
Maaf untuk para reader-reader ku 🙏 kalau novel "Sandiwara Cinta Yang Menggemaskan" telat update beberapa hari ini. Karena saya baru kehilangan suami tercinta. Saya benar-benar merasa dejavu dengan novel yang saya tulis sendiri ini. Kehilangan orang yang dicintai rasanya memang seperti kehilangan separuh hidup saya. Apalagi saya melihat sendiri bagaimana proses suami saya yang meninggal mendadak di depan mata kepala sendiri. Menolongnya dengan segala cara saya lakukan agar dia bisa bertahan dan RJP/pompa jantung juga sempat saya lakukan tetapi dia lebih senang kembali ke atas menemui Zat Yang Maha Pengasih, seperti yang selalu sering dia katakan pada saya bahwa dia siap dipanggil kapan saja dan jangan gantungkan hidupmu pada manusia. Dia selalu berkata seperti itu seolah sudah sangat merindukan Zat Yang Memberinya Hidup. Runtuh jiwa raga saya saat itu juga, tapi takdir sudah digariskan seperti ini. Rasanya saya belum bisa menjadi istri yang baik untuk suami saya, saya benar-benar menyesal sekali. Sekarang hanya doa yang terbaik untuknya yang bisa saya berikan kepada beliau. Semoga suami saya husnul khotimah, aamiin. Alhamdulillah saya masih dikaruniai putra semata wayang yang bisa menghibur saya. Saya tidak menyangka suami saya pergi secepat ini dan mendadak. Jadi mohon maaf jika cerita yang saya update terlambat.
Semoga kalian tetap semangat membaca novel saya. Agar saya juga semangat untuk menuliskan cerita untuk kalian. Semoga kalian tetap menyukai ceritanya. Happy reading dan jangan lupa beri dukungan kepada saya dengan like, komen, vote, 5 bintang, beri hadiah untuk memberi suntikan semangat. Terima kasih atas dukungan kalian yang selama ini masih setia membaca novel saya🙏
Setelah Niana membalikan badannya sambil bersedekap dada. Reval segera membuka bajunya dan bertelanjang dada. Semua mata tertuju ke arah punggung Dirga kecuali Niana yang telah membalikan badan agar tidak melihatnya bertelanjang dada. Mereka pun terkesiap saat tahi lalat hitam bercokol di punggungnya. Tak disangka sama sekali bahwa kembaran Dirga yang bernama Arga masih hidup.
"Mama, dia benar-benar Kak Arga. Dia punya tahi lalat di punggungnya" ucap Renata
"Iya kamu benar. Dia memang Arga puteraku. Arga, mama ingin memelukmu lagi" ucap Mama Sofi sambil meraba tahi lalat yang ada di punggung Reval lalu memeluknya
"Mama, aku memang Arga. Aku ingin mama percaya pada ku" ucap Reval memeluk mamanya dengan mata berkaca-kaca
"Dia benar-benar Tuan Arga. Sulit sekali untuk dipercaya karena aku sendiri yang telah membawa tubuh Tuan Arga ke liang lahat!?" ucap Paman Yan
"Mama percaya padamu sayang, kamu memang Arga anak mama. Mama tidak menyangka kalau kamu masih hidup" ucap Mama Sofi sambil menciumi wajah Arga dengan penuh isak tangis
"Mama, apakah mama bisa memaafkan ibu saya Elisa. Dia telah merawat saya sejak kecil dengan baik?" ucap Reval memohon
"Baiklah saya memaafkannya. Tapi mama minta kamu tinggal di sini di rumah Sajaya. Untuk Ibu Elisa maaf saya tidak bisa menerima anda tinggal bersama kami. Maaf dari saya seharusnya sudah cukup daripada saya memasukan anda ke penjara dan saya akan mengganti biaya yang telah anda keluarkan untuk merawat anak saya Arga" ucap Mama Sofi
"Terima kasih nyonya. Saya bersyukur sekali walau tidak bisa tinggal bersama Reval lagi" ucap Ibu Elisa
"Ibu, Reval akan menyempatkan untuk berkunjung ke rumah. Terima kasih atas apa yang telah ibu berikan pada Reval selama ini" ucap Reval
__ADS_1
Mendadak Mr Ken datang dengan membawa sebuah map memasuki pintu rumah. Reval pun mulai memakai bajunya kembali. Dia terkesiap saat melihat seseorang yang ada di hadapannya. Map yang dibawanya pun jatuh ke lantai. Reval pun membantunya mengambilkan map yang teronggok di lantai itu. Dia memberikannya pada Mr Ken yang masih terdiam kaget.
