Sandiwara Cinta Yang Menggemaskan

Sandiwara Cinta Yang Menggemaskan
Episode 63 Resah dan gelisah menunggu Dirga pulang


__ADS_3

Hingga malam semakin larut, Niana masih tak penat juga menunggu kedatangan Dirga. Dia ingin sekali menghubungi Dirga untuk sekedar menepis rasa gelisa. Tetapi takut Dirga malah terganggu oleh sikapnya yang tidak bisa percaya padanya. Walau dirinya berhias senyum tetapi hatinya tak pernah tentram karena sering datang perasaan lain tentang kejujuran Dirga padanya yang tidak mau mengatakan akan bertemu Tania. Dirga juga tidak pernah terbuka untuk menghalang segala prasangka di hati Niana


"Maaf Ton, tolong jangan hubungi aku lagi. Aku tidak ingin Dirga salah paham dan marah besar lagi pada ku" chat dari Niana


Saat ponsel Toni menerima chat dari Niana, Dia segera menepikan mobilnya lalu membaca pesan di ponselnya. Toni mulai mengirim chat pada Niana. Mobilnya berhenti sejenak di pinggir jalan sambil menunggu balasan dari Niana.


"Aku melihat Dirga bersama wanita lain sangat mesra. Angkatlah panggilanku" balasan pesan dari Toni


Niana pun mulai ragu dengan perasaan Dirga setelah Toni mengatakan Dirga bermesraan dengan Tania. Pikirannya menerka-nerka tentang Driga dan Tania sedang apa di sana. Hatinya gelisah tak menentu membayangkan sesuatu yang membuat hati pilu. Rasa penasaran akan perkataan Toni semakin mendera hatinya. Akhirnya panggilan telepon dari Toni diangkatnya ragu dengan tangan yang sedikit gemetar dan bibir mengatup menahan perih setelah melihat foto Dirga bersama Tania yang dikirimkan oleh Toni.


"Halo Niana"


"Iya Ton, apa yang ingin kamu katakan"


"Dirga bersama wanita lain di Wonderly Cafe, apakah kamu tahu?"


"Sebenarnya sudah lama aku tahu rencana Dirga akan bertemu Tania mantan tunangannya" jawab Niana yang tengah berdiri di balkon depan kamarnya menikmati angin malam sendirian


"Jadi wanita itu mantan tunangannya. Lalu kenapa kamu diam saja mengetahui suamimu pergi dengan wanita lain"


"Aku hanya berusaha percaya padanya"


"Sebenarnya aku juga masih bingung. Aku lihat Dirga sepertinya sangat mencintaimu tetapi saat melihat dia mesra dengan wanita lain membuatku ragu"

__ADS_1


"Memangnya kamu melihat apa?" tanya Niana ingin lebih tahu lagi dengan jelas


"Aku melihat Dirga sepertinya sedang merayakan ulang tahunnya, dia memotong kue dan menyuapi wanita itu lalu memasangkan cincin. Dan cincin itu sepertinya cincin milikmu yang dulu aku temukan saat kamu dan Dirga kecelakaan di Surabaya. Tetapi kemarin Dirga mengambil cincin itu dariku saat aku mau menyerahkannya padamu"


"Cincin itu memang seharusnya dipakai oleh Tania, tetapi aku malah memakainya saat Dirga menjatuhkannya sebelum dia amnesia, lalu cincin itu hilang saat aku kecelakaan. Alasan Dirga memberikan cincin itu padanya aku belum tahu. Lihat saja nanti apa yang akan dikataknya setelah pulang"


"Apakah Dirga hanya ingin mempermainkanmu lagi dan kembali pada mantannya?"


"Kamu tidak perlu khawatir Ton, apa yang kita lihat di depan mata kadang tidak seperti yang kita pikirkan" ucap Niana yang sok bijak padahal hatinnya sudah luluh lantah mendengar Dirga bersikap mesra pada Tania


"Aku hanya tidak ingin temanku yang polos ditindas lagi oleh Dirga lagi"


"Yang aku rasakan, sepertinya Dirga benar-benar mencintaiku, walaupun saat ini dia bersama Tania dan tidak ku pungkiri hatiku juga terluka saat kamu mengatakan Dirga terlihat mesra bersama Tania. Aku tidak ingin gegabah, aku akan menunggu kejujurannya" ucap Niana menahan luka yang mengiris perih hatinya, dan air matanya pun menetes


"Terima kasih Ton" ucap Niana mengakhiri panggilan dari Toni


Rasa bimbang dan ragu bergelayut di hati Niana. Di saat dia teguh pada pendirian untuk menghabiskan sisa hidup dengan Dirga. Di bawah sinar bulan, angin malam berhembus, lirih dingin menyapa Niana yang masih ada di balkon. Seolah sedang meminta pertolongan Tuhan untuk dapat memahami derita batinnya kini. Agar dia juga sanggup merelakan jika Dirga memang bukan untuknya.


