Sandiwara Cinta Yang Menggemaskan

Sandiwara Cinta Yang Menggemaskan
Episode 40 Tak tik menikahi Niana secara resmi


__ADS_3

Sudah 3 hari ini Dirga sering terlambat ke kantor karena harus mengurus rumah dulu dan pulang malam. Niana pun tidak jadi mengundurkan diri karena dia membutuhkan uang untuk membantu keluarganya. Saat di kantor Dirga dan Niana sepakat menyembunyikan hubungannya karena Dirga tidak ingin Niana digosipkan yang aneh-aneh lagi. Apalagi saat ini dia tinggal satu atap dengan Niana, takutnya akan jadi gosip yang lebih heboh lagi.


Sebenarnya Niana ingin segera pulang ke Surabaya menemui ayahnya. Tetapi Dirga ada di rumahnya, dia takut Dirga tahu dan akan ikut ke Surabaya. Niana bingung bagaimana harus menjelaskan pada ayahnya kalau Dirga amnesia lagi dan tinggal bersamanya lagi. Walau dia tidak bisa membantu banyak, tetapi dia ingin memberi semangat untuk keluarganya. Askapun juga belum bisa pulang ke Indonesia.


Niana sangat khawatir dengan keadaan keluarganya. Dia juga bingung harus berbuat apa untuk mendapatkan uang agar perusahaan ayahnya bisa diselamatkan. Apalagi tabungan untuk terapi untuk ibu Arini hanya bisa digunakan 2 kali lagi. Sedangkan adiknya Liana mau masuk SMA dan butuh biaya banyak. Belum lagi biaya untuk menggaji para pelayan di rumah.


"Hemm, apa yang sedang kamu pikirkan" suara Dirga membuyarkan lamunan Niana yang tengah duduk di ayunan


"Tidak ada" jawab Niana singkat


"Apakah kamu ingin pulang ke Surabaya menemui ayahmu?"


"Darimana kamu tahu?"


"Ken yang memberi tahuku. Apa yang ingin kamu lakukan disana. Apakah kamu punya banyak untuk menyelamatkan perusahaan ayahmu"


"Setidaknya saya bisa memberi kekuatan dan semangat untuk mereka walau tidak memiliki uang banyak"


"Baiklah, pergilah temui ayahmu. Aku tidak akan melarangmu" ucap Dirga


"Niana aku juga akan ikut bersamamu dan akan membantu perusahaan ayahmu walau pun kamu akan menolaknya. Aku juga akan menikah denganmu di Surabaya" batin Dirga


Sebelumnya Dirga sudah menghubungi ayahnya Niana. Dirga meminta maaf pada Pak Hadi atas kesalahannya pada puterinya dan mengatakan ingin menikah dengan Niana. Dirga juga menawarkan bantuan kepada Pak Hadi untuk membantu perusahaanya. Tetapi Pak Hadi tidak bisa menerima bantuan dari Dirga. Semua keputusan diserahkan pada Niana. Jika Niana memutuskan menerima bantuan Dirga, makan Pak Hadi baru bisa menyetujuinya.


Tetapi Pak Hadi yakin puterinya tidak akan mau menerima bantuan dari Dirga. Pak Hadi sangat mengenal Niana, dia tetap akan berdiri sendiri sesusah apapun itu. Apalagi sejak kecil Niana sudah terlatih hidup mandiri tanpa orang tua. Dia tidak akan mudah menerima uang secara cuma-cuma. Dirga pun juga tahu tentang itu, bahkan uang kompensasi yang mamanya berikan pada Niana sebanyak 3 milyar saja malah dia donasikan. Tak patah akal Dirga tetap akan memikirkan bagaimana agar Niana mau menerima bantuan untuk menyelamatkan perusahaan ayahnya.


Saat di kantor Niana mendapat kabar dari Ibu Arini kalau ayahnya mengalami serangan jantung karena melihat para karyawannya berdemo di depan perusahaan untuk minta gaji dan pesangonnya segera dibayarkan dalam waktu 2 hari lagi. Kalau tidak mereka akan merusak gedung perusahaan. Ayahnya harus menjalani operasi secepatnya. Pikirannya benar-benar sedang dihimpit berbagai masalah. Dia bingung harus mencari uang kemana. Akhirnya Niana berencana meminjam uang pada Dirga.


"Niana tolong segera ke ruangan Tuan Dirga? Ada masalah besar" ujar Mr Ken melalui ponselnya

__ADS_1


"Ada apa Mr Ken?"


"Segeralah datang nona, Tuan Dirga menunggu anda"


Niana pun bergegas masuk ke ruang kerja Dirga. Dirga duduk di kursinya tampak marah, sorot matanya seperti tatapan elang yang sangat tajam mengarah ke Niana.