"Tuan Dirga" ucap Mr Ken lirih
"Maaf saya bukan Dirga. Perkenalkan saya Reval" ucap Reval mengulurkan tangannya pada Mr Ken
"Saya Mr Ken asisten pribadinya Tuan Dirga" ucap Mr Ken
"Mr Ken sebaiknya kita batalkan saja pembacaan surat wasiat itu karena adiknya Dirga masih hidup. Jadi sebagai orang tuanya saya meminta Arga yang akan mengambil alih jabatan di Sanjaya Group"
"Tidak nyonya surat wasiat ini harus tetap saya sampaikan karena Nona Niana dan anaknya berhak mendapatkan warisan yang sudah Dirga katakan. Kalau nanti ada perubahan yang ingin anda sampaikan, kita bisa memikirkannya lagi karena ini juga menyangkut adik Tuan Dirga yang ternyata masih ada" ucap Mr Ken
Surat wasiat dari Dirga mengatakan bahwa Niana dan anaknya mendapatkan saham Sanjaya Group sebesar 60% dan 60% aset kekayaan lainnya. Sedangkan Mama Sofi dan Renata masing-masing mendapatkan saham perusahaan 20% dan masing-masing mendapatkan 20% aset kekayaan lainnya.
Karena Arga masih ada maka surat wasiat itu diubah. Mama Sofi mengusulkan kepada Mr Ken agar apa yang diberikan pada Niana bisa dibagi menjadi dua. Baik saham maupun aset kekayaan milik Sanjaya yang diberikan kepada Niana akhirnya dibagi dengan Arga. Niana mendapatkan bagian 25%, sedangkan Dirga mendapatkan 35% dengan syarat menjadi presdir untuk mengurus Sanjaya Group.
"Baiklah saya setuju kalau memang itu keputusan yang tepat dari keluarga Sanjaya" tutur Niana tidak peduli
"Bagus, memang seharusnya aku yang berhak mendapatkan bagian yang lebih daripada orang lain. Benarkan ma?" tutur Reval melirik sinis ke arah Niana
"Ck maksudnya apa berkata seperti itu? Aku memang hanya menantu di keluarga Sanjaya. Dan aku juga tidak menuntut untuk harta gono gini dari keluarga Sanjaya. Menyebalkan sekali orang ini" batin Niana berdecak kesal
"Kalau itu keputusan yang baik, mama harap kamu bisa mengurus Sanjaya Group dengan baik juga" ucap Mama Sofi sambil mengusap wajah Reval
__ADS_1
"Kalau begitu sebaiknya tuan merubah nama tuan menjadi Arga. Besok pagi Tuan Arga bisa ikut dengan saya ke Sanjaya Group. Saya akan menjadi asisten pribadi tuan dan membantu tuan dalam mengurus perusahaan?" ucap Mr Ken
"Baiklah Ken" ucap Arga
"Kalau begitu saya permisi" ucap Mr Ken menunduk hormat
"Saya juga permisi tuan dan nyonya. Terima kasih sudah memaafkan saya" ucap Ibu Elisa
"Baik Ibu Elisa" ucap Mama Sofi
"Paman Yan, tolong antar Arga ke kamar atas. Mulai sekarang Arga akan tinggal di sini" ucap Mama Sofi kepada Paman Yan
"Arga, kamar kamu ada di samping kamarnya Dirga. Mama berharap kamu betah tinggal bersama kami" ucap Mama Sofi kepada Arga
"Rena senang Kak Arga tinggal di sini, sekarang rumah kita ada sesosok laki-laki lagi dan rumah ini tidak sepi lagi" ucap Renata memeluk Arga dari samping
"Kak Arga akan menjadi kakak laki-laki dan anak laki-laki mama yang akan melindungi kalian semua" ucap Arga
"Dan menjadi ipar yang bisa melindungi Kak Niana juga, iya kan kak?" tanya Renata yang belum melepaskan pelukannya lalu mendongakan kepala menatap Arga
"Niana, siapa dia?" ucap Arga menatap balik Renata yang mendongak ke arahnya
"Dia itu kakak ipar yang paling baik di rumah ini" ucap Renata
__ADS_1
"Tapi kakak belum mengenalnya jadi belum tahu dia benar-benar baik atau tidak" ucap Arga menoleh ke arah Niana
"Dia memang terlihat mirip Dirga tapi sepertinya dia tidak akan sebaik Dirga kepada ku. Dan aku harus tinggal bersama laki-laki yang wajahnya mirip sekali dengan Dirga ini. Apakah aku sanggup tinggal bersama orang menyebalkan ini" batin Niana yang menatap kesal pada Arga