
Sepanjang jalan yang Aska dan Renata lewati tidak terlihat Dirga dimana pun. Hujan pun sudah mulai turun menghalangi pandangan mereka saat mata mereka mengedar mencarinya di sepanjang jalan. Aska dan Renata akhirnya sampai di bandara. Mereka mencoba mencarinya di sekitar bandara.
Selama 1 jam kemudian Aska dan Renata mencari Dirga di bandara tetapi tidak membuahkan hasil. Akhirnya mereka memutuskan mendatangi bagian informasi di bandara untuk mengumumkan pencarian Dirga. Saat masuk ke bagian informasi, Renata melihat Mr Ken duduk di ruangan bersama para pengawal Dirga dan ada beberapa polisi juga.
"Mr Ken dimana Kak Dirga?" tanya Renata khawatir
"Nona Renata?" ucap Mr Ken terkesiap melihat kedatangan Renata
"Apa yang telah terjadi? Kenapa ada polisi di sini?" tanya Renata penasaran
"Permisi nona, kami dari kepolisian mendapatkan informasi bahwa Tuan Dirga mengalamai kecelakaan di jalan arah ke pantai. Mobilnya jatuh ke laut dan tim penyelamat sedang berusaha mencarinya. Tuan Dirga dan pengawal yang menjemputnya belum ditemukan. Tuan Arken telah melaporkan kasus ini pada kami. Diduga pengawal yang telah menjemput Tuan Dirga adalah pengawal gadungan karena pengawal yang asli kami temukan disekap di toilet bandara dalam keadaan pingsan. Untuk penyelidikan selanjutan akan segera kami tindak lanjuti. Permisi nona" ucap salah satu polisi
"Tidak, Kak Dirga pasti baik-baik saja. Mr Ken, Kak Dirga pasti selamat iya kan?" ucap Renata menggelengkan kepalanya seolah masih tidak percaya dengan berita yang didengarnya
"Nona maafkan saya karena tidak bisa menjaga Tuan Dirga dengan baik. Selama Tuan Dirga dalam perjalanan pulang, kami tetap berkomunikasi dengan earpiece yang kami pakai. Hingga terdengar mobil seperti menghantam sesuatu mungkin pembatas jalan. Lalu beberapa saat kemudian terdengara ledakan dibarengi teriakan. Setelah itu, komunikasi kami terputus. Saya sudah tidak mendengar apapun dari Tuan Dirga melalui earpiece yang di pakainya. Ponsel saya kehabisan batre dan saya belum sempat memghubungi keluarga Sanjaya karena saya langsung menuju lokasi kejadian dan melapor ke polisi. Lalu mendapat kabar dari pihak bandara kalau pengawal Tuan Dirga telah disekap di bandara setelah itu ponsel saya mati. Sebaiknya kita tunggu penyelelidikan dari kepolisian" ucap Mr Ken
"Bagaimana kalau Kak Niana mendengar kabar ini? Apa yang harus aku katakan pada Kak Niana dan mama?" ucap Renata memandang ke arah Aska yang sedari tadi berdiri di sampingnya
"Renata tenanglah dulu. Kita tunggu saja kabar dari kepolisian. Semoga Dirga baik-baik saja" ucap Aska memeluk Renata yang tengah bersedih
"Sejak kapan Nona Renata dekat dengan kakak sambungnya Nona Niana?" batin Mr Ken
__ADS_1
"Sebaiknya kita pulang dulu nona. Pasti semua orang di rumah sudah menunggu" ucap Mr Ken
"Tapi aku ingin melihat dimana Kak Dirga mengalami kecelakaan" ucap Renata
"Baiklah nona, kita bisa melihat kesana tetapi kita tidak bisa mendekat langsung karena tempat kejadian kecelakaan sudah dipasangi garis polisi. Dan situasi di luar juga masih hujan" ucap Mr Ken
Mereka pun meninggalkan bandara dan lansung menuju ke tempat dimana Dirga mengalami kecelakaan. Saat sampai di tempat kejadian terlihat beberapa bagian pembatas jalan yang rusak. Garis polisi pun terlihat menutup akses jalan ke arah pantai sehingga semua transportasi tidak bisa melewati jalan itu. Renata pun tidak bisa melihat secara dekat tempat itu karena banyak polisi yang berjaga agar tidak ada yang mengganggu proses peyelidikan dan pencarian mobil Dirga yang telah jatuh ke laut. Karena hujan semakin deras mereka memutuskan untuk segera pulang.
