
Saat pandangannya mengedar ke sekitar, mata Niana tiba-tiba tertuju pada seseorang yang sangat familier sekali. Sesosok laki-laki yang sudah lama tidak menemuinya. Dia sampai kaget tidak percaya karena yang dia tahu harusnya orang itu masih di luar negeri.
"Kak Aska" seru Niana saat melihat Aska yang keluar dari dalam swalayan menuju parkiran mobil
"Kenapa kak Aska tidak mengabariku kalau sudah pulang" batin Niana dalam hati
"Kakak manggil siapa?" tanya Renata
"Manggil kakaku Ren, aku mau menghampirinya" ucap Niana sambil menunjukan jari ke arah laki-laki yang sedang berdiri mengamati mobil mewah warna pink yang terparkir di depan swalayan
"Itu kan kakak ganteng yang kena cipratan air kotor saat mobilku melintasi genangan air. Jadi dia kakaknya Kak Niana? Gawat aku harus memanggil Kak Niana dulu sebelum Kak Niana menghampirinya" ucap Renata segera berlari menarik kursi roda Niana dan mengajaknya bersembunyi
"Kak Niana berhenti, kita sembunyi dulu" cegah Renata sambil menarik kursi roda Niana yang mulai berjalan menghampiri Aska
"Memang kenapa Ren, kakak mau nemui Kak Aska dulu" ucap Renata
Mereka pun bersembunyi di belakang mobil yang terparkir paling ujung. Renata bersembunyi sambil sesekali mengintip ke arah Aska. Sepertinya Aska mengenali mobil pink yang dia amati. Dia terlihat mengintip ke dalam mobil melalui pintu kaca. Kemudian matanya menatap ke segala arah seperti hendak mencari pemilik mobil warna pink itu.
"Ada apa Ren" seru Niana menarik-narik tangan Renata yang sedang mengintip Aska
"Ssstt... pelankan suara kakak" titah Renata
"Sebenarnya kita bersembunyi dari siapa?"
"Kenapa aku jadi seperti benar-benar main intel-intelan" batin Niana
"Kakak lihat laki-laki yang sedang berdiri di samping mobilku itu. Dialah kakak tampan yang aku cari" ucap Renata
"Kak Aska? Jadi kamu mencari Kak Aska?" seru Niana
"Siapa Kak Aska? Apa kakak mengenal laki-laki itu?" tanya Renata penasaran
"Dia itu kakakku, lebih tepatnya kakak sambung. Namanya Aska"
"Apa? Kenapa duniaku jadi mengecil, kenapa aku tidak pernah tahu kalau kakak ipar punya kakak seganteng itu" ucap Renata kaget
"Waktu aku menikah Dirga, dia memang tidak datang karena ada urusan bisnis di luar negeri. Lalu kenapa bersembunyi ayo temui dia" ucap Niana sambil menjalankan kursi rodanya dengan tombol
__ADS_1
"Tidak kak" cegah Renata
"Bukankah kamu mau minta maaf sama dia?"
"Aku takut dia marah padaku karena waktu itu aku tidak keluar dari mobil dan langsung kabur saat dia mengetuk-ngetuk kaca mobilku" ucap Renata takut
"Nanti kakak bantu jelasin ke Kak Aska, yang penting kamu minta maaf dulu. Ayo buruan"
"Sebentar kak, aku pinjam asesoris yang kakak pakai dulu" ucap Renata sambil melepas topi, kacamata dan masker yang dipakai Niana lalu memakainya
"Kamu mau ngapain memakai itu semua" tanya Niana penasaran dengan sikap Renata
"Ternyata asesoris ini berguna untuk menutupi kecantikanku juga" batin Renata setelah selesai memakai semua barang tak berguna yang dipakai Niana
"Biar kakak ganteng itu penasaran dengan wajahku yang cantik seperti barbie ini" ucap Renata dengan percaya dirinya
"Ada-ada saja, tapi itu masker bekasku mau kamu pakai juga. Apa kamu tidak takut kecantikanmu yang seperti barbie akan dikoyak oleh kuman atau bakteri di maskerku" ucap Renata
"Tidak, bukankah mulut kakak ipar tiap hari bertukar saliva beserta bakteri dan kuman-kumannya dengan Kak Dirga dengan panasnya. Kalau Kak Dirga tidak apa-apa, artinya masker ini cukup aman ku pakai" ucap Renata tanpa memfilter perkatannya
(Visual Renata: Zhang Yuxi)
Mereka pun langsung keluar dari persembunyiannya dan menghampiri Aska yang berdiri di samping mobil Renata. Mata Aska mengedar ke segala arah seolah mencari dan menunggu pemilik mobil datang. Saat Niana terlihat beberapa langkah di hadapannya, Aska sangat terkejut memandangi Niana yang tengah berjalan menggunakan kursi roda.
