Sandiwara Cinta Yang Menggemaskan

Sandiwara Cinta Yang Menggemaskan
Episode 94 Diskusi Rahasia


__ADS_3

Semangkuk bubur akhirnya dihabiskan oleh Niana. Setelah merasa kenyang dan istirahat sebentar, mual dan pusingnya mulai berkurang. Niana terlihat duduk di atas karpet yang ada di depan rak telivisi. Dia mulai mengeluarkan buku-buku yang masih ada di dalam kantong plastik dan akan menantanya di bawah rak telivisi yang ada di kamarnya. Mungkin dengan membuat kesibukan bisa membuang perasaan khawatir yang menyelimuti pikirannya tentang kejahatan yang akan dilakukan oleh pemilik sapu tangan merah.


Tetapi rasa khawatir tetap belum juga hilang dari hatinya. Tangannya pun mulai berhenti mengeluarkan buku dari kantong plastik dan memikirkan apakah ada hubungan antara suara yang seperti tak asing di telinganya, sapu tangan merah yang tertulis namaTania dan perkataan orang yang merencanakan pembunuhan yang katanya hanya tinggal besok. Kedua netranya terlihat memandang jauh dengan tatapan memikirkan sesuatu.


Sedangkan Dirga sudah selesai mandi dan memakai piyamanya. Dia mendekati Niana yang tengah sibuk dengan tumpukan buku-bukunya tetapi dia terlihat seperti melamun.


"Hemm apa yang kamu pikirkan?" tanya Dirga yang mulai duduk di depan Niana


"Sayang aku khawatir dengan rencana kejahatan yang akan dilakukan pemilik sapu tangan merah itu, karena dia mengatakan pembunuhan itu akan dilakukan besok" ucap Niana


"Besok? Kalau suara yang didengar Niana dan pemilik sapu tangan merah adalah orang yang sama, apakah benar orang itu Paman Yan. Lalu ada hubungan apa Paman Yan dengan Tania? Apakah Paman Yan punya musuh? Dan besok dia berencana membunuh siapa? Besok aku harus terbang ke Australi bagaimana aku akan menyelidikinya dan sebenarnya siapa targetnya? Aku harus segera meminta Ken menyelidikinya" batin Dirga


"Bukankah aku sudah bilang kamu tidak usah memikirkannya lagi. Kamu sendiri sedang pusing kenapa menata buku-buku itu, istirahatlah. Biar besok Rumi yang menatanya" ucap Dirga mengalihkan pembicaraan karena tidak ingin membuat Niana khawatir


"Pusingku sudah hilang jadi aku ingin menata buku-buku ini" ucap Niana fokus kembali dengan buku yang ditatanya

__ADS_1


"Baiklah aku mau makan dulu" ucap Dirga mulai beranjak dari tempat duduknya


"Apa kau mau aku temani makan?" tanya Niana mendongakan wajah ke arah Dirga


"Tidak usah karena Ken sudah menungguku dibawah. Kita mau membahas masalah pekerjaan di Australi besok. Sibuklah dengan buku-bukumu" titah Dirga mengacak rambut Niana dan langsung meninggalkan kamar sambil membawa sapu tangan merah yang tergeletak di atas nakas


Malam itu Dirga menyuruh Mr Ken menemuinya di ruang kerja pribadinya yang ada di lantai bawah. Dirga jarang berada di ruang kerja pribadinya itu kecuali ada hal penting yang ingin didiskusikan. Perkataan Niana tentang rencana pembunuhan yang akan dilakukan oleh orang yang memiliki sapu tangan merah membuatnya harus waspada. Dia harus mendiskusikannya dengan Mr Ken untuk mengungkap siapa sebenarnya pemilik sapu tangan merah itu dan siapa target dari rencana kejahatannya. Pasalnya, Dirga curiga pemiliki sapu tangan merah dan suara yang Niana dengar adalah Paman Yan, ayahya Mr Ken.


Setelah Dirga mengiriminya pesan singkat pada Mr Ken tentang apa yang dialami Niana. Tidak lama kemudian Mr Ken datang dan langsung menemui Dirga yang sudah duduk di kursi ruang kerja pribadinya. Dirga menceritakan semuanya pada Mr Ken, hingga Mr Ken sedikit bingung.


