Sandiwara Cinta Yang Menggemaskan

Sandiwara Cinta Yang Menggemaskan
Episode 90 Harapan Yang Kandas


__ADS_3

Setelah merebahkan Niana di atas kasur, Dirga mengecup kening istrinya lalu pergi mandi. Niana tidak ingin membuat Dirga kecewa, akhirnya dia memutuskan untuk membiarkan Dirga mengira dirinya hamil. Dia pun ingin melancarkan aksinya untuk merayu Dirga agar Dirga mengajaknya berhubungan intim agar dirinya cepat hamil. Ketika Dirga masih berada di kamar mandi, Niana memilih lingerie yang paling seksi untuk menarik perhatian Dirga.


"Aku harus berhasil merayunya malam ini, mungkin saja malam ini dia berhasil membuatku hamil benaran he he he" batin Niana terkekeh sambil menutup mulut dan melirik ke arah pintu kamar mandi


Setelah memakai lingerie seksinya, Niana merebahkan diri di atas kasur. Dia sengaja tidak memakai selimut agar Dirga melihat keseksiannya untuk memancing hasrat Dirga. Tak lama kemudian Dirga keluar dari ruang ganti pakaian dengan memakai piyama, bersiap untuk istirahat dari pekerjaan yang melelahkan hari ini. Dirga mulai melangkah mendekati Niana yang pura-pura tidur dengan posisi miring. Tangan kananya dipakai sebagai bantal, sedang tangan kirinya diletakan diatas paha kirinya. Lingerie yang mini itu tak mampu menutupi pahanya yang putih mulus bagai pualam. Belahan dadanya pun nampak mengairahkan hingga membuat Dirga menelan salivanya Berkali-kali. Niana seolah seperti mangsa yang tergeletak tak berdaya hendak diterkam oleh Dirga. Bukannya langsung mengesksekusi Niana, Dirga justru menyelimuti tubuh Niana hingga sampai bahunya.


"Saat kamu lagi hamil kenapa malah memancing hasratku. Usia kandunganmu pasti masih sangat muda, aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan anak kita. Istirahatlah" batin Dirga membelai rambut Niana lalu mengecup kening Niana


"Kenapa dia malah menyelimutiku? Apakah aku kurang hot? Aku sudah membuang rasa malu ku sampai berpakaian seksi ini dan berpose seperti wanita haus belaian. Tapi reaksinya datar sekali. Niana apa kamu bodoh sekali sampai harus mempermalukan dirimu sendiri" batin Niana merutuki dirinya


Sebenarnya Dirga sedang bersusah payah mengendalikan hasrat yang bergejolak membuay pusinh kepalanua. Hasrat yang seketika membara saat melihat Niana yang nampak begitu menggoda, diurungkannya demi menjaga calon buah hati yang masih berusia sangat muda. Apalagi dia sudah sangat menantikan kehadiran buah hatinya. Akhirnya Dirga hanya tidur sambil memeluk Niana yang posisinya masih membelakanginya. Rencana Niana pun kandas tak membuat si kumbang mereguk manisnya madu.


Kini sang fajar telah menyingsing di ufuk timur dengan cerah sempurna. Tetapi tak secerah harapan Niana. Malam yang diharapkan Niana menjadi malam yang panas untuk memadu kasih dan meraup benih-benih kehidupan dari sang suami akhirnya terlewat begitu saja. Dirga pun terlihat sudah berpakaian rapi untuk bersiap ke kantor. Dia tidak ingin menyia-nyiakan waktunya yang tinggal sehari saja untuk menyelesaikan tugas kantornya karena besok siang dia akan terbang ke Australi.


Dirga melangkah mendekati Niana yang masih betah bergelung selimut di atas kasur. Dipandanginya sebentar wajah istrinya yang menggemaskan saat tertidur. Niana pun mulai terbangun saat Dirga mendaratkan kecupan hangat di bibirnya.


