
Ibu Elisa yang sedang meminta maaf pada Mama Sofi masih terisak menangis. Suara tangisannya pun terdengar sampai di ruang tengah. Karena penasaran Renata pun menemui Mama Sofi dan tamunya. Sedangkan Paman Yan pergi ke dapur dan meminta Bi Mar membuatkan minuman untuk kedua tamunya Mama Sofi. Renata menunduk menyapa ke arah wanita yang sedang menangis itu. Lalu dia duduk di samping Mama Sofi dan menatap mamanya penuh tanya.
"Ibu Elisa sudah jangan menangis katakan saja kesalahan apa yang ingin anda katakan" ucap Mama Sofi sambil memegangi tangan Ibu Elisa yang diletakan di sandaran tangan sofa
Niana yang telah selesai makan terlihat akan meninggalkan taman. Dia melangkah menuju ke teras rumah. Reval yang sedari tadi melihatnya segera melangkah dan berdiri bersandar di pilar. Saat Niana sampai di teras dia melihat laki-laki itu masih memakai topi sehingga wajahnya tak bisa dilihat dengan jelas. Niana pun menunduk memberi hormat padanya. Laki-laki itu terlihat menundukan wajah sambil bersedekap dada membalas sapaan Niana.
"Orang ini aneh sekali" batin Niana segera berlalu meninggalkan orang yang dianggapnya aneh itu
Saat sampai di ruang tamu Niana menghentikan langkahnya karena melihat wanita yang dilihatnya di taman tadi menangis di hadapan Mama Sofi. Raut wajah Niana pun terlihat bingung. Lalu dia ikut duduk di samping Renata dan menunduk hormat kepada Ibu Elisa.
"Dia siapa Rena, kenapa menangis di depan mama?" bisik Niana pada Renata
"Rena juga tidak tahu, dia mau minta maaf karena telah berbuat salah pada mama" jawab Renata lirih
"Nyonya, sebenarnya bayi nyonya yang bernama Arga telah saya ambil" ucap Ibu Elisa kembali menangis
"Apa maksud anda? Anak saya Arga sudah meninggal dari bayi" ucap Mama Sofi kebingungan
"Maafkan saya nyonya. Sebenarnya Arga masih.... " ucap Ibu Elisa tak kuasa menahan tangisnya hingga dia sulit berucap untuk melanjutkan kata-katanya
Saat Ibu Elisa mau melanjutkan ucapanya, Bi Mar pun datang mengantarkan minuman. Dan Paman Yan mengikutinya dari belakang lalu berdiri di samping sofa karena penasaran.
"Silahkan diminum nyonya" ucap Bi Mar meletakan minuman ke atas meja
"Terima kasih bu" ucap Ibu Elisa pada Bi Mar
"Sama-sama nyonya, permisi" ucap Bi Mar meninggalkan ruang tamu
__ADS_1
"Ibu Elisa apa maksud ucapan anda tadi? Saya benar-benar tidak mengerti" tutur Mama Sofi
"Anak ibu yang bernama Arga masih hidup" ucap Ibu Elisa
"Tidak mungkin, anda jangan sembarangan bicara nyonya. Saya melihat sendiri Arga sudah meninggal dan saya yang telah membantu Tuan Hartawan Sanjaya memakamkan Arga" sahut Paman Yan dengan lantang
"Iya bu, Arga saya sudah meninggal. Walau saya tidak ikut memakamkannya tapi suami saya sendiri yang memakamkannya. Bagaimana mungkin Arga masih hidup" ucap Mama Sofi
"Dia masih hidup nyonya. Waktu itu saat Arga sudah mulai membaik dari kondisinya, saya menukar bayi anda dengan bayi adik saya yang kondisinya kritis. Adik saya mengalami baby blues karena mengetahui bayinya kritis apalagi beberapa bulan sebelum lahiran suaminya meninggal. Lalu saya menukar bayinya dengan bayi nyonya karena saya tidak ingin adik saya jadi gila kalau tahu anaknya meninggal. Saya merawat Arga dari dia SD karena adik saya meninggal karena kecelakaan. Saya sudah menganggap Arga seperti anak saya sendiri" tutur Ibu Elisa
"Apa? Tidak mungkin" ucap Mama Sofi syok dan memegang pelipis kepalanya saat mendengar cerita Ibu Elisa
"Mama tidak apa-apa?" tanya Renata yang duduk di samping Mama Sofi sambil merangkulnya
"Anda jangan berbohong nyonya? Siapa yang bisa percaya dengan cerita anda tanpa bukti apapun" tutur Paman Yan geram karena dia merasa benar-benar telah melihat sendiri Arga dimakamkan
"Dirga dan Arga kembar identik, kalau Ibu Elisa tidak berbohong pasti wajah anak ibu yang bernama Reval yang ibu bilang adalah Arga anak saya, pasti mirip dengan Dirga. Bisakah anda memanggilnya ke sini sekarang" titah Mama Sofi
"Baiklah nyonya, saya akan memanggilnya" ucap Ibu Elisa
Saat Ibu Elisa mau beranjak dari tempat duduknya untuk menanggil Reval. Tiba-tiba Reval pun datang dan sudah berdiri di pintu. "Reval kemarilah nak" ucap Ibu Elisa. Reval masih mengenakan topi hitamnya. Semua manik mata menatap ke arahnya penasaran. Dia pun perlahan membuka topi hitamnya. Semua orang yang baru melihat Reval terlihat kaget karena wajahnya mirip sekali dengan Dirga.
