
Hingga sampai rumah Niana tertidur pulas, sepertinya obat tidur membuatnya mengantuk berat. Dibaringkan tubuh Niana di atas kasur setelah Dirga sampai kamarnya. Dirga menyelimuti Niana lalu mencium keningnya kemudian dia pergi mandi. Setelah selesai membersihkan diri, Dirga berbaring di samping Niana. Melihat Niana yang tertidur dengan rambut masih dikepang, Dirga pun melepas ikat rambut Niana dan mengurai rambutnya. Rambut Niana yang tebal, hitam, lurus dan panjang itu diciumi Dirga.
"Kamu cantik sekali, tidak hanya wajahmu yang cantik, hatimu pun juga baik. Aku bersyukur sekali kamu menjadi istriku. Hanya kamu yang selalu membuat hatiku gelisah dan khawatir saat kamu menghadapi masalah, membuatku sakit saat kamu terluka, membuatku tersenyum dengan sikap konyolmu dan membuatku bahagia saat kamu tersipu malu dengan rayuanku. Kamu benar-benar menggemaskan" ucap Dirga memandangi istrinya tengah terlelap tidur sambil mengelus-elus pipinya dengan belakang jari telunjuknya.
Dirga pun tiba-tiba berpikir ingin mengambil gambar Niana saat tertidur pulas seperti itu. Diambilnya ponselnya di atas nakas di samping ranjang. Kemudian diarahkannya layar ponsel itu ke wajahnya yang sedang mencium pipi Niana. Lalu giliran Niana yang diarahkan untuk mencium pipi Dirga.
Ceklik ceklik ceklik suara kamera ponsel berbunyi berkali kali saat Dirga mengambil foto selfi bersama Niana yang tertidur pulas dengan berbagai pose. Niana pun tak akan menyadarinya karena obat tidur telah membiusnya hingga tertidur dalam mimpi yang semakin dalam. Akhirnya Dirga merasa mengantuk setelah puas bermain potret-potretan. Direngkuhnya tubuh Niana ke dalam pelukannya hingga pagi.
Matahari telah bersinar terang dengan sempurna, hari pun mulai pagi. Sinar cerahnya masuk menembus gorden jendela kamar Dirga mengusik matanya yang masih terpejam. Perlahan-lahan dibukannya kedua kelopak matanya, bola matanya pun berputar mengarah ke wajah Niana yang masih tertidur pulas di sampingnya dalam pelukan hangatnya.
"Kenapa kamu belum bangun, apakah nyaman tidur di pelukanku" batin Dirga sambil menyibakan rambut Niana yang menutupi wajahnya ke belakang telinga
Tiba-tiba Niana mendesakan kepalanya seolah merasa nyaman tidur dalam pelukan Dirga. Dengan mata yang masih terpejam, tangannya meraba-raba dada bidang milik Dirga seakan ingin tahu sesuatu apa yang dipakainya untuk tidur sampai terasa nyaman. Diraba-raba dan diremas-remasnya dada bidang Dirga. Lalu jari-jarinya telujuknya memencet-mencet bulatan kecil yang menonjol di balik piyama Dirga seperti sedang memencet tombol remot. Hingga Dirga hanya diam sambil menggigit tanganya yang dikepal menahan geli yang menggelitik gairahnya. Bola mata Niana pun langsung terbelalak ketika teraba otot-otot atletis yang menjadi bantalnya.
"Kamu mau merabanya sampai kapan, kamu kira aku tidak merasa geli kamu raba, kamu pencet-pencet dan remas-remas?" bisik Dirga di telinga Niana
Niana pun sontak kaget, lalu bangun dan duduk menjauh dari Dirga setelah menyadari dia sudah tertidur dalam pelukan Dirga untuk yang ke dua kalinya.
