Sandiwara Cinta Yang Menggemaskan

Sandiwara Cinta Yang Menggemaskan
Episode 61 Kesedihan Dirga


__ADS_3

Dua insan yang dulu konon katanya saling membenci, saat SD tak pernah saling bertegur sapa bahkan satu patah kata pun tak pernah terucap di antara mereka. Kini telah memadu kasih bersama dan saling menyebut nama. Bahkan dengan tak tahu malunya mereka telah mengerang bersama-sama menuju puncak surga dunia. Dan saat ini ada dalam satu selimut yang sama sambil berpelukan tanpa busana.


"Nianku sayang, aku mencintaimu" ucap Dirga lalu mengecup kening Niana


"Benarkah itu?" ucap Niana singkat


"Apa kamu masih tidak percaya setelah milikmu mengambil semua benih buah hati dari tubuhku" ucap Dirga tersenyum


"Siapa yang mengambilnya, kamu sendiri menitipkannya padaku"


"Karena aku mencintaimu maka aku percaya kamulah tempat penitipan semua milikku. Maka jagalah dengan baik Calon-calon Dirga juniorku"


"Jadi kamu menganggap aku tempat penitipan anak" gerutu Niana


"Bukan hanya penitipan anak saja, diriku dan seluruh hidupku ku serahkan padamu" ucap Dirga sambil mendekap erat Niana dalam peluknya


"Aku juga mencintaimu Dirga" batin Niana


"Baiklah, apakah kamu ada acara malam ini?"


"Sepertinya ada, malam ini ada sesuatu yang harus ku lakukan bersama Ken"


"Apakah penting sekali? Kalau aku memintamu untuk tetap tinggal apakah kamu mau" ucap Niana yang jari-jarinya tangannya diketuk-ketukan pelan di atas dada bidang Dirga


"Nianku sayang, hanya kali ini saja izinkan aku pergi karena ini sangat penting harus ku lakukan demi hidup kita ke depannya"


"Apakah aku harus percaya dengan Dirga? Tetapi kenapa dia tidak jujur kalau ingin menemui Tania" batin Dirga


"Baiklah, tapi berjanjilah jangan lama-lama. Jangan buatku menunggu" ucap Niana manja


"Memang kenapa kalau lama, apakah kamu sangat merindukanku. Bukankah dari semalam sampai sekarang aku bersamamu dan menjadi milikmu sepenuhnya" ucap Dirga


"Aku takut kamu meninggalkanku" ucap Niana memepererat pelukannya"

__ADS_1


"Dasar bodoh, mana mungkin aku meninggalkan wanita yang aku cintai" ucap Dirga menjentikan jarinya di kening Niana yang sedang memeluknya


"Baiklah, aku percaya padamu" ucap Niana


Setelah mendengar perkataan Dirga Niana pun berusaha percaya padanya. Apalagi setelah mengingat kembali apa yang telah dia lewatkan bersama Dirga sejak semalam sampe sekarang. Rasa-rasanya membuat mereka saling memiliki dan mencintai.


"Mungkin Dirga memang menemui Tania untuk urusan yang lain. Bukan untuk kembali pada Tania. Dia juga berjanji tidak akan lama menemuinya" batin Niana


"Ayo kita mandi, sebentar lagi acara doa bersama untuk papa akan dimulai" ucap Dirga


Siang itu mereka mandi bersama lagi untuk yang ke dua kali. Walau mandinya tidak selama seperti tadi pagi. Setelah mereka mengeringkan rambut dan berpakaian rapi. Mereka segera turun ke lantai bawah menuju halaman taman.


Di halaman yang luas itu sudah dipenuhi kursi yang berjajar-jajar. Sudah ada beberapa tamu yang menduduki kursi di halaman itu. Keluarga Hartawan Sanjaya hanya mengundang keluarga Sanjaya saja dan beberapa orang penting.


Sepertinya semua tamu undangan sudah datang. Acara pun di mulai dari sambutan tuan rumah yang di wakilkan oleh Dirga. Wajahnya terlihat menahan kesedihan walau air mata mampu dibendungnya saat berbicara di depan para tamu mengisi acara sambutan. Setelah acara sambutan dilanjutkan ke acara selanjutnya sampai acara doa bersama selesai.


Sejak acara tadi Dirga terdiam saja dengan perasaan sedih. Niana pun merasa Dirga sepertinya sangat dekat dengan ayahnya. Niana datang membawa segelas air putih yang dibawanya dari dapur. Terlihat Dirga duduk di pinggir ranjang dengan kedua siku tangan bertumpu pada lututnya. Tangan kanannya memijit-mijit pelipis kepalanya.