Beberapa kali Niana memanggil Renata tetapi Renata tak tahu harus berkata apa pada orang di rumah khususnya Niana. Dia pun tidak berani mengangkat panggilan telepon dari Niana karena tidak ingin terjadi apa-apa pada kakak iparnya yang sedang hamil muda itu. Dia memutuskan untuk memberitahunya setelah sampai di rumah.
Setibanya di rumah, kaki Renata seperti terasa berat untuk melangkah masuk ke dalam rumah. Aska pun menggenggam tangan Renata masuk ke dalam rumah untuk menguatkannya.
"Kak Niana, mama kalian harus kuat menerima kabar tentang Kak Dirga" batin Renata
"Renata, dimana Dirga? Apakah dia belum turun dari mobil?" tanya Niana memegang kedua bahu Renata dan pandangan matanya terus melihat-lihat ke arah belakang yang hanya ada Mr. Ken dan dua orang pengawalnya
"Iya Rena, dimana Dirga. Mr Ken ada kenapa Dirga tidak bersama kalian?" tanya Mama Sofi dari belakang
"Kak Niana, mama..." ucap Renata mendongakan wajahnya ke atas seolah ingin menahan air matanya dan lidahnya terasa kelu tak mampu melanjutkan perkataannya
"Mungkin Dirga masih di depan ma, Niana mau menyambutnya ke depan" ucap Niana segera bergegas melangkah melewati Renata dan Aska
__ADS_1
"Niana, Dirga tidak ada di depan atau di mobil" ucap Aska menghentikan langkah Niana
"Lalu dia dimana? Kenapa kalian tidak membawanya pulang bersama kalian?" ucap Niana tanpa menoleh ke arah Aska yang berada di belakangnya dan butiran bening pun menetes di kedua pipinnya
"Dirga kecelakaan dan mobilnya jatuh ke laut dan dia belum ditemukan. Ada seseorang yang ingin mencelakainya. Polisi dan tim penyelamat sedang melakukan penyelidikan dan pencarian. Kamu harus kuat. Semoga Dirga selamat dan baik-baik saja" ucap Aska menoleh ke arah Niana yang masih membelakanginya
"Apa? Dirga jatuh ke laut? Kenapa bisa terjadi seperti ini? Siapa yang tekah mencelakai putraku satu-satunya" ucap Mama Sofi sambil menangis dan Renata langsung memeluknya
"Mama tenanglah, polisi masih melakukan pencarian. Semoga Kak Dirga tidak apa-apa" tutur Renata
Langit seakan runtuh hingga Niana langsung menjatuhkan tubuhnya duduk di lantai. Dia merasa lemas seolah tulang kakinya sudah tak mampu lagi menahan beban tubuhnya. Hanya kedua tangannya yang masih dia gunakan untuk bertumpu di lantai agar dia masih bisa duduk dan tubuhnya tidak terjatuh. Dengan kepala menunduk dia menangis menatap lantai seoalah tak mampu lagi menatap dunia yang ada di depannya. Hari kepulangan Dirga yang dinanti-nantinya dan ingin disambutnya dengan penuh suka cinta, kini berubah menjadi kabar duka lara.
"Kenapa kalian membiarkannya sendiri di tengah hujan seperti ini? Pasti dia kedinginan di dalam lautan itu. Aku akan mencarinya. Iya aku harus mencarinya" tutur Niana dengan wajah yang sudah frustasi lalu bangun dan segera bergegas ke luar rumah
"Nona anda mau kemana, di luar sedang hujan. Cuaca tidak memungkinkan untuk kondisi nona yang sedang hamil" ucap Mr Ken tetapi Niana terus melangkah menuju pintu keluar
"Niana...." seru Aska mengejarnya lalu menarik tangannya dan memeluknya
"Lepaskan aku kak, Dirga pasti kedinginan di sana. Aku harus segera menemukannya" seru Niana dengan pikiran yang kalut dan wajah yang frustasi
"Niana, tenangkan dirimu. Polisi dan tim penyelamat sedang mencarinya. Ingat di dalam perutmu juga ada nyawa yang harus kamu jaga" bentak Aska sambil memegang kedua bahu Niana untuk menyadarkan pikiran Niana yang mulai tidak bisa berpikir dengan jernih
__ADS_1
"Kak Aska, kenapa aku harus selalu kehilangan orang yang aku sayangi seperti ini. Ibuku meninggalkanku karena jatuh ke jurang, sekarang kenapa Dirga juga harus meninggalkannku dengan jatuh ke dalam lautan" ucap Niana diiringi isak tangis tiada henti
"Sabar Niana, kamu harus kuat. Ingat janin di dalam perutmu masih membutuhkanmu. Dirga juga tidak senang kalau kamu sedih seperti ini" ucap Aska merangkul Niana dalam pelukannya