"Sayang, kamu sudah mau berangkat?" Niana duduk bersandar di kepala ranjang dan menekuk wajahnya seperti tak bersemangat saat melihat Dirga sudah siap berangkat ke kantor dengan pakain rapi


"Iya, kenapa kamu cemberut?" tanya Dirga yang berdiri di sampingnya


"Aku hanya merasa kamu sibuk sekali dan jarang ada waktu bersama ku. Sekaran pagi-pagi sekalo sudah mau ke kantor saja" ucap Niana melipat kedua tangan di depan dada


"Maafkan aku. Semua juga aku lakukan demi bisa segera menghabiskan waktu bersamamu makanya aku harus segera menyelesaikan semua pekerjaanku" ucap Dirga menggenggam kedua tangan Niana


"Setidaknya kita tadi malem melakukannya, gimana aku bisa cepat hamil, besok kamu sudah berangkat ke Australi" batin Niana


"Baiklah, semoga pekerjaanmu cepat selesai. Aku juga akan ke toko hari ini" ucap Niana dengan malas


"Aku akan meminta Paman Yan mengantarmu ke toko. Jangan terlalu capek, jaga kesehatan si kecil juga. Aku mencintai kalian" ucap Dirga mencium kening dan mengusap perut Niana


"Si kecil lagi? kata-kata itu membuatku stres. Andai saja aku benar-benar hamil pasti ini adalah moment yang menyenangkan" batin Niana

__ADS_1


"Baik, hati-hati sayang" ucap Niana lalu Dirga meninggalkan kamar menuju lantai dasar


Di ruang makan terlihat Mama Sofi dan Renata sudah menunggu untuk sarapan bersama. Pagi ini Renata tidak pergi ke rumah Aska seperti biasanya karena Aska telah mengirimi chat ke ponselnya untuk datang ke rumahnya sore saja. Hari ini Aska mengadakan rapat penting di perusahaannya Askara Company yang jaraknya jauh dari rumah yang ditinggalinya sekarang. Sehingga pagi-pagi buta dia sudah berangkat menuju perusahaanya. Tetapi sore nanti dia akan bertolak ke rumahnya lagi setelah rapat selesai.


"Kak Dirga yang ngabisin martabak yang aku taruh di kulkas?" tanya Renata mencurigai Dirga


Pelayan rumah tidak mungkin berani memakan memakannya tanpa izin. Sedangkan Niana kemarin sudah mendeklarasikan diri tidak menyukai martabak. Mama Sofi pun tidak begitu menyukai makanan manis mengingat usia dan kesehatannya jadi harus mengurangi makanan-makanan yang kurang baik untuk kesehatannya. Hanya Dirgalah satu-satunya yang pantas dijadikan kambing hitam atas habisnya martabak di kulkas.


"Jangan asal bicara" ucap Dirga mencubit pipi Renata lalu menarik kursi di depan meja makan


"Ach sakit kakak" pekik Renata mengusap pipinya


"Sudah hanya martabak saja kenapa dipermasalahkan, kamu bisa beli lagi nanti" ucap Mama Sofi


"Aku hanya penasaran siapa yang diam-diam memakannya sampai habis, rakus sekali" seringai Renata masih mencurigai Dirga dan memutar bola matanya saat Dirga menatapnya tajam


"Kakak iparmu yang menghabiskan semua martabak tadi malam" ucap Dirga


"Pelan-pelan makannya Rena. Baguskan kalau kakak iparmu yang menghabiskan artinya calon cucu mama kondisinya sehat karena Niana makannya banyak" ucap Mama Sofi memberikan segelas air putih untuk Renata yang mau tersedak


"Aku hanya syok mama, karena kakak ipar yang menghabiskannya. Bukankah dia tidak suka martabak. Bagaimana mungkin dia bisa menghabiskan makanan yang tidak dia suka? Jangan-jangan kakak ipar benar-benar hamil. Baguslah kalau kakak ipar hamil setidaknya kebohonganku menjadi doa yang bagus kan hehehe" batin Renata terkekeh


"Oh iya ma dimana Paman Yan?" tanya Dirga


"Mungkin dia sedang bersiap melakukan medical cek up lagi. Ada apa mencari Paman Yan?"


