
Dirga yang sudah bangun duduk di bibir ranjang tampak sedang minum segelas air putih. Mata yang tadi fokus pada segelas air putih yang sedang diminumnya kini beralih memandang Niana yang ada di depannya tanpa berkedip. Kemeja putih Dirga yang dikenakan Niana nampak kebesaran di tubuh Niana. Tetapi malah memberi kesan seksi menurut Dirga karena kemeja itu tingginya satu jengkal di atas lutut Niana. Kaki Niana yang jenjang dan putih mulus terlihat indah sekali. Dirga pun segera menghabiskan minumnya walau seperti tampak kesulitan saat menelan air putih itu karena melihat Niana yang seksi.
"Ini masih pagi, kenapa kamu mau menggodaku dengan pakaian seperti itu" ucap Dirga menghampiri Niana sambil berkacak pinggang
"Siapa yang menggoda? almarimu dipasword semua, aku hanya bisa menemukan kemeja ini" gerutu Niana
"Kenapa tidak membangunkanku. Aku bisa meminjakan bajunya Renata untuk mu. Katakan saja kamu memakai kemeja seperti ini karena ingin mengodaku"
"Tidak aku tidak menggodamu, kamu saja yang terlalu banyak berpikir kotor" ucap Niana berjalan menuju sofa melewati Dirga begitu saja
Tangan Dirga dengan cepat melingkar di perut Niana menahan langkahnya. Lalu menarik tubuh Niana dengan satu tangan yang sudah melingkar di perut Niana. Niana pun berjalan mundur mengikuti tarikan tangan Dirga. Tubuh Niana kini dipeluk Dirga dari belakang.
"Lepaskan aku" ucap Niana berusaha melepas kedua tangan Dirga yang sudah melingkar memeluknya erat
"Tidak akan, karena kamu sudah mengodaku dan membuat pikiranku kotor jadi bertanggungjawablah" bisik Dirga di telinga Niana
"Lepaskan kalau tidak aku akan berteriak biar seluruh orang di rumah dengar"
"Teriaklah, mereka tidak akan peduli dengan teriakanmu. Justru teriakanmu akan membuatmu malu sendiri" ucap Dirga penuh menghujani Niana dengan ciuman di lehernya
"Lepaskan aku Dirga" ucap Niana tetapi tidak dipedulikan Dirga
Dirga masih menciumi leher Niana dan memberi tanda merah di sana. Dia pun mencoba mencium pipi Niana dari belakang tetapi Niana menghindar dan memalingkan wajahnya. Salah satu tangan Dirga lalu merayap ke bagian dada Niana. Dirga mulai menjamahnya dengan lembut sambil terus menciumi leher Niana.
"Dirga lepaskan aku hiks hiks hiks.. " ucap Niana lirih sambil terisak menangis
Mendangar Niana sepertinya sedih, Dirga pun tidak tega untuk berbuat lebih. Dia pun menghentikan aktifitasnya pada tubuh Niana. Dirga harus menahan lagi keinginannya yang sudah tidak tertahan karena Niana belum siap memberikan seluruh dirinya. Dirga pun merasa bersalah karena telah mmbuat Niana menangis.
"Niana maafkan aku, apakah aku menyakitimu? Pukulah aku" ucap Dirga menghapus air mata Niana dengan tangan kanannya dan tangan kirinya memegang tangan Niana di pukulkan berkali kali ke wajahnya sendiri
__ADS_1
Dirgapun memeluk Niana yang masih menangis dan mencium rambutnya. Dia bingung harus berbuat apa agar Niana tidak bersedih lagi. Kemudian dia menggendong Niana ke ranjang dan mendudukannya lalu menyelimutinya. Niana masih menundukan wajah penuh kesedihan. Selain sedih karena sikap Dirga yang dilakukan padanya, dia juga sedih karena dia merasa sebagai istri tidak bisa memenuhi keinginan Dirga. Niana tidak bisa memenuhi keinginan Dirga karena Niana berpikir Dirga tidak mencintainya dan akan meninggalkannya setelah Dirga puas dengan bersandiwara dengannya.
