Sandiwara Cinta Yang Menggemaskan

Sandiwara Cinta Yang Menggemaskan
Episode 56 Bertengkar


__ADS_3

Niana masih mendesah dengan tidak tahu malu sampai mengusir akal sehatnya yang entah sudah pergi kemana. Bagaian yang melekuk-lekuk indah milik Niana itu memang sudah menjadi area favorit Dirga. Dia sengaja berlama-lama di situ sambil sesekali memandangi wajah Niana.


"Niana, kamu menggemaskan sekali" ucap Dirga memandangi wajah Niana yang sedang memejamkan mata dan mulutnya terus mendesah lalu kembali membenamkan wajahnya di antara lekukan yang membuatnya gemas


"Dirga....emmmh" Niana melenguh


"Kenapa aku menikmati sentuhan Tuan Tengil ini. Benar-benar mulutku sudah tak tau malu, bahkan sudah berani mendesah menjijikan" batin Niana


Tiba-tiba ponsel Dirga yang tergeletak di atas nakas, berdering kencang menghentikan langkahnya saat akan membuka tali bra yang dipakai Niana. Tetapi Dirga tak mempedulikannya. Karena deringan ponsel itu semakin lama membuat pikirannya tidak fokus, hingga memecah kosentrasinya pada pemandangan indah di depan matanya. Dengan satu tangan Dirga mematikan ponselnya yang masih berdering menggelitik gendang telinganya tanpa melihat layar ponsel sambil tetap menciumi Niana. Suara ponsel menyebalkan itu berdering kembali, mata Dirga terpejam kesal seakan ingin memaki siapa orang yang tengah mengganggunnya yang sudah kepalang basah.


Akhirnya tangan Niana meraih ponsel Dirga yang masih berdering itu. Nianapun terkejut saat melihat siapa yang memanggil Dirga lalu menyerahkan ponsel itu padanya. Kecewa, terluka dan merasa terbuang saat dihadapkan dengan kenyataan bahwa Tania wanita yang Dirga cintai itu tengah menelfonnya. Dirga pun langsung mematikan ponselnya. Niana menutup kancing bajunya dan beranjak dari ranjang karena sadar diri bahwa dia bukanlah orang yang penting dalam hati Dirga.


"Sadar Niana kamu hanya debu yang tak berarti. Manusia seperti Dirga pun mungkin tak sudi ditempeli oleh debu sepertimu. Tania lah satu-satunya wanita yang dia cintai, dan aku hanya mainannya yang akan dibuang kalau sudah bosan" batin Niana


"Niana, kamu mau kemana?" ucap Dirga meraih tangan Niana yang sudah berdiri di samping ranjang


Tiba-tiba telefon itu pun berdering kembali.


"Terima saja panggilan telefonnya, aku mau mandi" ucap Niana melepas tangan Dirga dari tangannya


Akhirnya Dirga pun keluar menuju balkon untuk menangkat panggilan Tania. Sedangkan Niana yang masuk ke ruang ganti langsung terduduk sedih di kamar mandi menyadari Dirga bukanlah untuknya. Dia menumpahkan semua air matannya yang sudah tidak bisa dibendung lagi karena semakin sadar dirinya siapa semakin sakit pula hatinya.


"Ada apa Tania?" ucap Dirga


"Kenapa mematikan ponsel, aku hanya ingin mengingatkanmu, besok kamu jadi datang kan ke Wonderly Cafe?" tanya Tania

__ADS_1


"Iya" jawab Dirga singkat


"Baiklah, aku hanya ingin memastikan, besok aku tunggu kamu jam 8 malam"


"Oke"


"Bye, sampai jumpa besok" ucap Tania dan langsung mematikan panggilannya


"Tania menyebalkan sekali, kenapa menelponku disaat yang tidak tepat" batin Dirga kesal lalu masuk kembali kamar


Niana sudah terlihat sedang mengeringkan rambutnya di depan meja rias. Dia juga sudah berpakain rapi dan akan berangkat ke tokonya. Tak ada sepatah kata pun yang dia katakan pada Dirga setelah Dirga menerima panggilan dari Tania.


"Apakah kamu mau ke toko" tanya Dirga duduk berjongkok di samping Niana yang sibuk mengepang rambutnya


Niana pun hanya diam seribu bahasa tanpa mau menjawab atau melihat ke arah Dirga.


