
Hati Aska menjadi memanas saat melihat sikap Renata yang manis pada Toni. Apalagi Renata sudah lama tidak bersikap manis seperti itu padanya lagi semenjak Renata membaca buku diarynya. Makanan yang dia kunyah pun terasa sulit untuk ditelan.
"Kak Aska?" sapa seorang wanita yang tiba-tiba muncul dari belakang Renata
"Andrea?" ucap Aska langsung berdiri.
Renata dan Toni pun menghentikan obrolannya dan menoleh ke arah belakang. Andrea pun memberikan senyuman pada mereka.
"Maaf mengganggu kalian" ucap Andrea pada Toni dan Renata
"Tidak, kamu tidak mengganggu. Sedang apa di sini?" tanya Aska
"Aku habis mengantarkan tas pesanan pemilik resto dan mau jalan-jalan saja karena Niana memberiku cuti hari ini" ucap Andrea
"Kalau begitu duduklah bersama kami" ucap Aska merangkul bahu Andrea dan mempersilahkannya duduk di sampingnya
Andrea pun menyalami Renata kemudian Toni. "Kamu Toni temanya Niana kan?" ucap Andrea
"Iya, kamu masih ingat juga" ucap Toni
"Bagaimana aku tidak ingat, kamu yang membantu membawa mertuanya Niana ke rumah sakit saat terjatuh di toko" ucap Andrea
"Hemm, Ndre... duduklah. Sebaiknya kita makan dulu" sahut Aska yang tidak ingin mendengar Andrea membicarakan tentang Toni di depan Renata
"Oh iya, makasih kak" ucap Andrea duduk di samping Aska
"Makanlah yang banyak, kamu sepertinya terlihat kurusan" ucap Aska mengambilkan beberapa makanan untuk Andrea. Dan Andrea hanya tersenyum tipis ke arah Renata dan Toni
"Bagaimana aku tidak kurusan, selama Niana tidak berangkat ke toko, aku yang menghandle semua pekerjaanya" ucap Andrea
"Kalau begitu habiskan makananmu" ucap Aska sambil mengacak rambut Andrea seolah ingin membuat Renata cemburu juga
"Kak Toni, jadi kakak yang telah menolong mamaku ke rumah sakit saat terjatuh di tokonya Kak Niana. Terima kasih kak, kakak benar-benar baik sekali" ucap Renata menyunggingkan senyum manis pada Toni
"Biasa saja. Semua orang juga akan melakukan hal sama sepertiku jika melihat mamamu terjatuh" ucap Toni
"Jadi kamu adik iparnya Niana? Maaf aku baru mengenalimu" ucap Andrea
__ADS_1
"Ternyata dia adiknya Dirga, yang kata Niana adalah sainganku. Dia memang cantik sekali. Pasti Kak Aska menyukainya" batin Andrea
"Tidak apa-apa kakak" ucap Renata pada Andrea dan tersenyum manis padanya
"Andrea tambah lagi makanannya" ucap Aska mengambilkan makanan untuk Andrea lagi
"Renata ada makanan di pipimu" ucap Toni pada Renata dan Renata langsung meraba-raba pipinya
"Dimana kak?" tanya Renata pada Toni sambil terus meraba pipinya
"Di sebelah sini" ucap Toni sambil menunjuk pipinya sendiri
"Dimana sih" tanya Renata lagi
Toni pun mengambilkan tisu untuk membersihkan pipi Renata. Belum sempat Toni mengusapkan tisu itu ke pipi Renata, ibu jari Aska sudah mendarat di pipi Renata. Aska mengusapnya dengan lembut pipi Renata yang kotor itu dengan ibu jarinya.
Suasana pun jadi hening seketika saat Aska lama sekali mengusap pipi Renata. Padahal makanan yang belepotan di pipinya hanya sedikit sekali tetapi Aska mengusap pipi Renata cukup lama dengan tatapan yang begitu dalam. Wajah Renata pun terlihat memerah saat Aska menatapnya. Toni dan Andrea hanya bisa terdiam menyaksikan sikap manis Aska pada Renata.
"Pipimu sudah bersih, makanlah dengan baik" ucap Aska mengacak rambut Renata dengan lembut
Makan siang pun selesai walau sempat diwarnai drama saling cemburu. Ternyata di luar hujan masih turun dengan derasnya.