"Kak Aska" seru Niana melambaikan tangannya ke arah Dirga
"Niana !" ucap Aska kaget dan masih berdiri di tempat tanpa melakukan pergerakan apapun
"Kak Aska aku kangen sama kakak" ucap Niana membentangkan tangan ingin memeluk Aska
"Niana apa kabarmu? Ada apa dengan kakimu? Apakah Tuan Sanjaya yang tengil itu menindasmu lagi?" ucap Aska sambil menyambut pelukan Niana
"Dia bilang Kak Dirga tengil? Karena kamu ganteng jadi aku maafkan kali ini" batin Renata
"Aku baik-baik saja, kenapa pulang tidak memberi kabar. Apa yang kakak lakukan di sini?" tanya Niana
__ADS_1
"Maaf Niana, aku ada proyek mendadak di sekitar sini. Jadi setelah pulang dari luar negeri langsung ke sini dan belum sempat mengabarimu" ucap Aska yang duduk jongkok di depan Niana
"Hemmm hemmm" Renata berdehem walau tenggorokannya tidak gatal
"Oh iya kak, ini Renata pemilik mobil pink ini"
"Jadi kamu yang kabur setelah membuat bajuku kotor waktu itu. Apa kamu tidak pernah diajari bertanggung jawab" ucap Aska sambil menunjukan jari ke arah Renats dengan tatapan mata kesal
"Kakak tampan saya minta maaf, please! " ucap Renata menangkupkan kedua telapak tangannya memohon maaf pada Aska
"Kamu sudah membuat klien saya pergi karena saya terlambat datang saat meeting karena harus mengganti baju saya yang kotor gara-gara wanita tengil seperti mu"
"Apa, dia menyebutku wanita tengil setelah mengatai Kak Dirga tengil juga. Aku mau marah tapi dia sangat tampan, membuatku dilema saja" batin Renata
"Kakak tampan aku benar-benar tidak sengaja waktu itu, tidak usah menyebutku wanita tengil juga. Aku menyebutmu tampan kenapa kamu menyebutku tengil. Menyebalkan" ucap Renata sambil terpejam mengepalkan kedua tangannya ke atas dan langsung menghempaskan tangannya karena kesal
"Kak Aska, aku bisa bantu jelasin. Renata tidak sepenuhnya salah. Tahan emosi kakak, ini bisa dibicarakan baik-baik. Kita cari tempat lain untuk ngobrol. Masa kalian mau berantem di tengah jalan" ucap Niana memegangi tangan Aska
"Dia salah sepenuhnya atau tidak bagiku dia tetap wanita tengil yang suka berulah tapi tidak mau bertanggung jawab" ucap Aska sambil melipat kedua tangannya di depan dada
"Kakak tampan, stop menyebutku tengal tengil. Aku punya nama cantik yang harus kakak ingat yaitu Renata" seru Renata
"Aku tidak peduli, dasar wanita tengil" ucap Aska menarik ke bawah topi yang dipakai Renata hingga menutupi wajahnya
"Kak Niana katakan pada kakak mu ini untuk bersikap baik dengan seorang wanita" ucap Renata membetulkan topinya
"Kak Aska jangan bersikap seperti itu pada Renata, selama ini dia selalu menjadi adik ipar yang baik. Jadi aku minta kakak juga bersikap baik padanya juga" titah Niana
"Adik ipar? jadi bocah tengil ini adiknya Dirga tengil itu. Oh pantas sama-sama tengilnya" ucap Aska sambil berkacak pinggang dan membuang muka seolah malas menatap Renata walau wajahnya tak terlihat dengan segala asesoris yang dipinjam dari Niana
"Tuh kak, dia malah manggil aku bocah tengil dan ngatai suami kakak tengil juga" ucap Renata. Padahal Niana sendiri juga sering ngebatin ngatain Dirga "Tuan Tengil", Renata saja yang tidak tahu.
"Cih bukankah sikapmu sekarang memang seperti bocah yang suka mengadu?"
"Sudah jangan bertengkar, kita duduk di sana dan bicara baik-baik" ucap Niana sambil menunjuk kursi taman yang ada di depan swalayan
🙋Hai readerku tolong tinggalkan jejakmu. Agar karyaku bisa berkembang dan dibaca banyak orang. Jadi author tidak akan merasa hampa sendirian di sini. Setidaknya author tahu ada penghuni yang menemani author di karya author yang baru menetas ini 😄
__ADS_1