"Istirahatlah. Aku akan bersiap ke kantor"
ucap Dirga sambil mengelus ujung kepala Niana lalu pergi ke kamar mandi
Sebelum mandi Dirga menyuruh Bi Mar melalui panggilan ponsel untuk mengantarkan sarapan buat Niana ke kamarnya. Dirga keluar dari ruang ganti sudah berpakaian rapi dengan jaz kantornya. Kemudian Bi Mar datang mengantarkan makanan dan diletakannya di nakas yang ada di samping ranjang.
"Makanalah sarapan anda Nona Muda" ucap Bi Mar
"Terima kasih bu" ucap Niana yang masih duduk di ranjang dengan kaki ditekuk
"Panggil saya Bi Mar saja nona, semua orang di rumah ini memanggil saya begitu" ucap Bi Mar dan Niana hanya mengangguk
"Terima kasih Bi Mar" ucap Dirga saat Bi Mar mau keluar kamar
"Makanlah dulu, apakah kamu ingin aku suapi? Ayo buka mulut aa...!" ucap Dirga yang sudah memegang sendok berisi nasi goreng
"Aku tidak lapar" ucap Niana memalingkan wajahnya
"Makanlah sedikit biar kamu tidak lemas karena dari semalam kamu belum makan" ucap Dirga mendekatkan sedok ke mulut Niana
Niana menepis sedok itu dengan kasar dan dan menyenggol piring yang dibawa Dirga di tangan kirinya. Piring itupun jatuh ke lantai dan nasi goreng itu pun tumpah berserakan di lantai dan sebagian mengenai baju Dirga. Niana kaget dan wajahnya terlihat takut kalau Dirga akan marah padanya.
"Gawat, apakah dia akan marah" batin Niana bergidik ngeri
"Tidak apa-apa, kalau kamu belum lapar. Aku akan menyuruh Bi Mar untuk membereskannya" ucap Dirga berusaha sabar
"Jangan suruh Bi Mar, aku akan membereskannya sendiri" cegah Niana setelah dirasa Dirga tidak marah
__ADS_1
Tok tok tok "Permisi Tuan Muda" ucap Paman Yan yang tidak berani membuka pintu sebelum disuruh Dirga
"Ada apa Paman Yan" seru Dirga dari dalam kamamrnya
"Maaf tuan, Mr Ken sudah menunggu anda di mobil" ucap Paman Yan di depan pintu
"Suruh dia tunggu 5 menit lagi" seru Dirga
"Baik tuan" ucap Paman Yan dan bergegas turun ke lantai bawah
"Baiklah aku akan membereskannya untukmu" ucap Dirga lalu berjongkok membersihkan nasi goreng yang berserakan di lantai lalu menaruhnya di atas nakas lagi. Dirga pun masuk ke ruang ganti pakaian untuk mengganti bajunya yang kotor karena kena tumpahan nasi goreng tadi.
"Aku berangkat ke kantor dulu, kalau kamu sudah lapar turunlah ke bawah. Bi Mar akan membuatkanmu makanan" ucap Dirga bergegas pergi tanpa melihat ke arah Niana
Sepertinya Dirga sedikit kesal dengan sikap Niana. Tetapi dia juga menyadari Niana bersikap seperti itu karena dia juga. Dia akan menjaga jarak dengan Niana dulu untuk memberi waktu pada Niana agar melupakan sikapnya yang membuat Niana sedih. Suasana hatinya yang kurang baik membuat dia tidak berselera untuk sarapan karena Niana juga tidak mau sarapan. Dirga pun menyuruh Bi Mar untuk membuatkan makanan buat Niana kalau dia ingin makan.
"Ken apa jadwal hari ini?"
"Hari ini jadwal anda padat Tuan, pagi ini rapat di kantor, siang meeting dengan klien dan sore mengunjungi proyek. Setelah dari proyek kita kembali ke kantor mengecek laporan" ucap Ken sambil mengemudi mobil
"Apa tidak ada yang bisa dicancel salah satu?" tanya Dirga
"Tidak bisa Tuan, kemarin kita sudah 3 hari tidak ke kantor jadi untuk ke beberapa hari ke depan jadwal anda akan semakin padat jika dicancel lagi"
"Baiklah"
"Ulang tahun tuan tinggal beberapa hari lagi. Makan malam anda dengan Nona Tania sudah saya atur. Besok Minggu jam 8 malam di Wonderly Resto"
"Oke"
__ADS_1