"Tidak usah kak, aku naik taksi saja" ucap Andrea
"Tidak apa-apa, aku bisa mengantarmu dulu" ucap Aska
"Kak Toni apakah aku bisa ikut pulang naik mobilmu" tanya Renata pad Toni karena merasa cemburu
"Siapa yang menyuruhmu pulang bersamanya? Kamu ikut aku" ucap Aska menarik tangan Renata
"Bukankah kamu mau mengantar Andrea, jadi biar aku saja yang mengantar Renata pulang" ucap Toni pada Aska
"Renata pergi bersamaku dan pulangpun juga harus bersamaku" ucap Aska pada Toni dengan tatapan tajam
"Kak Aska aku pulang naik taksi saja, lagian kita berbeda arah" ucap Andrea pada Aska
"Kak Aska lebih baik antar Kak Andrea saja, aku bisa pulang dengan Kak Toni. Kasihan Kak Andrea kalau nunggu taksi di tengah hujan begini. Mama pasti sudah cemas menungguku juga kalau kamu mengantar dua orang akan semakin lama" ucap Renata walau dadanya merasa sesak
__ADS_1
"Kalau begitu aku akan mengantarkanmu pulang dulu, setelah itu baru mengantarkan Andrea" ucap Aska
"Tidak usah kak, aku juga harus buru-buru pulang karena sudah ada janji juga dengan teman. Kita berbeda arah temanku pasti juga sudah menungguku di rumah" ucap Andrea pada Aska
"Bro, Renata benar. Kamu antarkan saja Andrea kasihan dia hujan-hujan begini harus menunggu taksi" ucap Toni pada Aska yang tengah bingung dan dilema
"Iya Kak Aska antar Kak Andrea saja biar aku pulang sama Kak Toni" imbuh Renata
"Aku tidak mau kamu pulang bersamanya" ucap Aska menatap tajam ke arah Toni
"Baiklah kalau begitu aku tidak akan pulang dengan Kak Aska atau pun Kak Toni. Aku akan naik taksi saja" ucap Renata melepaskan tangannya dari genggaman Aska dan melangkah pergi
"Aku tidak akan membiarkanmu naik taksi" ucap Aska menarik tangan Renata kembali
"Kak Aska, biar aku naik taksi saja. Kenapa malah jadi ribet bengini sih" ucap Andrea
"Tidak bisa, kamu teman baiknya Niana. Aku tidak bisa membiarkanmu pulang sendiri dalam keadaan hujan deras seperti ini" ucap Aska
"Jadi semua karena Kak Niana, Kak Aska masih menyukai Kak Niana. Lalu buat apa dia mempersulitku seperti ini" batin Renata
"Tapi aku benar-benar tidak apa-apa pulang sendiri Kak Aska" ucap Andrea
"Cukup, Rena lelah kak. Rena ingin segera pulang dan istirahat. Apa yang kakak mau? Aku pulang dengan Toni tidak boleh, aku pulang naik taksi juga tidak boleh. Rena benar-benar lelah. Tolong lepaskan tangan Rena" ucap Renata memelas dan mata berkaca-kaca
"Jangan mempersulitnya bro. Apa kamu ingin Renata pulang naik taksi" ucap Toni
"Baiklah pulanglah dengan Toni. Aku akan mengantar Andrea" ucap Aska dengan terpaksa
Aska pun langsung pergi mengajak Andrea menuju mobilnya. Sedangkan Toni pulang bersama Renata. Aska merasa kecewa dengan dirinya sendiri karena tidak bisa mengantarkan Renata pulang.
Renata pun tak mampu lagi membendung air matanya saat sudah berada di dalam mobil.Dia terlihat mengusap air matannya. Hatinya merasa sakit karena Aska lebih memilih mengantarkan Andrea. Dia berusaha tegar di depan semua orang.
"Renata kamu menangis?" ucap Toni
"Tidak, ini aku tertimpa air hujan saat masuk mobil" ucap Renata berbohong
"Hemm, Renata sepertinya berbohong. Bukankah tempat parkiran aman dari guyuran air hujan" batin Toni
__ADS_1
Sepanjang jalan menunju rumah, Renata tak mengeluarkan sepatah kata pun kalau Toni tidak mengajaknya bicara duluan. Dia pun hanya menjawab singkat saat Toni menanyakan sesuatu padanya.