"Dirga hanya mau minta tolong Paman Yan untuk mengantar Niana ke tokonya. Hari ini Niana akan pergi ke toko lagi. Mungkin sebentar lagi Niana akan turun untuk sarapan. Dirga pamit berangkat sekalian ma, Ken sudah menunggu" ucap Dirga mencium tangan Mama Sofi


"Ya sudah, biar nanti mama yang bilang ke Paman Yan, hati-hati dijalan sayang" ucap Mama Sofi


Kehadiran calon buah hati yang dinantikan oleh Dirga membuatnya terlihat bersemangat sekali pagi ini. Setelah menyelesaikan sarapannya bersama Mama Sofi dan Renata, Dirga segera bergegas manuju ke mobil yang berada di depan teras. Mr ken pun sudah siap dengan membukakan pintu mobil untuk tuannya dan mengantarkannya ke kantor.

__ADS_1


"Pagk Ken" sapa Dirga pada Mr Ken duluan hingga membuat Mr Ken mengerutkan dahi. Pasalnya Dirga tidak pernah menyapanya duluan.


Mr Ken langsung menutup pintu mobil dan masuk ke kursi depan untuk mengemudi.Matanya mengarah ke kaca mobil di atasnya, dia melirik ke arah Dirga yang duduk di kursi belakang.


"Apakah persiapan untuk ke Australi sudah selesai Ken?" tanya Dirga penuh semangat


"Sudah tuan" jawab Ken singkat


"Bagus, bulan ini bonusmu blaku tambah" sahut Dirga


"Terima kasih, tuan. Sepertinya suasana hati anda terlihat sangat baik, tuan" ucap Mr Ken kembali melirik ke arah belakang melalui kaca mobil


"Sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah. Jadi aku harus semangat bekerja lebih keras lagi untuk memberikan yang terbaik untuk istri dan calon anakku"


"Bukankah kekayaan tuan tidak akan habis tujuh turunan. Tidak bekerja pun anda bisa memberikan yang terbaik untuk orang yang tuan sayangi. Apakah tuan sudah jadi orang susah sampai harus bekerja lebih keras" ucap Mr Ken dengan beraninya


"Diamlah kau Ken, sekali lagi kamu bilang aku orang susah, bulan ini kau tak menerima gaji" seru Dirga sambil menendang kursi depan yang diduduki Mr Ken


"Baik tuan, saya akan menutup mulut" jawab Ken dengan gerakan jari telunjuk dan ibu jari yang seolah mengunci mulutnya sendiri


"Ck, baru saja bilang menambah bonus, sekarang sudah berubah pikiran memangkas gajiku hingga habis. Seperti dibawa terbang lalu dilemparkan ke jurang dengan sadis" batin Mr Ken berdecak kesal


"Kamu tidak mengerti rasanya akan jadi seorang ayah. Makanya segera nikah dan buat istrimu hamil agar kamu tahu bagimana perasanku sekarang. Apa kau tahu aku benar-benar bahagia sekali " titah Dirga


"Hemm bagaimana saya mau menikah, kalau bayangan calon istri saja belum terlihat tuan, apalagi merasakan kebahagiaan yang tuan rasakan. Sebenarnya saya juga ingin menikah tetapi jodoh saya sepertinya belum nampak, tuan" ucap Mr Ken


"Itu deritamu Ken, apakah penting untuk ku" jawab Dirga ketus


"Tidak tuan, maaf" ucap Mr Ken tak berani melirik ke arah Dirga lagi


"Hemm saya dari tadi menjadi pendengar yang baik untuk anda, kenapa anda menolak mentah-mentah curahan hati saya, tuan. Nasib seorang asisten harus patuh pada bos yang selalu benar. Pasal 1 bos tidak pernah salah. Kalau bos salah kembali ke pasal 1. Yang penting hidupku tidak menggelandang di luar sana" batin Mr Ken menggelengkan kepalanya

__ADS_1


__ADS_2