Sandiwara Cinta Yang Menggemaskan

Sandiwara Cinta Yang Menggemaskan
Episode 62 Pertemuan dengan Tania


__ADS_3

Pertemuan Dirga dengan Tania malam ini, membuatnya membayangkan hal tak jelas yang mulai berkecamuk dalam pikirannya. Rasa cemburu mendera hati dan rasa bimbang yang merajam mengusik jiwa dan batin Niana. Untuk menjaga rasa percaya,Niana hanya bisa mendekap erat cinta yang membara dan mengingat janji cinta Dirga yang masih terukir jelas menyentuh kalbunya.


Malam itu di Wonderly Cafe, Tania sudah duduk menunggu kedatangan Dirga. Tania pun sudah memesan makanan dan menyiapkan kue ulang tahun untuk Dirga. Senyum indah mengembang di bibirnya menyabut kedatangan Dirga yang tengah berjalan menghampirinya. Sementara Dirga dengan wajah datar dan dingin susah untuk membalas senyumnya. Bukan karena marah pada Tania yang lebih memilih karir daripada dirinya. Tetapi sikap dinginnya pada Tania karena ada hati yang harus dia jaga yaitu istrinya tercinta Niana. Satu-satunya wanita yang telah membuatnya tergila-gila dan yang selalu membuatnya dimabuk asmara. Dia telah meninggalkan hatinya yang terdalam hingga tiada cinta yang tersisa untuk Tania di jiwanya.


"Hai Ga, apakabar?" sapa Tania


"Baik" ucap Dirga singkat


"Hai Ken" sapa Tania pada Mr Ken yang ada di sampingnya Dirga, Mr Ken hanya menganggukan kepala lalu pergi mencari tempat duduk sendiri


"Terima kasih sudah mau datang, ayo duduklah. Aku sudah memesan makanan" ucap Tania setelah beranjak dari kursinya lalu menghampiri Dirga dan merangkul bahunya


"Maaf Tania, tolong jaga tanganmu" titah Dirga sambil melepaskan tangan Tania yang merangkulnya


"Oh oke aku tidak akan menyentuhmu" ucap Tania yang langsung melepas tangannya


"Bukankah aku hanya memegang tangan saja, kenapa jadi sensitif sekali. Apakah dia benar-benar sudah punya kekasih lagi seperti gosip yang aku dengar?" batin Tania


"Ada apa kamu memintaku menemuimu?" tanya Dirga dengan wajah datar dan matanya membuang pandangan dari tatapan Tania


"Aku hanya ingin merayakan ulang tahunmu untuk yang terakhir kali, sekaligus menghabiskan waktu bersamamu sebelum aku terbang ke Jerman"


"Maaf aku sudah ada janji dengan seseorang, sepertinya menghabiskan waktu bersamamu tidak bisa lagi ku lakukan seperti dulu" tegas Dirga

__ADS_1


"Baiklah kita nikmati saja makan malam ini, aku juga sudah menyiapkan kue ulang tahun ini" ucap Tania melirik ke arah kue ulang tahun yang ada di meja


"Oke" jawab Dirga singkat


Sebenarnya Tania mengajak Dirga bertemu untuk memastikan bahwa apakah Dirga memang sudah memiliki kekasih baru seperti gosip yang telah dia dengar. Saat melakukan penelitian di Hospital Sanjaya, dia mendapat sedikit kabar tentang Dirga dari dokter Bara. Tania ingin menghabiskan waktu bersama Dirga untuk yang terakhir kali sebelum dia terbang lagi ke Jerman melanjutkan studinya karena penelitiannya sudah selesai.


Sementara tujuan Dirga menemuinya untuk menepis mimpi buruk yang pernah datang kala melihat Tania mencoba menyakiti Niana dengan menjatuhkannya dari atas gedung. Mimpi yang selalu mengusik bagai hantu di siang malam mendera batinnya. Dengan bertemu Tania kembali, Dirga ingin memastikan Tania tidak akan menyakiti Niana setelah mengetahui bahwa Dirga sudah menikah dengan Niana. Dengan hati penuh harap, Dirga tidak ingin Tania menyimpan dendam pada Niana. Yang Dirga inginkan hanyalah berpisah dengan baik tanpa meninggalkan luka diantara mereka berdua.