"11 tahun yang lalu? Artinya dalam hari dan tanggal yang sama kita melihat sapu tangan itu. Waktu itu aku melihat sapu tangan merah yang terjatuh dari saku Paman Aryan. Sepertinya waktu itu Paman Yan mengurungkan niatnya untuk memberikan kadonya karena Paman Yan pergi mengantar ayah ke Surabaya. Aku juga sempat membaca nama yang tertulis di sapu tangan itu. Tetapi aku hanya melihat kata TANI.. kata selanjutnya aku tidak tahu karena Paman Yan langsung merebutnya. Lalu siapa Tania yang tertulis di sapu tangan ini?" ucap Dirga beranjak dari kursinya


"Jika kado itu diberikan untuk hari ulang tahun seseorang artinya tanggal waktu itu bisa menentukan siapa orangnya, tuan. Sayangnya saya tidak ingat tanggal berapa waktu itu. Tetapi saya hanya ingat waktu itu hari Minggu bulan Agustus karena saat itu saya mendengar pertengkaran Pak Aryan dengan Ibu Marina saat saya akan mengajak Ibu Marina berkunjung ke panti. Biasanya kami berkunjung ke panti tiap hari Minggu. Bisa saja nama Tania yang tertulis di sapu tangan ini adalah Tania Agustina mantan anda, tuan. Saya curiga karena saat mendengar Tania meninggal wajah Pak Aryan terlihat sedih sampai beliau tidak mendengar waktu Tuan Muda memanggilnya untuk mengantarkan Nyonya Besar dan Renata melayat Tania. Apakah tuan masih ingat?" ucap Mr Ken


"Kamu benar Ken, aku juga curiga waktu Paman Yan yang saat itu mengatakan sedang tidak enak badan tapi saat aku mengatakan menyuruhnya untuk mengantar mama dan Renata untuk melayat Tania, Paman Yan langsung bilang badannya sudah lebih baik. Dan saat memberikan penghormatan terakhir pada Tania, Paman Yan terlihat lama sekali keluar dari ruang peti jenazah Tania. Seingatku ulang tahun Tania tanggal 5 Agustus 1995. Kalau sekarang tahun 2023 jadi 11 tahun yang lalu tahun 2012. Ken, coba kamu cek tahun 2012 yang lalu hari Minggu bulan Agustus apakah benar tanggal 5 seperti hari ulang tahun Tania?" titah Dirga dan Mr Ken langsung membuka ponselnya untuk menelusuri kalender di ponselnya pada tahun 2012.

__ADS_1


"Benar tuan, hari Minggu bulan Agustus 2012 jatuh di tanggal 5" ucap Mr Ken menelan salivanya


"Artinya Tania benar-benar anak Paman Yan dengan Nyonya Fenita? Lalu siapa target yang ingin dia singkirkan? Mungkinkah Tuan Ferdinan ayah tiri Tania? Ataukah orang lain? Lalu apa alasan Paman Yan sampai harus berbuat kriminal?" ucap Dirga melioat kedua tangannya di depan dada


"Saya akan menyelidikinya lebih lanjut, tuan. Sebaiknya kita harus waspada dan hati-hati. Karena target belum jelas dan apa alasan Pak Aryan melakukan kejahatan berencana. Saya juga tidak ingin melihat Ibu Marina sedih kalau tahu Pak Aryan sudah berbuat kriminal" ucap Mr Ken


"Baikalah Ken sementara rahasia ini hanya kita yang tahu" ucap Dirga


"Lalu bagaimana rencana untuk terbang ke Australi besok siang, tuan?" tanya Mr Ken


"Tetap lanjutkan sesuai rencana. Perketat keamanan untuk kita dan keluarga Sanjaya. Suruh seseorang untuk terus mengawasi Paman Yan. Aku percayakan semua pada mu untuk memikirkan masalah ini. Kamu boleh pulang sekarang" titah Dirga


"Baik tuan, permisi" ucap Mr Ken segera pulang setelah melakukan diksusi rahasia dengan tuannya


Mr Ken pun harus segera membereskan segala kekacauan yang telah dilakukan oleh ayah angkatnya yaitu Paman Yan. Dia juga harus memikirkan cara untuk memperketat keamanan keluarga Sanjaya. Sepertinya Mr Ken super sibuk mulai malam ini, apalagi besok dia juga harus terbang bersama Dirga ke Australi untuk membereskan masalah perusahaan yang ada di sana.

__ADS_1


__ADS_2