"Katakanlah apakah kamu marah karena cemburu?" ucap Dirga


"Kalau ku katakan aku memang cemburu, kamu akan senangkan. Memang ini kan yang kamu inginkan? Melihatku menderita agar aku mengemis hatimu. Setelah kamu berhasil mendapatkan hatiku lalu kamu akan pergi dan kembali pada Tania. Aku tidak akan membiarkanmu memenangkan sandiwara ini dengan menyisakan luka untukku, setidaknya aku yang akan menceraikanmu duluan setelah aku mendapatkan bukti kalau kamu dan Tania masih berhubungan" batin Niana sambil memakai lipstiknya


"Niana bilanglah kalau kamu cemburu" ucap Dirga ingin tahu perasaan Niana yang sebenarnya


Niana tak menanggapi perkataan Dirga sama sekali dan langsung beranjak dari kursi setelah selesai merias diri dan mengepang rambutnya. Kakinya melangkah menuju pintu kamar dan mulai membuka pintu. Dirga yang merasa kesal karena didiamkan seperti itu, langsung mengikutinya dari belakang dan dengan cepat menutup pintu kamar. Niana pun berbalik badan ke arah Dirga. Dirga menyandarkan kedua lengan Niana pada pintu. Dan posisi Niana ada ditengah-tengah kedua tangan Dirga.


"Katakan kenapa kamu diam?" ucap Dirga dan Niana memalingkan wajahnya

__ADS_1


"Baiklah kalau kamu tetap diam, aku akan membuat mulutmu terbuka" ucap Dirga lalu mencium bibir Niana


"Lepaskan" seru Niana


"Kalau begitu katakanlah aku tidak ingin kamu mendiamkanku, katakanlah kalau kamu memang cemburu" titah Dirga


"Dirga berharap sekali aku cemburu, apakah dia ingin tahu kalau dia telah memenangkan hatiku" batin Niana


Niana merasa sudah terjebak dalam rayuan manis Dirga. Bahkan dia membungkus rayuan manisnya dengan sentuhan lembut memabukan, yang sekarang membuatnya jijik sendiri jika mengingatnya.


"Baik, aku katakan aku tidak cemburu sama sekali" ucap Niana


"Lalu kenapa kamu tiba-tiba mendiamkanku?"


"Kamu bilang telah hilang ingatan lagi dan hanya mengenaliku sebagai istrimu lalu memaksa menikah lagi secara resmi. Ternyata kamu juga masih ingat Tania? Kamu pikir aku tidak tahu selama ini kamu bersandiwara untuk menipuku dengan menikah denganku" ucap Niana dengan bibir gemetar sedangkan tangannya menggenggam kuat bajunya karena takut


"Aku memang pura-pura amnesia karena aku tidak ingin kamu pergi dari hidupku. Dan semua ini tidak ada hubungannya dengan Tania"


"Iya, Tania memang tidak ada hubungannya dengan sandiwaramu. Jadi kamu mengikatku hanya untuk membuatku menderita karena dendam mu pada ku saat kamu amnesia dulu"


"Dengarkan aku, rasa dendam itu sudah aku buang sejak perasaan cintaku telah mengalahkan rasa dendamku. Aku memang mencintaimu dan menikahi mu karena perasaan cinta"


"Lalu kenapa kamu harus ke luar kamar saat menerima panggilan dari Tania? Kalau kamu ingin kembali padanya, lebih baik kita segera cerai saja kenapa harus membuatku menderita"


"Aku mencintaimu dan tidak akan pernah menceraikanmu ingat itu" ucap Dirga tiba-tiba marah mengepalkan tangan kanannya dan menghantam pintu saat Niana mengucapkan kata cerai

__ADS_1


Niana kaget dengan hantam tangan Dirga. Dia memerosotkan punggungnya bersandar di belakang pintu hingga terduduk memejamkan mata meratapi nasibnya yang menyedihkan. Rasa bingung harus percaya dengan perkataan Dirga atau tidak kini berkecamuk di dalam hatinya. Pasalnya Dirga juga tidak pernah mempublikasikan pernikahannya selama ini. Diam-diam Dirga juga masih berhubungan dengan Tania. Air mata pun bergulir membasahi pipinya. Diusapnya butiran bening yang mengalir di pipinya karena tidak ingin terlihat para pelayan rumah. Sarapan pagi pun dia lewatkan karena untuk menelan salivanya sendiri saja terasanya susah.


Di bawah guyuran air shower, Dirga mengusap kasar wajahnya karena marah saat mengingat kembali kata cerai dari Niana. Bahkan Niana sudah tahu kalau dia pura-pura hilang ingatan yang membuat Niana salah paham. Sialnya Niana mengira Dirga menikahinya untuk menipunya. Entah Niana percaya atau tidak dengan penjelasaan yang sudah dia katakan. Tangan Dirga menghantam dinding kamar mandi seolah ingin melampiaskan kemarahannya. Dirga merasa Niana tidak bisa merasakan kepedulian yang selama ini telah dia berikan padanya memang sungguh-sungguh mencintainya. Bahkan kata cerai terucap dari bibir Niana yang membuat hatinya terluka. Kata yang paling dia benci dalam hidup berumah tangga itu malah dilontarkan dari mulut Niana sendiri. Harus bagaimana lagi Dirga mengungkapkan bahasa perasaanya.


__ADS_2