"Duduk" titah Dirga


"Ada apa Pak Dirga"


"Apa ini?" seru Dirga menghempaskan sebuah map yang berisi berkas tentang pernikahan palsunya


"Maaf saya hanya mengikuti perintah mama anda waktu itu" ucap Niana kaget setelah membaca berkas yang menyatakan bahwa dia telah setuju melakukan pernikahan palsu dengan Dirga


"Kalau begitu kita ke KUA besok pagi. Kita menikah secara resmi besok. Aku tidak ingin kalian membohongiku lagi dengan pernikahan palsu" ucap Dirga yang sebenarnya sudah tahu kalau pernikahannya memang palsu setelah amnesianya sembuh dan sekarang dia berpura-pura amnesia lagi agar bisa menikah resmi dengan Niana.


"Tidak bisa"


"Saya akan ke Surabaya besok pagi"


"Baguslah kita bisa sekalian menikah di sana"


"Baiklah kalau kamu ingin menikah denganku. Pinjamkan uang padaku, aku harus membantu ayahku agar bisa segara dioperasi dan membayar gaji para karyawannya"


"Apa yang terjadi pada ayahmu" tanya Dirga pura-pura tidak tahu


Sebenarnya Dirga sudah mengirim orang untuk membantu ayahnya Niana. Uang untuk membayar gaji para karyawan yang berdemo dan untuk operasi ayahnya sudah diberikan oleh orang suruhan Dirga kepada Ibu Arini. Ibu Arini akhirnya terpaksa mengambil keputusan untuk menerima bantuan uang dari Dirga tanpa persetujuan Niana karena sudah menyangkut nyawa suaminya. Operasinya kini sedang dilakukan setelah ibu Arini mengabari Niana kalau ayahnya kena serangan jantung.


"Ayahku kena serangan jantung karena karyawannya berdemo meminta gajinya segera dibayar dengan mengancam akan merusak kantor jika tidak dibayar 3 hari lagi" ucap Niana berlinang air mata

__ADS_1


"Baiklah aku akan meminjamkanmu uang untuk operasi ayahmu dan untuk membayar gaji karyawannya"


"Terima kasih, saya akan mengembalikan uang anda dengan mencicilnya" ucap Niana mengusap air matanya dan tersenyum kecil


"Tapi dengan perjanjian kamu harus menikah denganku di Surabaya besok. Kita akan menikah di depan keluargamu dan keluargaku. Aku ingin menikah secara resmi dan sah"


"Baiklah tapi kalau anda tidak mencintaiku lagi seperti sekarang, saat amnesia anda sembuh maka kita harus bercerai"


"Aku selalu memcintaimu dan tidak akan pernah meninggalkanmu" ucap Dirga percaya diri karena Dirga memang tidak amnesia. Semua dilakukan dalam keadaan sesadar-sadarnya


"Omong kosong, dulu anda juga berbicara manis seperti itu. Faktanya setelah sembuh anda meninggalkan saya bahkan tidak ingat siapa saya"


"Terserah anda. Anda bebas berkata apa saja. Kapan anda akan memberikan uang yang anda pinjamkan karena saya sedang butuh secepatnya"


"Ken apakah kamu sudah mengurusnya"


"Baru saja saya transfer tuan"


"Benarkah, saya belum menyebutkan berapa nominal yang saya pinjam"


"Nona, tolong dicek pesan di ponsel Anda. Saya barusan mengirim uang yang ingin anda pinjam, pasti sudah cukup untuk mengaji 150 karyawan di perusahaan ayah anda dan untuk operasinya serta untuk menstabilkan perusahaan. Totalnya 10 milyar" ucap Mr Ken


"Apa, kenapa banyak sekali? Apa kamu sudah menghitungnya dengan benar" ucap Niana


"Silahkan dilihat rinciannya nona" ucap Mr Ken menyerahkan selembar kertas yang baru diambil dari alat print


"Uang sebanyak 10 milyar bagaimana aku akan mengembalikannya? Apa aku mampu mengembalikan pada Dirga"


"Tapi ini terlalu banyak" ucap Niana

__ADS_1


"Kamu cukup persiapkan diri untuk pernikahan kita besok, sudah jangan banyak berpikir. Ken pasti sudah menghitungnya dengan baik" ucap Dirga mengusap-usap ujung kepala Niana


"Sebenarnya Tuan Dirga sudah memberikan uang 10 milyar pada ibu anda. Tapi dia mengirimkan 10 milyar lagi pada anda nona" batin Mr Ken


__ADS_2