
Dirga dan Niana beserta keluarganya sudah ada di bandara Surabaya pukul enam pagi. Mereka menuju hotel terlebih dahulu untuk beristirahat sebentar. Ijab qobul akan dilaksanakan pukul 10 pagi di RS. Ibu Arini telah menceritakan pada Pak Hadi bahwa Niana telah menerima tawaran dari Dirga dan Niana akan menikah dengannya hari ini.
Waktu sudah menunjukan pukul 9, mereka sedang bersiap-siap menuju ke RS. Niana juga hampir selesai dirias di dalam kamar hotel. Dengan kebaya putih dia terlihat cantik dan anggun. Hari ini dia benar-benar akan menikah dengan Dirga. Hatinya sebenarnya ragu untuk menikah karena dia yakin Dirga pasti akan meninggalkannya setelah ingatannya kembali seperti waktu dulu. Terlintas dalam pikirannya hal menyakitkan yang pasti akan terjadi lagi. Tetapi dia terpaksa harus mengikuti arus yang membawanya demi ayah dan keluarganya
"Niana kamu harus kuat jika suatu saat Dirga menceraikanmu setelah ingatannya kembali. Aku tidak boleh terlalu nyaman mengikuti arus ini. Ketika arus ini sampai di lautan maka ombak besar bisa menghempaskanku jadi hatiku harus kuat" batin Niana yang menyelesaikan riasannya di depan cermin
.
"Apa kamu sudah siap" tanya Dirga yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Niana
"Calon pengantin anda sudah selesai di make up tuan Dirga. Calon istri anda cantik sekali dan calon suami nona Niana juga tampan sekali semoga pernikahan kalian langgeng dan punya anak banyak" ucap tukang make up itu
"Cih bahkan bermimpi punya anak dengan nya pun tak sudi apalagi punya anak banyak" batin Niana yang masih bercermin lalu menoleh ke arah Dirga
"Aku sudah siap" ucap Niana sedikit menundukan pandangan matanya
"Baiklah, ayo kita berangkat" ucap Dirga mencubit sayang dagu Niana dengan jempol dan telujuknya lalu kedua netra Nianapun menatapnya
"Niana cantik sekali, aku tak menyangka dia secantik ini. Jantungku tak kuasa jika tak segera menghentikan pandangan ini" batin Dirga
"Permisi tuan dan nona" ucap Mr Ken mengetuk pintu membuyarkan pikiran Dirga yang menerawang entah kemana
"Ada apa Ken" tanya Dirga segera melepaskan cubitan kecil di dagu Niana
"Nyonya Besar dan Nona Renata sudah menunggu di lobi hotel"
"Baiklah, kami segera turun" ucap Dirga
Di dalam ruang perawatan VVIP RS Harapan Surabaya sudah berkumpul dua keluarga besar yang akan menyaksikan putra putrinya menikah. Walau awalnya dua keluarga itu mungkin tidak saling menyukai tetapi mereka terihat sangat bahagia.
"Saya terima nikah dan kawinnya Niana Zatunisa bin Hadi Permana dengan seperangkat alat solat dibayar tunai" ucap Dirga dengan lantang dan tegas
Akhirnya pernikahan resmi antara Dirga dan Niana berlangsung lancar. Setelah ijab qobul sah dilaksanakan Dirga mencium kening Niana lalu Niana mencium tangan Dirga. Pemandangan yang membuat kedua orang tua mereka terharu bahagia. Hanya Aska yang tidak bisa datang menyaksikan pernikahan mereka.
__ADS_1
Kesibukan Aska demi mengembangkan perusahaannya membuatnya tidak bisa pulang ke Indonesia karena kesempatan emas untuk kemajuan perusahaan tidak akan dua kali. Sebenarnya Aska sangat marah dan menyesal dengan keputusan Niana menikah dengan Dirga saat mendengar kabar dari Ibu Arini. Tetapi dia juga tidak bisa berbuat banyak selain menerima keputusan Niana dengan berat hati.
Ibu Arini mengantar pulang Nyonya Sofi dan Renata sampai di lobi RS setelah acara pernikahan selesai. Sepertinya Ibu Arini dan Nyonya sofi tampak akrab setelah menjadi keluarga besan. Mereka juga terlihat bahagia atas pernikahan kedua anaknya.
