Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
Pertemuan singkat


__ADS_3

"Let's light up like the moon


Yeah, we're taking off


make it even brighter


That's what I like about you (hey)


That's what I li-li-li-li-like


Tell me what you gonna do


You know that I want you, won't ya"


lagu lost king - you feat katelyn tarver menjadi suara alarm dari handphone ayra, jam sudah menunjukan pukul 5 pagi, ayra yang masih mengantuk karna semalaman mengedit proposal skripsi yg harus dibawa hari ini, dia menutup tubuhnya dengan selimut seakan enggan untuk bangun.. tapi kemudian mama ayra masuk ke dalam kamar dan menepuk kaki ayra..


"heeeh, bangun ra jam 5 nih, mandi trs solat gih, bukannya kamu hari ini mau sidang proposal skripsi jam 8?" sambil terus mengguncang kaki ayra


"hmmm" ayra tidak membuka selimutnya dan malah menutupi kepalanya dgn bantal


"ayra ihhh, ampun deh ni anak, bangun solat, ntar punya suami masa mau males2an gini" sambil berusaha mengangkat bantal di kepala ayra


"hmmm ah mama, jodohnya aja gatau dimana, udh ngomongin suami" ayra duduk dan berusaha membuka matanya


"ya gapapa yg penting belajar dari sekarang jangan males bangun pagi, ayo bangun"


"iya ma iyaa" ayra beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi, mamanya pun keluar kamar dan menyiapkan sarapan pagi untuk suami dan putri bungsunya itu


setelah selesai mandi dan solat, ayra kembali mengedit sedikit proposal skripsi miliknya, tak terasa waktu pun sudah menunjukan pukul 7 pagi, ayra ke teras rumah untuk memanaskan motornya yang akan di pakai untuk kuliah

__ADS_1


"astagfirulloh innalillahi allohuakbar, yaaaah ckk" ayra memasang wajah kesal


"kenapa sih ra?" tanya mamanya


"ban motornya bocor maaa, jam 8 harus udh dikampus, gimana dong nih ahhh" gerutu ayra


"yaudah kamu sarapan dulu, tuh udh mama buatin roti, nanti udh sarapan kamu langsung ke tambal ban didepan itu, dorong motor kedepan dikit gapapa lah" bujuk mama


"ahh, udh rapi gini, udh cakep mah, masa dorong motor, sedih amat deh apes apess"


bantah ayra


"kamu mau ngomel2 sampe berbusa juga gaakan bikin ban motormu bener sayang, nanti waktumu malah kebuang sia2, ayo cepet sarapan trs tambal ban mumpung masih ada waktu" titah mama


"yaudadeh ma, aku berangkat sekarang aja, aku bawa rotinya ntar aku makan dikampus, Assalamualaikum" dengan wajah betenya ayra kemudian mencium tangan mamanya


"waalaikumsalam nak, hati2"


keluarga ayra adalah keluarga sederhana, papanya hanya seorang pegawai negri sipil, dan mamanya hanya ibu rumah tangga, ayra adalah anak ke 4 dari 4 bersaudara, ketiga kakanya sudah menikah dan memiliki anak, kini dirumah sederhana itu hanya tinggal papa mama dan ayra saja, meskipun begitu orangtuanya berhasil menyekolahkan anak2nya hingga kuliah, bahkan kaka pertama ayra adalah seorang AURI


"Huh akhirnya sampe, mang tambal ban yang belakang ya" ucap ayra


"mangga neng" kata tukang tambal ban


ketika sedang menunggu ban motornya di tambal, ayra kembali membuka proposalnya dan membacanya, ketika sedang asik membaca tiba2 ayra dikagetkan dengan suara laki2 yang menyapanya


"ban nya bocor neng?" ucap lelaki itu dari belakang ayra


"i-iyaa" sambil membalikan badan

__ADS_1


"eeeh kak ibram, kirain siapa, darimana kak?" balas ayra


ibram adalah kaka tingkat ayra dikampus yang sudah lulus kuliah, laki2 bertubuh ideal putih tampan dan pintar itu cukup famous dikampus karna dia pernah jadi wakil ketua senat mahasiswa, kata orang dia mirip dengan aktor dimas anggara dan ayra adalah bendahara dari senat mahasiswa


"biasalah ra, belanja buat bahan jualan hehe namanya juga pengusaha kuliner yang baru merintis, semuanya dikerjain sendiri, paling dibantuin ibu" jawab ibram yang masih duduk diatas motornya


"iya kak, semoga laris manis yaa, jd pengusaha sukses banyak cabangnya hehe"


"aamiiin, oiya kamu mau kekampus? mau sidang skripsi?" sambil melihat kertas yg di pegang ayra


"em ini baru proposalnya kak, tapi udah degdegan hehe" ucap ayra


"santai, gapapa dosennya gakan gigit kok, skripsi ga seserem yang dibayangin ra, percaya deh, yg penting skripsinya dikerjain sendiri, jadi kamu paham apa yang kamu tulis"


"iya kak doain aja taun depan aku lulus"


"aamiiin, doain aku juga usahaku berjalan lancar, bisa buka lowongan kerja buat oranglain hehe"


"iya kak" tersenyum


"neng nih udah" kata si mang sambil membereskan peralatannya


"eh tuh bannya udah beres kayanya ra, gih ntar telat kekampusnya"


"oke mang makasih, nih uangnya" sambil menyodorkan uang


"sama2 neng" balas si mang


"kak, aku duluan yaa takut telat" ucap ayra

__ADS_1


"iya ra, hati2 yaa jangan ngebut" balas ibram


kemudian ayra melaju dengan motornya menuju kampus, berharap dia tidak terlambat untuk sidang proposal skripsinya. menurut ayra mungkin pertemuan ini biasa saja berbeda dengan ibram, Ibram tersenyum, ibram senang atas pertemuan singkatnya dengan ayra, ibram memang sudah menaruh hati pada ayra sejak lama, memperhatikan ayra dari jauh, belum pernah ibram berbicara berdua dengan ayra, bahkan komunikasi lewat chat pun hanya untuk membahas keperluan senat, baru kali ini ibram berbincang berdua dengan ayra diluar keperluan kampus dan senat, meskipun singkat tapi ibram selalu mengingat pertemuan itu, ibram pun menyalakan motornya dan bergegas pulang untuk mengolah belanjaannya menjadi masakan dan dijual


__ADS_2