Sandiwara Cinta Yang Menggemaskan

Sandiwara Cinta Yang Menggemaskan
Episode 77 Senda Gurau Tak Ada Habisnya


__ADS_3

Niana duduk di atas pangkuan Dirga membelakanginya dan masih dengan tubuh yang masih sama-sama polos berbalut selimut tebal. Dirga memeluk Niana dari belakang dengan posesifnya.


"Ini sudah jam 8 dan aku juga sudah lapar. Apa kamu tidak lapar" ucap Niana yang duduk di pangkuan Dirga dan menoleh ke belakang menatap Dirga


"Siapa bilang aku tidak lapar?" ucap Dirga lalu melahap gemas pipi Niana dari belakang


"Kalau lapar makanlah, jangan menggigit pipiku, dasar Pinokio" ucap Niana mencubit hidung Dirga


"Kamu bilang aku Pinokio? Ammh" ucap Dirga langsung menggigit bahu Niana dengan gemas


"Bukannya kamu memang mirip Pinokio. Katakan berapa kali kamu membohongiku"


"Aku berbohong untuk kebaikan kita" ucap Dirga mengecup pipi Niana


"Tapi saat kamu berbohong, itu menyakitiku. Kemarin kamu bilang akan pulang cepat dan aku menunggumu sampai tertidur di sofa" ucap Niana sambil memasang wajah sedih dengan menundukan muka


"Baiklah aku minta maaf, kemarin aku menjenguk Tania jadi aku pulang terlambat. Aku sama sekali tidak ada niat menemuinya. Tapi dokter Bara memaksaku untuk menjenguknya karena kondisi Tania sudah sangat parah" ucap Dirga sambil meletakan dagunya di pundak Niana sambil mempererat tangannya yang memeluk Niana dari belakang


"Lalu apa yang dikatakan Tania pada mu saat kamu menjenguknya" tanya Niana menoleh ke arah Dirga yang ada di belakangnya


"Tania hanya ingin minta maaf saja karena dulu dia lebih memilih karirnya daripada aku. Sepertinya dia menyesal setelah kehilanganku. Aku pun tak tega melihat kondisinya dan langsung pulang setelah aku memaafkannya" ucap Dirga dengan hati-hati agar Niana tidak salah paham dan Niana hanya diam dengan pandangan kosong memikirkan sesuatu


"Kenapa kamu diam? Apa kamu cemburu?" ucap Dirga melirik ke wajah Niana lalu mengecup bibir Niana saat Niana menoleh ke arahnya


"Aku hanya memikirkan keadaan Tania sekarang, beberapa kali bertemu dengannya saat di kantor dulu. Dia terlihat sangat sehat dan energik. Kenapa tiba-tiba sakit parah" ucap Niana heran

__ADS_1


"Itulah Tania, sulit ditebak. Dia pandai menyembunyikan sesuatu. Bahkan kata Dokter Bara, Tania sudah lama menyembunyikan sakit asam lambungnya yang sudah kronis di depan semua orang, mungkin dia juga mengabaikan sakitnya karena mengejar karirnya"


"Lalu apa kata Dokter Bara? Apakah sakitnya bisa disembuhkan?" ucap Niana yang hatinya merasa sedih terbawa suasana saat mendengar keadaan Tania


"Kenapa kamu jadi peduli dengannya, yang harusnya kamu pedulikan itu suamimu ini?" protes Dirga


"Memangnya kamu juga sakit kronis? Dimana yang sakit" ucap Niana khawatir


"Yang sakit di bawah sini, tidakkah kamu merasakannya? dari tadi dia bangun karena kamu duduki" bisik Dirga ke telinga Niana yang masih duduk dipangkuannya dalam keadaan tubuh yang masih sama-sama polos dan terbalut dalam satu selimut


"Aku tahu Dirga juniormu di bawah sana memang dari tadi menggeliat bangun, aku hanya pura-pura saja tidak merasakannya. Aku takut kamu meminta lagi dan mengerjaiku seperti tadi. Aku sampai seperti wanita yang haus belaian, perutku mual kalau mengingat ucapanku yang menjijikan tapi kamu justru merasa puas sekali. Menyebalkan..! Lagi-lagi malah aku yang kamu kerjai" batin Niana


"Sayang ayo kita segera mandi lalu sarapan, aku sudah lapar sekali" rengek Niana dengan manja mencari alasan agar Dirga tidak mengajaknya bercinta lagi