"Ini cincin pilihanmu, ku kembalikan karena memang aku tidak pernah memilihnya. Anggaplah sebagai hadiah dari temanmu" ucap Dirga seraya menyerahkan kotak perhiasan pada Tania


Tania mengambil kotak perhiasan berwarna biru itu lalu membukanya. Wajahnya terlihat tersenyum bahagia karena cincin itu memang pilihannya sendiri. Tidak disangka Dirga benar-benar membelikan cincin yang dia sukai. Dulu Dirga sempat mengatakan pada Tania akan memesan cincin itu untuk dijadikan cincin pertunangannya. Tania menyadari sekarang cincin itu bukanlah cincin untuk melamarnya tetapi hanya sebagai hadiah dari seorang teman.


"Cincin ini cantik sekali, terima kasih akhirnya kamu sudah memberikan cincin tunangan ini padaku. Apa kamu juga memakai cincin yang sama, coba lihat mana tanganmu" ucap Tania pura-pura tidak tahu apa-apa karena ingin mengetahui apakah Dirga memang sudah memiliki kekasih baru. Dia meraih tangan Dirga dan melihat di jarinya tersemat cincin yang berinisial N


"Inisial N, siapa wanita yang telah menjadi kekasih Dirga? Apakah mereka sudah bertunangan?" batin Niana


"Selamat atas pernikahanmu, sepertinya kamu sangat mencintainya. Semoga kamu bahagia dengannya" ucap Tania dengan wajah biasa saja. Tak sedikit pun ada kemarahan di wajahnya


"Ekspresimu membuatku terkejut, dari dulu kamu tak berubah memang sulit ditebak. Aku kira kamu akan marah" ucap Dirga tersenyum kecil


"Kenapa aku harus marah kalau hatimu sudah bukan untuk ku, buat apa aku mempertahankannya bukankah itu hanya membuang-buang waktuku saja"


"Sepertinya karirmu memang lebih penting dari apapun"

__ADS_1


"Tidak juga. Sudahlah saat ini aku hanya ingin menghabiskan waktu bersamamu sebagai sahabat. Mungkin ini terakhir kalinya kita makan malam berdua"


"Tapi aku tidak bisa lama-lama, makan malam ini selesai aku langsung pulang"


"Baiklah aku mengerti, setidaknya potonglah kue ulang tahun ini dulu. Jangan lupa make wish"


Dalam doanya dia meminta pernikahannya dengan Niana menjadi satu-satunya dan terakhir sumur hidup yang dipenuhi kebahagiaan. Setelah membuat permohonan doa, Dirga pun memotong kue untuk Tania.


"Bisakah kamu menyuapi kue itu sebagai tanda persahabatan kita, sekali saja"


"Baiklah untuk persahabatan dan terakhir kalinya, makanlah " ucap Dirga sambil menyuapi Tania


"Oh iya, maukah kamu memakaikan cincin ini ke jariku juga sebagai hadiah persahabatan kita"


"Oke"


Pertemuan mereka ternyata diketahui Toni saat dia diundang ke acara ulang tahun pernikahan temannya.Toni yang tak sengaja melihat Dirga bersama Tania, merasa marah karena Dirga menghianati Niana. Toni pun mengambil beberapa foto mereka dari kejauhan dengan ponselnya.


"Bukankah itu cincin Niana yang diklaim milik dokter yang ada di Hospital Sanjaya" batin Toni yang duduk bersembunyi dan terus memperhatikan mereka dari kejauhan


Perasaan resah gelisah kini menghinggapi hati Dirga. Sepertinya makan malam bersama Tania akan lama. Sedangkan makan malam pun baru akan dimulai. Dirga pun pergi ke toilet diikuti Mr Ken. Mr Ken disuruh pulang untuk memberi tahu Niana kalau kepulangannya akan sedikit terlambat.


Saat mereka pergi ke toilet. Toni pun mengamati wajah gadis yang bersama Dirga. Toni terkejut wanita itu ternyata adalah dokter yang pernah dia lihat di Hospital Sanjaya.

__ADS_1


"Bukankah wanita itu dokter yang mengklaim cincin yang aku temukan, mesra sekali Dirga menyuapi wanita itu lalu memasangkan cincin. Sebenarnya itu cincin siapa dan ada hubungan apa Dirga dengannya. Apakah Dirga berselingkuh? Aku harus segera menemui Niana agar Dia tahu kelakuan Dirga seperti apa"


Toni pun menghubungi Niana, tetapi Niana tidak mau mengangkatnya. Sambil mengemudi, berkali-kali mencoba memanggil lagi Niana, sebanyak itu pula Niana mematikan panggilannya. Karena Niana tidak ingin Dirga marah besar lagi seperti waktu itu.


__ADS_2