Sandiwara Cinta Yang Menggemaskan

Sandiwara Cinta Yang Menggemaskan
Episode 57 Memikirkan trik untuk mengetahui perasaan Dirga


__ADS_3

Saat di toko Niana mencoba menyibukan diri, dengan mengerjakan apa saja yang bisa dikerjakan untuk meluapkan segala lelah hati dan pikirannya. Tangannya tidak bisa berhenti untuk diam sejenak. Satu pekerjaan selesai, dia langsung mencari pekerjaan lainnya. Dari menyapu, mengepel,mengelap sudut-sudut etalase yang ada di tokonya, bahkan membersihkan toilet di tokonya. Bisa dikatakan dia adalah bos pemilik toko yang sedang merangkap menjadi cleaning servis. Semua karyawannya pun sudah paham jika bosnya sudah gila pekerjaan seperti itu tandanya sedang ada masalah di pikirannya. Syndrom gila pekerjaan sering dialaminya bukan hanya sekedar untuk meluapkan segala lelah hati dan pikiran saja. Tetapi disaat dia sibuk dengan segala aktivitasnya, ada celah terlintas untuk dirinya berpikir jernih tentang masalah yang sedang dialaminya.


Kini dia sedang merajut di ruang kerjanya setelah menyelesaikan pekerjaan cleaning servis. Di kursi ruang kerjanya dia berusaha merenungi sikap Dirga yang sangat marah saat Niana mengatakan untuk menceraikannya. Walau pikirannya merenung sesekali melamun tetapi tangannya tetap aktif merajut dengan terampil.


"Apakah Dirga benar-benar mencintaku? Bagaimana aku mengetahui perasaannya? Apakah aku perlu bersikap manis dan baik padanya" batin Niana


"Melamunkan apa hayo?" seru Andrea mengangetkan Niana


"Iiih kamu Ndre mengagetkan saja" ucap Niana


"Lagian kamu memikirkan apalagi? Apa kamu bertengkar dengan Tuan Sanjaya lagi? "


"Aku hanya memikirkan apakah Dirga menikah denganku karena memang mencintaiku atau hanya sandiwara?"


"Jadi selama ini kalian menikah atas dasar apa sih? Kenapa baru menanyakan dia cinta sama kamu atau tidak? Aneh sekali hubungan kalian"


"Aku juga tidak tahu dengan hatiku. Mungkin aku menyukainya tetapi apakah dia juga menyukaiku?" ucap Niana dengam pandangan mata kosong


"Hemm tanya saja sama Tuan Sanjayamu itu, kenapa harus dibuat pusing"


"Kamu tidak tahu, sebenarnya aku menikah dengannya karena terpaksa. Aku telah memimjam uang dari Tuan Tengil itu untuk membantu keluargaku. Dia meminjamiku uang dengan syarat aku mau menikah secara resmi dengannya. Aku tidak bisa menceritakan padamu, Ndre. Aku takut kamu akan menceritakannya pada Kak Aska" batin Niana


Dulu Niana mengira Dirga benar-benar kembali amnesia jadi dia pikir bisa cerai dengan mudah kalau ingatannya sudah kembali. Sialnya Dirga ternyata pura-pura amnesia, jadi sulit baginya untuk bercerai. Dia merasa nasibnya sungguh menyedihkan, harus terjebak dalam sandiwara Dirga. Hatinya terus dirundung sejuta pertanyaan tentang tujuan Dirga menikahinya. Apakah dia benar-benar mencintai Niana atau hanya ingin melanjutkan balas dendamnya.


Pikiran Niana hanya bisa menerka-nerka alasan apa yang membuat Dirga pura-pura amnesia dan memintanya menikah secara resmi. Harusnya Dirga menikah dengan Tania, wanita yang dicintainya.

__ADS_1


"Apakah dia masih menyimpan dendam padaku, tetapi tadi pagi dia telah mengatakan sudah membuang rasa dendamnya dan berkata mencintaiku. Tapi mengapa dia masih menghubungi Tania, bahkan dia harus menghindar dari ku saat menerima panggilan Tania tadi pagi?. Ini benar-benar membuatku bingung dan kepalaku mau pecah memikirkannya" batin Niana


"Ndre... kira-kira bagaimana caranya mengetahui dia cinta sama aku atau tidak?" tanya Niana


"Itu gampang sependek yang aku tahu, salah satu trik untuk mengetahui dia cinta sama kita atau tidak. Lihatlah dari tatapan matanya, apakah dia mengunci pandangan padamu dan menatap dalam pada mu saat menyatakan perasaannya dengan mata berkilau, pupil melebar dan menatap cukup lama. Tapi kadang ada juga yang menatap sebentar biasanya ini tipe pemalu seperti kamu" ucap Andrea


