekali hari ini sampai mengajakku mainan air" batin Renata terkekeh dalam hati


"Oh iya Kak Aska, aku sudah membuatkan nasi goreng untuk mu. Rumah juga sudah aku bersihkan dan bajumu juga selesai aku setrika"


"Baguslah cepatlah pulang" titah Aska


"Aku ingin menemanimu sarapan. Aku sudah menyiapkan dua porsi untuk kita berdua" ucap Renata


"Bungkus makananmu dan makan di rumahmu sendiri" titah Aska


"Aku sudah lapar sekali habis mengerjakan semua tugas dari kakak. Apa kakak mau melihatku pingsan di rumah kakak? Jadi izinkan aku akan makan di sini" ucap Renata menangkupkan pipinya sambil mengedip-ngedipkan matanya

__ADS_1


"Berhentilah menunjukan wajah bodohmu" ucap Aska membuang muka dari pandangan Renata


"Makanlah kalau rasanya keasinan aku bisa memasakan yang lain lagi untuk kakak" ucap Renata mendekatkan sepiring nasi goreng ke depan meja Aska


"Tidak perlu, aku yakin nasi goreng ini sudah enak karena bukan kamu yang memasaknya" ucap Aska mulai menyendok nasi goreng di piringnya dengan kesal


"He he he kalau aku yang masak kak Aska juga tidak mungkin mau memakannya" ucap Renata sambil nyengir kuda


"Selesaikan makanmu dan cepatlah pulang" titah Aska


"Oke, aku akan segera pulang. Terima kasih kakak tampan" ucap Renata bangun dari duduknya lalu mencium pipi Aska dan berlari secepat kilat. Dan Aska hanya mengusap kasar pipinya dengan wajah kesal.


Selesai sarapan Aska langsung masuk ke dalam kamarnya. Karena Renata sudah pergi, dia membiarkan pintu kamarnya terbuka. Terlihat Aska sedang mengeringkan rambutnya, lalu melepas bathrobe yang dipakainya dan akan memakai baju kerjanya. Dia lupa belum mengambil baju kerja yang telah disetrika Renata di ruang loundry.


"Wow... tubuh Kak Aska keren sekali. Dada dan perutnya kotak-kotak" batin Renata yang telah berdiri di depan pintu kamar Aska


"Apa yang kamu lakukan di sini, bocah tengil" seru Aska yang panik dan segera memakai kembali bathrobenya yang tergeletak di atas kasur saat melihat Renata ada di dalam kamarnya


"Aku hanya ingin mengantarkan baju Kak Aska saja" ucap Renata meletakan baju milik Aska di atas kasur


"Bukankah kamu sudah pulang, apa kamu ingin mengintipku?" ucap Aska kesal sambil berkacak pinggang dan mendekati Renata


"Tidak, aku tadi ke toilet sebentar terus teringat ponselku yang masih tertinggal di ruang loundry. Dan aku lihat baju Kak Aska belum diambil jadi aku bawakan ke kamar kakak. Karena pintunya terbuka aku langsung masuk"


"Kamu ini wanita jenis apa? Tidak tahu malu masuk ke kamar laki-laki dengan beraninya. Jangan kamu pikir aku akan berbaik hati terus dengan sikapmu. Atau kamu ingin aku macam-macam dengan tubuhmu?" ucap Aska yang semakin mendekat ke arah Renata hingga punggung Renata tersungkur di kasur dan kakinya masih menjuntai di lantai. Dan Aska berada di atasnya dengan posisi setengah membungkukkan punggunnya dan menggunakan kedua tanganya untuk bertopang di antara tubuh Renata.


"Apa yang mau kakak lakukan?" ucap Renata sedikit takut


"Segeralah pergi dari rumahku kalau tidak ingin aku berbuat macam-macam pada tubuhmu" gertak Aska yang membuat Renata segera bangun dan mendorong tubuh Aska ke samping lalu berlari meninggalkan kamar itu secepatnya.


"Dasar bocah tengil, ternyata dia hanya bermulut besar saja" batin Aska dengan senyum menyudut saat melihat Renata lari ketakutan


Renata pun segera pulang ke rumah karena gertakan Aska membuatnya sedikit khawatir kalau Aska akan berbuat sesuatu yang tidak diinginkannya. Dia yang biasanya berani dan tak tahu malu saat menggoda Aska, kini terlihat lemah dan takut saat Aska mendekatinya dan berkata akan berbuat macam-macam dengannya.

__ADS_1


__ADS_2