"Ayah Niana pulang dulu ke hotel, besok Niana akan menjenguk ayah lagi" ucap Niana yang berpamitan pulang mencium tangan ayahnya setelah acara pernikahannya selesai
"Dirga juga akan ikut menjenguk ayah besok" ujar Dirga yang berdiri di samping Niana
"Niana ayah ingin bicara dengan suamimu sebentar" ucap Pak Hadi
"Baik, Niana keluar dulu yah" ucap Niana lalu meninggalkan ruangan
"Anda Tuan Dirga apakah benar-benar mencintai putri saya?"
"Saya benar-benar mencintai putri anda"
"Baiklah, jaga putriku baik-baik. Jangan sampai kamu menyakitinya"
"Saya berjanji akan menjaga dan melindungi putri anda dengan seluruh hidup saya"
"Ayah terima kasih, saya pulang dulu"
Sesampainya di hotel Niana menuju kamarnya diikuti Dirga dari belakang. Kamar Dirga ada di depan kamar Niana. Niana mulai membuka kunci pintu kamarnya. Tetapi tiba-tiba Dirga menarik tangannya.
"Kamu mau kemana?" tanya Dirga
"Aku mau ke kamarku"
"Kita sudah sah jadi suami istri. Kamu harus satu kamar denganku"
"Kalau begitu aku mau mengambil baju-bajuku dulu di kamar" ucap Niana
"Tidak perlu, semua bajumu sudah dipindahkan ke kamarku oleh pelayan hotel. Ayo cepatlah masuk" ucap Dirga yang tanganya sedang membuka pintu menunggu Niana
__ADS_1
"Apa yang harus ku lakukan. Apakah dia akan melakukannya sekarang" batin Niana
"Aku akan mengecek lagi, mungkin saja ada barangku yang tertinggal di kamarku"
"Tidak ada yang tertinggal, pelayan hotel sudah membersikan kamarmu. Kamu mau beralasan apa lagi" ucap Dirga pada Niana yang masih terbengong di depan pintu kamarnya dan membelakangi Dirga
"Tidak ada, aku hanya ingin melepas kunci ini" ucap Niana menoleh ke belakang menunjukan kunci kamarnya pada Dirga
"Sudah terlepaskan, ayo masuk"
"Aku akan menyerahkan kunci ini ke resepsionis dulu"
"Tidak perlu nanti biar Ken yang menyerahkannya"
Lalu Dirga meraih tangan Niana yang sedang menunjukan kunci dan segera menariknya masuk ke dalam kamarnya. Secepat kilat Dirga menutup pintu lalu menghimpit Niana ke pintu kamarnya. Tangan Dirga menahan kedua bahu Niana bersandar ke pintu. Dirga menempelkan kepalanya ke kening Niana dan hidung mancung mereka saling bertemu. Tidak ada jarak diantara mereka. Jantung Niana seperti mau lepas dari tempatnya.
"Kenapa membuatku menunggu lama? Aku sudah menahannya sejak di RS tadi" ucap Dirga yang masih menempelkan dahi di keningnya Niana sambil menatap Nia
"Apa kamu tidak lelah, sebaiknya istirahatlah dulu" ucap Niana memalingkan pandangan matanya ke arah lain
"Bukan hanya lelah tapi aku juga menahan sakit dibawah sini karena menunggumu" ucap Dirga berbisik di telinga Niana
"Otaknya benar-benar sudah mesum, bagaimana aku harus menghindar darinya" batin Niana
"Apa kamu tidak bisa menahannya lagi, aku belum siap" ucap Niana menahan malu menundukan wajahnya
"Aku sudah tak tahan lagi" ucap Dirga berbisik lagi di telinga Niana dan memberi tiupan kecil yang membuat desiran nakal menjalar ke seluruh tubuh Niana
"Apa dia akan melakukannya sekarang" batin Niana mengepalkan kedua telapak tangannya karena takut
"Dasar bodoh, kenapa pikiranmu mesum" ucap Dirga sambil menjentikan jarinya di kening Niana
"Aachh sakit" ucap Niana mengusap-usap keningnya
__ADS_1
"Aku sudah tidak tahan buang air kecil, dari tadi aku menahanya di RS. Jangan berpikiran jorok" seru Dirga sambil berlalu menuju kamar mandi meninggalkam Niana yang terbengong
"Menyebalkan dia yang mempengaruhiku untuk berpikiran kotor, kenapa malah aku yang seolah mesum" batin Niana