Sandiwara Cinta Yang Menggemaskan

Sandiwara Cinta Yang Menggemaskan
Episode 99 Pura-pura Tak Saling Kenal


__ADS_3

Niana pun langsung menuju ruang tengah dan menghampiri Mama Sofi yang sedang asyik merajut. Tadinya mereka menonton TV bersama Renata juga, tetapi sepertinya Renata sudah tidak ada di ruang tengah.


"Mama kenalkan ini kakaknya Niana namanya Aska" ucap Niana pada Mama Sofi


"Selamat pagi tante, saya Aska kakaknya Niana?" ucap Aska mengulurkan tangannya pada Mama Sofi


"Selamat pagi, jadi kamu kakaknya Niana, saya tante Sofi mamanya Dirga. Mari silahkan duduk" ucap Mama Sofi


"Terima kasih tante" ucap Aska


"Kak Aska, aku mau naruh parcel buahnya ke belakang dulu sekalian aku buatkan minum untuk kakak" ucap Niana


"Terima kasih Nian-Nian" ucap Aska


"Nian-Nian? Lucu sekali panggilanmu ke Niana. Pasti kamu kakak yang baik dan penyayang" ucap Mama Sofi


"Pasti tante, sebagai kakak laki-laki pertama harus sayang dan bersikap baik pada adiknya kan?" ucap Aska


"Betul itu, tidak seperti anak tante Dirga dengan adiknya Renata selalu ada saja yang diributkan" ucap Mama Sofi


"Bilang saja itu panggilan sayang untuk Kak Niana" gerutu Renata di balik pintu kamarnya. Ternyata Renata sedari tadi menguping di dalam kamarnya yang terletak di depan ruang tengah. Saat Niana bilang Aska sudah sampai di depan, Renata yang awalnya menonton televisi di ruang tengah segera masuk kamarnya karena tidak mau melihat Aska.


"Oh iya dimana Dirga tante?" tanya Aska


"Dia sedang ada urusan di luar negeri untuk beberapa hari" ucap Tante Sofi


"Oh..." ucap Aska dengan pandangan mata yang mengedar ke sekeliling rumah


"Kak Aska silahkan diminum, Niana buatkan jus jeruk kesukaan kakak" ucap Niana tetapi Aska sepertinya tidak mendengarkan Niana dan matanya terus mengedar seperti mencari sesuatu


"Kak Aska?" seru Niana


"Iya, ada apa?" tanya Aska mengarahkan pandangan matanya pada Niana


"Ini jus jeruknya diminum jangan didiemin saja" titah Niana


"Iya Aska, silahkan diminum dulu" ucap Mama Sofi yang mulai bingung dengan sikap Aska yang seperti mencari seseorang


"Iya tante, terima kasih. Apa tiap hari tante tidak kesepian kalau Niana dan Dirga pergi ke kantor" ucap Aska setelah meneguk jus jeruknya. Sebenarnya dia hanya ingin tahu dimana Renata tapi dia tidak mungkin mengatakan langsung pada Mama Sofi.


"Biasanya tante ditemani anak perempuan tante, adiknya Dirga namanya Renata. Tadi dia juga nonton TV bareng di sini. Lalu masuk kamar saat kamu datang katanya perutnya sakit" ucap Mama Sofi


"Oh jadi dia mau menghindar dariku" batin Aska

__ADS_1


"Memangnya Renata tidak ada kesibukan seperti kuliah atau bekerja, tante?" tanya Aska pura-pura tidak tahu tentang Renata


"Dia sudah lulus kuliah 2 bulan yang lalu, katanya sekarang sedang mencoba melamar kerja di beberapa perusahaan" ucap Mama Sofi


"Kenapa dia tidak bekerja di Sanjaya Group saja tante?" tanya Aska


"Dia tidak mau karena Dirga pasti langsung memberikannya posisi yang bagus untuknya jadi dia merasa tidak ada tantangannya" ucap Mama Sofi


"Oh begitu" ucap Aska mengangguk-angguk


"Kalau Aska punya kesibukan apa sekarang?" tanya Mama Sofi


"Saya lagi ngembangin perusahaan saya Askara Company yang ada di Bandung, tante. Sekarang saya sedang membangun cabang perusahaan di Jakarta juga. Jadi saat ini saya sibuk untuk mengurus perusahaan baru yang ada di sini" ucap Aska


"Wah hebat, ternyata kamu pekerja keras juga" ucap Mama Sofi


"Masih hebat Dirga dan Sanjaya Group, tante. Perusahaan saya belum ada apa-apaanya karena baru seumur jagung" ucap Aska


"Tidak apa-apa namanya juga merintis dari nol. Dulu kakeknya Dirga juga merintis Sanjaya Group dari nol hingga bisa bercabang dimana-mana. Bagaimana kalau Renata saya suruh melamar kerja di perusahaanmu"


"Itu terserah Renata saja, tante"


"Coba nanti tante tanya Renata dulu mau tidak melamar di perusahaanmu" ucap Mama Sofi


"Bukankah dia mau mengadukan ke mama kalau aku tidak bertanggungjawab padanya. Kenapa malah bertanya-tanya tentangku?" batin Renata yang masih menguping di balik pintu kamarnya