"Tidak mungkin.... Kamu benar-benar mirip Dirga. Apakah kamu benar-benar Arga anak saya?" ucap Mama Sofi masih terlihat syok
"Iya, saya Arga anak anda" ucap laki-laki yang benar-benar terlihat sama dengan Dirga itu
"Tidak mungkin kamu Kak Arga. Jangan-jangan kamu operasi plastik biar mirip kakak saya dan punya tujuan tersembunyi" tukas Renata tak percaya
__ADS_1
"Kalau kalian tidak percaya, kalian bisa mendekat dan memegang tubuh saya apakah saya operasi plastik atau tidak" tegas Reval
Niana pun merasa seperti benar-benar melihat Dirga. Matanya tak berhenti menatap lelaki yang bernama Reval itu. Dia seolah melihat Dirga hidup kembali. Mereka memang mirip sekali bagai pinang dibelah dua. Mama Sofi dan Renata pun mendekatinya. Tangan mama Sofi menyentuh lembut pipi Reval dan Reval pun segera memeluk mama Sofi.
"Reval rindu sekali dengan mama karena dari kecil Reval tidak pernah merasakan dipeluk mama kandung sendiri. Dan Reval juga tidak pernah melihat Dirga kembaran Reval" ucap Reval memeluk Mama Sofi sambil meneteskan air mata
"Pipi kakak benar-benar asli dan hidung kakak juga kenapa bisa persis kakakku Dirga" ucap Renata menusuk-nusuk pipi dan hidung Reval dengan ujung jari telunjuknya
"Apakah dia benar-benar Arga kenapa wajahnya begitu mirip sekali dengan Dirga?" batin Niana
"Mama, sepertinya dia benar kembarannya Kak Dirga" ucap Renata
"Nyonya jangan percaya dulu, bukankah Arga memiliki tanda lahir di belakang punnggungnya. Kalau laki-laki ini benar-benar Arga pasti dia juga memiliki tahi lalat di belakang punggungnya" ucap Paman Yan
dan Reval pun menatap tajam ke arah Paman Yan yang seperti tidak mempercayainya
"Iya betul ucapan anda Pak Yan. Maaf apakah kamu bisa menunjukan tanda lahir yang dimiliki Arga" titah Mama Sofi
"Baiklah saya akan membuka baju di depan kalian semua kalau kalian tidak percaya" ucap Reval melirik tajam ke arah Niana saat memegang ujung bajunya dan Niana pun langsung memalingkan wajahnya sambil menunduk
"Oke bukalah baju kakak kenapa diam saja, aku sudah sangat penasaran kakak punya tahi lalat itu atau tidak" ucap Renata
"Maaf sebelumnya, wanita itu siapa? Saya tidak mungkin membuka baju di depan wanita yang bukan keluarga saya" ucap Reval menatap ke arah Niana
"Dia Kak Niana istrinya Kak Dirga" ucap Renata
"Maaf apakah anda juga ingin melihat saya membuka baju?" tanya Reval pada Niana
__ADS_1
"Saya tidak tertarik melihat anda" ucap Niana langsung berbalik badan