"Minumlah" ucap Niana yang datang menghampirinya sambil menyerahkan segelas air putih pada Dirga


"Apa kepalamu pusing" tanya Niana berdiri di depan Dirga


"Kemarilah" titah Dirga menarik tangan Niana hingga Niana duduk di atas pangkuannya dan memeluknya erat


"Apa yang kamu pikirkan, kenapa wajahmu sedih" tanya Niana sambil memijat pelipis kepala Dirga


"Apa kau ingat saat aku marah padamu karena kamu membuat pudding yang seharusnya hanya ayah dan aku yang bisa membuatnya. Resep itu yang diajarkan ayah padaku"


"Iya aku ingat, kamu sampai mau memukul wajahku dan membuatku takut waktu itu" ucap Niana yang masih memijats


"Sejak ayah meninggal aku tidak ingin memasak pudding itu lagi"


"Memangnya kenapa?"

__ADS_1


"Karena saat ulang tahun ku, aku meminta ayah membuatkan pudding itu. Tiba-tiba ayah kena serangan jantung. Aku menemukan ayah sudah tergeletak tak bernyawa dan cairan pudding yang sudah di masaknya jatuh ke berceceran di lantai. Ayah meninggal karena aku" ucap Dirga menahan kesedihan lalu meletakan kepalanya ke dada Niana dan Nianapun mendekapnya erat dalam peluknya


"Kamu jangan menyalahkan dirimu seperti itu"


"Ayah meninggal memang karena aku, aku terlambat menolongnya" ucap Dirga meneteskan air mata


"Kematian itu sudah takdir, bukan salah kamu atau pudding itu. Tetapi Tuhan yang sudah menakdirkan jalannya harus seperti itu" ucap Niana sambil mengelus-elus kepala Dirga


Niana memegang kedua pipi Dirga dengan kedua tanganya, mendongkan wajah Dirga untuk menatapnya. Seolah ingin Dirga melupakan kenangan buruk itu agar Dirga semangat lagi.


"Hei kamu itu Dirga putra Sanjaya yang arogan, dingin dan kuat. Dimana dia sekarang? Kenapa menjadi lemah dan menyedihkan" ucap Niana


Di atas pangkuan Dirga, Niana menatap dalam ke mata Dirga, memegangi kedua pipi Dirga lalu memberinya ciuman ringan ke bibirnya. Setelah Niana mencium bibirnya, Dirga memberikan pipi kanan lalu pipi kirinya seolah minta diciumi juga. Ciuman dari Niana seperti sebuah suntikan semangat bagi Dirga. Dirga pun membalas ciuman itu dengan penuh gelora. Semakin lama ciuman mereka semakin dalam, sampai tak menyadarai pintu kamar yang belum di tutup sempurna


Tok tok tok "Permisi Tuan Muda" ucap Mr Ken yang tiba-tiba muncul di depan mereka karena pintu kamar terbuka lebar


"Maaf tuan, silahkan dilanjutkan" ucap Mr Ken yang langsung memalingkan muka lalu pergi dari kamar dan menutup pintu


"Apakah mereka sudah tidak bisa menahan sampai lupa menutup pintu. Hemm" batin Mr Ken


Sementara Dirga tidak mempedulikan keberadaan Mr Ken yang tiba-tiba datang. Niana yang merasa malu berhenti membalas ciuman panas Dirga.


"Mr Ken menunggumu, sudah hentikan" ucap Niana


"Biarkan saja, kamu yang memulai duluan jadi kamu harus bertanggung jawab. Aku sudah mau berangkat tapi kamu telah membangunkan sesuatu di bawah sana?"


"Aku hanya ingin menghiburmu tadi bukan untuk membangunkannya. Pergilah temui Mr Ken. Dia sudah menunggumu di bawah"


"Oke baiklah, bertanggungjawablah saat aku pulang nanti malam"


Dengan wajah mulai memerah karena malu, Niana pun langsung memeluk Dirga erat untuk menyembunyikan rasa malunya.


"Kalau begitu pulanglah cepat, aku menunggumu"

__ADS_1


"Baiklah aku pergi dulu, tunggu aku di rumah" ucap Dirga mencium kening Niana


Setelah Dirga pergi dan meninggalkan kamar, perasaan Niana jadi resah dan gelisah. Kebimbangan membuat dirinya bingung apakah ingin mengikuti Dirga atau tidak. Di satu sisi dia berusaha percaya pada cintanya Dirga, di sisi lain sikap Dirga yang tidak mau mengatakan bahwa sebenarnya akan bertemu Tania membuat Niana sedikit ragu.


__ADS_2