Perayaan ulang tahunnya bersama Tania malam ini membuat perasaan Dirga sedikit lega karena mimpi buruk yang terus menghantuinya sepertinya tak akan terjadi. Setelah melihat tak ada rasa marah di hati Tania saat mengetahui Dirga sudah menikah. Tania pun memutuskan hanya ingin bersahabat dengannya.


Dirga melihat benda melingkar di tanganya sudah menunjukan pukul 9 lewat 30 menit. Hatinya resah karena memikirkan Niana pasti sudah menunggunya di rumah. Tetapi Tania masih ingin mengajaknya foto bersama sebelum pulang. Dirgapun hanya bisa menurutinya sebagai kenangan perpisahan yang damai.


"Tania, sepertinya sudah cukup sampai di sini, istriku pasti sudah menungguku" ucap Dirga

__ADS_1


"Baiklah" ucap Tania yang tiba-tiba mencondongkan badan ke arah Dirga sambil memegang perutnya dan keringat dingin menyelimuti tubuhnya. Tania ambruk ke arah Dirga. Wajahnya tepat di dada Dirga, bibirnya menempel di kemeja putih Dirga saat kancing jaz nya terbuka. Bekas lipsti merah merona pun membekas di kemejanya.


"Tania kamu kenapa" tanya Dirga


"Perutku sakit sekali, bisakah kamu bawa aku ke RS" ucapnya terbata


"Baiklah, ayo aku bantu ke mobilmu?"


Sementara Niana yang sudah menunggu dirumah, mulai menelpon Dirga. Tetapi nomer Dirga tidak bisa dihubungi. Dirinya kini dirundung rasa gelisah yang semakin meresahkan hati dan pikirannya. Apalagi malam semakin larut. Waktu menunjukan pukul 10 malam tetapi Dirga tak kunjung pulang.


Kini dia sedang di dapur mencari kesibukan untuk membuang seluruh rasa resah dan gelisah. Niana membuka kulkas dan mencari buah stroberry. Dia ingin membuat jus stroberry kesukaannya. Buah stroberry itu di blender dengan mesin bkender yang ada di atas counter table. Akhirnya jus stroberry sudah jadi, lalu mulai mencari gelas. Niana kesusahan saat dia akan mengambil gelas di kabinet atas sampai berjinjit-jinjit. Setelah tangan kanannya berhasil mengambil gelas, tangan kirinya malah menyenggol mesin blender hingga jatuh. Entah tenaga dalam apa yang keluar dari tangan Niana hingga mesin blender yang berat berisi jus stroberry itu bisa jatuh dengan mudahnya.


"Debam...!!! " suara blender jatuh menggema


Niana kaget mendengar mesin blender itu jatuh bersamaan jus stroberrynya yang tumpah ke lantai karena tutupnya terlepas.


"Gedebug" Niana jatuh saat menginjak cairan jus


Niana terpeleset kaget dan terjatuh dan gelas ditangannya pun terlepas pecah berkeping-keping. Dia segera berdiri dan tidak hati-hati menginjak pecahan gelas. Pecahan gelas itu menancap dalam di kaki kirinya.


"Aachhh sakit sekali. Kenapa hari ini aku sial berkali-kali perasaanku jadi tidak enak" ucap Niana


Sudah jatuh tertimpa tangga berkali-kali, hal yang seirama untuk menggambarkan kejadian yang dialamai Niana malam ini.Suami yang ditunggu tak pulang-pulang, jus stroberry seperti tak sudi diminumnya, hingga membuatnya terpeleset dan jatuh. Sepertinya dewi fortuna tidak ingin berpihak padanya, sampai pecahan gelas pun menancap di kakiknya. Sungguh menyedihkan nasibmu Niana.

__ADS_1


__ADS_2