"Hemm, baiklah. Aku juga sangat lapar karena energiku sudah habis kamu sedot" ucap Dirga bangun dari duduknya dan menggendong Niana menuju kamar mandi


"Bukan kamu yang menyedotnya tapi bibir bawahmu itu begitu pawai menguras seluruh energiku" bisik Dirga ke telinga Niana yang berada dalam gendongannya seraya menghentikan langkahnya lalu kambali melangkah lagi


"Iiih apa sih, dasar nakal" ucap Niana dengan wajahnya yang memerah sambil memukul pelan dada Dirga yang masih berjalan menggendongnya


"Jadi benarkan milikmu yang nakal karena telah menyedot energiku" ucap Dirga mengulum senyumnya


"Dirga... " seru Niana kesal sambil memukul dada Dirga lagi dengan telapak tangannya dan Dirga hanya terkekeh


Di dalam bathup mereka mandi bersama dan berendam dengan air hangat yang menenangkan dan membuat rileks tubuh mereka. Aroma sabun yang menyegarkan menyebar tercium ke seluruh sudut kamar mandi hingga membuat tubuh mereka yang sebelumnya bermandikan peluh dan bersisakan bau khas aroma percintaan kini melebur sirna menjadi harum semerbak mewangi menyelimuti ragawi dua insan yang tengah berendam dalam sebuah bathup.

__ADS_1


Setelah mandi, tubuh mereka menjadi segar dan bersemangat. Harumnya sabun yang melekat kuat seolah memberi semangat untuk bergulat kembali dengan aktivitas yang padat. Sinar mentari pun sudah menelusup nakal memaksa menebus celah di setiap sudut ruangan dan di balik gorden kamar. Seakan menyuruh mereka untuk segera bergegas keluar dari ruangan tempat mereka menumpahkan kasih sayang dan segala rasa yang tersimpan menjadi memori indah.


"Rambutmu wangi sekali. Kenapa rambutku sepertinya tidak sewangi rambutmu" protes Dirga yang dari tadi menciumi rambut Niana saat mengeringkannya dengan hairdyer.


Pengering rambut itu membuat rambut Niana yang hitam lurus seolah terbang menari-nari menebarkan aroma romantis. Wangi shampo yang melekat kuat di rambut Niana begitu harum semerbak seperti wangi feromon yang harumnya menyebar membuat lawan jenisnya terpikat.


"Kalau kamu menciumi rambutku terus kapan akan selesai? Bukankah tadi kita keramas pakai shampo yang sama"


"Iya, tapi kenapa rambutmu lebih wangi" ucap Dirga yang masih bingung


"Mungkin ini masih menjadi misteri kenapa kalau pasangan yang mandi seolah tercium lebih wangi padahal memakai sabun yang sama. Aku pun juga mencium tubuhmu lebih wangi dan menyegarkan dari tubuhku padahal kita pakai sabun yang sama" ucap Niana menciumi dada bidang Dirga berkali kali dari celah bathrobe yang membalut tubuhnya


"Apa yang kamu lakukan, apakah kamu mau membangunkan lagi sesuatu di bawah sana?" ucap Dirga menggoda sambil mengulum senyumnya


"Tidak, kalau dia selalu bangun artinya pemiliknya yang nakal dan perlu dicubit seperti ini" ucap Niana sambil mencubit perut Dirga sebelah kanan lalu ganti sebelah kiri


"Aachh" pekik Dirga menekuk perutnya sambil menghindar dari cubitan tangan Niana yang satunya


"Rasakan ini, bagaimana masih mau nakal, ha..??" seru Niana sambil mencubit perut Dirga bergantian kanan kiri, bibir mungilnya sampai mengatup rapat karena gemas


"Niana berhenti mencubit atau aku juga akan mencubitmu dimana-mana" titah Dirga


yang akhirnya berhasil mengunci kedua tangan Niana ke belakang punggungnya hingga tidak bisa bergerak mencubitnya lagi. Dirga pun langsung menciumi leher Niana dari belakang. Niana hanya bisa memiringkan kepalanya untuk menghindari ciuman Dirga


"Sayang hentikan, baiklah aku tidak akan mencubitmu lagi" pinta Niana sambil memejamkan matanya

__ADS_1


Mereka bersenda gurau dan bercengkrama seperti tak ada habisnya. Hingga lupa semua orang di lantai bawah sudah menunggu mereka.


__ADS_2