"Tau aja kamu Ndre, lalu kalau orang seperti Dirga yang arogan, dingin dan menyebalkan gimana tatapan matanya?" tanya Niana penasaran


"Kalau orang seperti Tuan Sanjaya yang penuh percaya diri, dia akan menatapmu dalam dan mengunci pandangannya hingga pupilnya membesar dan matanya berkilau. Apakah dia pernah menatapmu seperti itu?" tanya Andrea


"Bukan pernah lagi tapi sering, bahkan seperti mau menelanku hidup-hidup" ucap Niana


"Mungkin kalau dia seperti itu tandanya sedang cemburu"


"Justru karena aku masih jomblo jadi aku harus membekali diri dengan ilmu percintaan sebelum ada pangeran yang datang menyatakan perasaanya padaku. Agar aku tau mereka para lelaki itu apa hanya ingin bermain-main atau ingin serius?" ucap Andrea dengan sok bijak


"Lalu bagaimana menurut pandangamu tentang Kak Aska saat menatapmu?"


"Menurutku Kak Aska... eh kenapa jadi Kak Aska bukannya yang kita bicarakan Tuan Sanjaya Group"


"Kenapa kamu tidak mengatakan kalau kamu menyukai Kak Aska"


"Aku memang menganggumi Kak Aska tapi aku tidak berani mengatakannya, sepertinya aku juga bukan tipenya kak Aska. Nasibku sungguh menyedihkan bukan hiks hiks" ucap Andrea dengan wajah sedih yang dibuat-buat


"Sabar ya nona, suatu saat pangeranmu juga akan datang. Bagaimana kalau kita menangis sama-sama atas nasib yang menyedihkan ini" ucap Niana sambil mengelus-elus kepala Andrea lalu memeluknya

__ADS_1


Dua wanita menyedihkan itu kini sedang menangis bersama-sama meratapi nasib mereka. Dengan tangisan sejadi-jadinya seperti anak kecil meminta permen tetapi tidak dituruti oleh ibunya. Mereka saling peluk, saling mengusap air mata dan menumpahkan segala kesedihan.


Karena hari sudah siang, Niana akan ke RS menemui Mama Sofi agar bisa bergantian jaga dengan Renata yang dari tadi malam sudah menjaga mamanya. Sekalian Niana ingin menanyakan pada Mama Sofi atau Renata tentang jadwal Dirga untuk besok pagi sampai malam karena besok adalah hari ulang tahunnya. Kalau Niana yang bertanya jadwal Dirga pada Mr Ken langsung dapat dipastikan, Niana tidak akan mendapat jawaban. Karena Mr Ken si manusia alien itu susah diajak kompromi dari dulu sehingga sia-sia saja bertanya padanya.


Menurut obrolan Mr Ken dengan Dirga yang didengarnya saat di hotel Surabaya waktu itu, Dirga akan bertemu Tania saat ulang tahunnya. Saat Dirga menemui Tania itulah saat yang tepat untuk Niana mendapatkan bukti kalau Dirga masih menjalin hubungan dengan Tania. Sehingga dia bisa meminta cerai karena Niana tak ingin ditipu oleh dunia Dirga yang masih seperti fatamorgana. Dia tak ingin lagi termanja-manja oleh suasana yang ditawarkan Dirga. Suasana yang bisa membawanya terbang ke dalam mimpi yang indah. Mimpi yang justru akan membuatnya tersingkir dari dunia nyata, saat Dirga membuangnya seperti barang yang sudah tak berguna setalah mendapatkannya.


"Siang ma, bagaimana keadaan mama. Maaf kemarin Niana pulang tidak pamitan karena Dirga membawa Niana pulang saat tertidur" ucap Niana setelah masuk ke ruang perawatan ibu mertuanya


"Tidak apa-apa Niana, oh iya mama ingin pulang hari ini" ucap Mama Sofi


"Memangnya mama sudah diizinkan pulang?"


"Kata dokter mama sudah cukup baik"


"Mama yakin, mama sudah sehat?"


"Besok ada acara mengirim doa untuk papa, kak. Jadi mama ingin pulang hari ini" ucap Renata yang mulai membuka suara setelah berhenti dengan ponselnya


"Kalau besok ada acara di rumah, lalu Dirga akan bertemu dengan Tania kapan?" batin Niana


"Lalu acaranya jam berapa ma?" tanya Niana


"Besok siang Niana, soalnya hari meninggalnya papanya Dirga bertepatan dengan ulang tahunya. Biasanya Dirga meminta acara kirim doa dilakukan siangnya. Dan malamnya dia biasanya pergi keluar jika dia punya acara sendiri" ucap Mama Sofi


"Jadi bisa dipastikan Dirga akan menemui Tania di Wonderly Cafe besok malam. Baguslah, saat itu aku akan mengikutinya" batin Niana

__ADS_1


__ADS_2