__ADS_1
"Tanganku apa yang kamu lakukan, kenapa kamu mulai berani liar di atas dadanya" batin Niana
"Aku tidak sengaja, kamu jangan memintaku untuk membayarnya dengan hal yang sama seperti waktu itu" ucap Niana yang teringat dulu pernah tidur berbantal dada Dirga dan Dirga pun meminta membayar dengan hal yang sama yaitu tidur berbantal dada Niana
"Baiklah aku tidak akan melakukan hal yang sama sebagai gantinya. Lalu kamu mau membayar dengan apa agar kamu juga merasakan hal yang sama" tanya Dirga menahan tersenyum penuh kemenangan dengan pikiran nakalnya
"Merasakan hal yang sama, apa maksudmu?" tanya Niana pura-pura polos
"Bukankah kamu sudah membuatku merasa geli saat tanganmu meraba-raba dan *******-***** dadaku. Baiklah aku tidak akan melakukan hal yang sama tetapi kamu harus merasakan hal yang sama" ucap Dirga sambil merangkak mendekati Niana
"Dasar mesum, apa yang mau kau lakukan" seru Niana
Tubuh Niana semakin ambruk ke kasur karena Dirga semakin merangkak mendekatinya lalu. Hingga kini Niana terbaring di antara tangan Dirga. Kecupan hangat diberikan Dirga di atas kening Niana dengan lembut lalu berkata "Niana aku mencintaimu"
Kemudian dipandangi mata Niana dengan tatapan dalam seolah meminta izin padanya untuk melanjutkan keinginan yang sudah tak kuasa Dirga tahan. Yaitu keinginan membuat tanda kegemasan hingga Niana merasakan hal yang sama yaitu rasa geli.
Niana yang memakai dress putih panjang di bawah lutut, berlengan pendek dan berleher rendah serta kancing bling bling yang berjajar di depan dada terlihat sangat cantik. Dirga pun semakin gemas melihat istrinya yang cantik dan kulit putihnya semakin terlihat putih bersih dengan dress warna putih itu. Saat bibir Dirga akan mendarat darurat ke leher putih Niana, Niana menyetop bibir Dirga dengan telapak tangannya.
__ADS_1
"Singkirkan tanganmu, apa kamu tidak mau merasakan hal yang sama. Kamu harus membayarnya atau kamu ingin hutangmu akan berbunga 10% kalau menolaknya?" titah Dirga dengan ancaman
"Tunggu, ini sudah siang kamu akan terlambat ke kantor" ucap Niana beralasan konyol yang membuat Dirga tersenyum
"Dasar bodoh, aku ini bosnya siapa yang akan memecatku" ucap Dirga langsung menepis tangan Niana dan dengan cepat mencium leher Niana sebelum beralasan lagi
Leher jenjang Niana yang putih diendus-endus hingga Dirga terbius harumnya aroma tubuh istrinya yang sepertinya pasrah. Dirga berhenti sejenak mengatur nafasnya memandangi wajah ayu Niana lalu mencium bibirnya.
Perlakuannya pada Niana sangat lembut dan Nianapun hanya bisa menyerah dengan keadaan yang nikmat yang akan membawanya terbang melayang. Setelah menyusuri leher Niana, bibir Dirga mulai turun di atas kancing baju Niana. Kain baju Niana digigitnya lalu ditariknya dengan sekali tarikan. Hingga kancing tekan yang menempel di baju Niana paling atas itu terlepas dari lubangnya dengan mudah dan bagian atasnya sedikit terbuka. Bibirnya pun mulai kecup sana kecup sini dengan gemas.
"Dirga geli... hentikan" ucap Niana lirih dengan mata sayu seraya memegangi kepala Dirga
"Aku akan membuat geli itu menjadi candu yang nikmat" bisik Dirga lirih ke telinga Niana
Meski bibir Niana berkata tidak tetapi matanya yang sayu tidak bisa berbohong kalau dia juga menikmati perlakuan lembut Dirga. Tangan Dirga terus berusaha membuka kancing baju yang tersisa hingga seluruh kancing sudah terlepas semua. Tangan Niana mencoba menutupi bagian dadanya tetapi Dirga menepisnya perlahan. Dirga pun mulai melonggarkan baju bagian atas yang menutupi kedua pundak Niana. Nampak bra warna hitam polos yang membalut sesuatu yang indah di dalam sana. Mata Dirga tak berkedip, jakunnya naik turun dan nafasnya memburu seolah tak sabat ingin tenggelam di antara dua lekukan indah di depannya.
Ciuman dan gigitan nakal Dirga berpindah dari leher kiri ke leher kanan membuat Niana resah dan gelisah. Dengan nafas Dirga yang terengah-engah, dilepasnya baju yang membuatnya gerah dengan mudah tanpa bersusah payah. Tangannya mulai menjamah satu bagian indah dan bibirnya terus beraksi tanpa lelah. Akhirnya terbenam sudah wajah Dirga diantara lekukan indah. Hingga tanda kegemasan yang Dirga ukir penuh gairah, membekas merah, seperti mawar yang tengah merekah, membuat Niana basah di bagian bawah dan hanya bisa mendesah aahhh.
__ADS_1
"Dirga... achh" ceracau Niana yang sudah tidak mampu menahan rasa malunya karena rasa nikmat yang diberikan Dirga sudah berhasil membobol benteng pertahanannya