"Hemm Kak Aska tidak tanya tentang keadaanku?" ucap Niana


"Maaf kakak sampai lupa. Bagaimana keadaanmu dan calon keponakan kakak?" tanya Aska


"Semua baik kak, hanya saja ponakanmu ini kalau aku mau makan mintanya sambil lihat daddynya. Jadi kalau mau makan Niana harus panggil Dirga lewat vidio. Kalau tidak melihat daddynya pas makan, Niana bisa muntah-muntah" ucap Niana


"Sepertinya calon ponakanku ini sedikit manja seperti kamu saat kecil. Kalau makan harus bareng sama kakak. Kalau kakak belum datang kamu juga tidak akan makan waktu masih kecil" ucap Aska


"Oh pantes, jadi cucu mama ini niruin mommynya saat masih kecil" imbuh mama Sofi


"Masa sih Niana tidak ingat" tanya Niana


"Kamu tidak ingat karena masih kecil sekali waktu itu" ucap Aska mengacak-acak rambut Niana


Saat tangan Aska masih mengacak rambut Niana, Renata keluar kamar. Dan seluruh arah mata pun menoleh ke arahnya karena Renata keluar dengan baju lumayan terbuka. Dia memakai rok plisket mini yang longgar sehingga menampakan pahanya yang putih mulus bagai pualam. Lalu memakai dress putih tanpa lengan dengan bagian dada yang sedikit terbuka bahkan dress itu terlihat tak mampu menutupi perutnya dengan sempurna. Aska pun terlihat menelan salivanya saat melihat Renata. Kedua manik Renata pun terpaku pada tangan Aska, dia menatap cemburu saat Aska mengacak rambut Niana. Dia pun langsung melangkah cuek melewati mereka yang ada di ruang tengah. Tetapi Mama Sofi tiba-tiba memanggilnya dan langkahnya pun terhenti.


"Renata, kemari dulu sayang" seru Mama Sofi

__ADS_1


"Ada apa ma?" ucap Renata


"Ini ada kakaknya Niana. Ayo kenalan dulu" titah Mama Sofi


"Hemm" Renata memutar bola matanya dengan jengah dan menghembuskan nafas beratnya sambil menurukan kedua bahunya secara bersamaan lalu menghampiri Aska


"Kenalkan saya Aska, kakak nya Niana" ucap Aska berdiri dari duduknya sambil mengulurkan tangannya pada Renata


"Renata" ucap Renata singkat saat dan menyambut uluran tangan Aska sambil memutar bola matanya dengan malas


Mereka pura-pura tidak saling mengenal di depan Mama Sofi. Aska terlihat memegang tangan Renata dengan erat sehingga Renata sulit melepaskan tangannya dari tangan Aska. Kedua bola mata Renata pun melotot ke arah Aska lalu nyengir kuda menampakan gigi putihnya ke arah Mama Sofi yang melirik ke arah mereka. Akhirnya Aska melepaskan jabatan tangannya.


"Renata coba kamu melamar kerja di perusahaannya Aska" ucap Mama Sofi


"Perusahaannya Kak Aska jauh ma ada di Bandung, Rena melamar di perusahaan yang dekat saja" ucap Renata


"Darimana kamu tahu perusahaannya Aska ada di Bandung" tanya Mama Sofi


"Emm dari Kak Niana ma. Udah dulu ya ma Rena mau pergi" ucap Renata karena tidak ingin lama-lama melihat Aska


"Kamu mau kemana sih, pakaianmu terlalu terbuka" ucap Mama Sofi


"Ini kan weekand jadi Rena mau ke cafe sama teman-teman ma. Bukankah biasanya Rena juga begini" ucap Renata


"Hemm kalau kakak mu tahu, dia akan marah" ucap Mama Sofi


"Kak Dirga tidak akan tahu dan mama tidak mungkin memberi tahunya. Udah ya ma Rena pergi dulu" ucap Renata langsung bergegas pergi


"Ma kenapa mama membiarkan Renata berpakaian seperti itu?" tanya Niana


"Mama tidak ingin berdebat dengannya, nanti mama yang pusing dan darah tinggi mama bisa kumat. Mama juga tidak mungkin bilang ke Dirga, pasti mereka akan bertengkar dan mama yang akan pusing juga" ucap Mama Sofi


"Bagaimana kalau ada orang yang ingin berbuat tidak baik pada nya? Niana jadi khawatir" ucap Niana


"Dia memang seperti itu, kalau kakaknya tidak ada selalu berpakaian sedikit terbuka. Mama juga sering memperingatinya tetapi dia tidak mau mendengar. Dan selalu beralasan temannya banyak jadi tidak akan ada yang berani berbuat macam-macam dengannya. Hemm mama capek sendiri jadinya" ucap Mama Sofi


"Maaf tante, kalau boleh biar Aska saja yang mengawasinya sekarang. Kebetulan Aska juga tidak sibuk saat ini" ucap Aska


"Boleh kalau begitu, tante minta tolong ya Aska awasin Renata" ucap Mama Sofi


"Iya kak, titip dia kak karena dia suka ceroboh juga" sahut Niana


"Baiklah, Aska permisi ya tante mau nyusul Renata sebelum jauh" ucap Aska langsung berpamitan pada Mama Sofi dan Niana

__ADS_1


__ADS_2