Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
Keraguan


__ADS_3

Saat ini Delia sedang duduk di balkon kamarnya sambil menikmati semilir angin malam yang berhembus menembus kulit.


Tak ada bintang yang menerangi hanya rintik hujan deras yang turun menghiasi malam kali ini menambah mendung perasaan Delia.


Ditambah tak adanya kabar dari sang pujaan hati menambah keraguan akan hubungan mereka.


Delia hanya bisa menerka mengapa Leon masih tertutup padanya, padahal dari awal mereka sudah saling berjanji untuk saling terbuka walaupun itu masalalu sekali pun.


Mengapa disaat sudah merasakan kenyamanan dan penantian selama ini harus ada serpihan cerita yang di tutupi walau bagi Leon mungkin hanya masalah sepele yang tak perlu di ceritakan.


"Haaah kenapa harus berubah disaat aku sudah terlalu nyaman dan berat untuk melepaskan." Gumamku dengan lirih


"Memang tak baik jika terlalu mencintai, Karena jika sudah tergores sedikit saja akan sulit di lupakan." Ucapku dalam hati sambil memandang ke langit yang gelap segelap hatiku


🍃🍃🍃


Sedangkan di belahan negara lain saat ini Leon tengah melakukan pertemuan dengan klien nya ditemani seorang wanita yang terlihat cantik walau dengan wajah sayunya.


"Kesepakatan kita seperti di awal ya tuan Leon semua sudah di setujui tinggal membubuhkan tandatangan kedua belah pihak. " Ucap kolega bisnisnya dengan bahas Inggrisnya (anggep aja dah di tranlet yak🤣)


"Oke tuan semoga kerjasama kita berjalan lancar. " Ucap Leon setelah menandatangi sudah kontrak mereka dan bersalaman.


"Kalau begitu kita makan siang bersama dulu ya tuan tadi kami telah memesan makanan. " Ucap sekretaris rekan bisnisnya


"Baiklah jika begitu saya akan makan siang bersama kalian." Ujar Leon sambil melirik ke arah wanita di sebelahnya


"Kalau boleh tau siapa wanita di samping anda tuan Leon apakah istri anda ?" Tanya nya sambil melirik ke arah wanita tersebut


"Owh bukan dia mantan istri saya, Kebetulan setelah ini saya harus menemaninya untuk ke dokter. " Jawab Leon dengan senyum tipis


"Owh begitu kenapa harus berpisah padahal kalian terlihat cocok dan serasi, kenapa tak rujuk saja."


Leon hanya membalas perkataan rekan bisnisnya dengan senyum tipis sedangkan wanita di sampingnya hanya menunduk saja.


Melihat Leon hanya diam dengan senyum terpaksa koleganya pun jadi tak enak hati.


"Maafkan saya tuan jika perkataan saya lancang. mari kita makan saja takut makanannya dingin, " Ucapnya di saat makanan yang sudah tersaji di depan mereka


Setelah itu pertemuan mereka di tutup dengan makan siang bersama, menghilangkan kecanggungan yang terjadi di tengah mereka yang di akibatkan oleh pertanyaan rekan bisnis Leon.

__ADS_1


🍃🍃🍃


Sedangkan Bryan saat ini sedang berjalan mengendap ke kamar Delia untuk melihat keadaannya.


Sesampai di depan pintu kamar tersebut, Bryan mencoba membuka secara perlahan kebetulan sekali pintunya tak di kunci.


Setelah pintu terbuka Bryan tak melihat keberadaan Delia di atas ranjangnya.


"Dimana Delia.. " Gumamnya sambil masuk ke dalam


Saat akan berbelok ke kamar mandi Bryan melihat pintu balkon sedikit terbuka, jadi memutuskan untuk berjalan ke sana.


Dari dekat sudah terlihat Delia yang sedang melamun memandang hujan yang turun dari langit yang semakin deras.


Karena itu Bryan segera berbalik lagi dan mengambil selimut.


"Eh,,, kapan Abang masuk kok gak kedengeran !" Ucap Delia saat ada selimut yang menutup tubuh dan pelakunya adalah Bryan


"Kamu terlalu asik melamun dek sampe gak sadar abang masuk di tambah abang emang gak ketuk pintu karena mikirnya kamu udah tidur. " Ujar Bryan sambil membelai kepala Delia


"Aku gak bisa tidur bang. "


"Hem Delia gak bisa menutup mata dengan hal itu bang, "


"Iya abang tau tapi kan gak ada yang salah dengan status duda. toh dia masih ting-ting loh sayang, " Bryan sedikit bergurau agar Delia kembali tersenyum


"Ishh abang... lagian abang bisa tau dia masih perjaka apa gak emang udah liat langsung, " Cibirku sambil mencebik


"Astaga ishh Abang masih suka kue lapis legit ya bukan lontong."


"Wkwkwk siapa juga yang bilang abang suka lontong, aku kan bilangnya Abang emang udah pernah liat kalo emang Leon masih perjaka !"


"Ya lagian kamu kayak meragukan abang aja. Ya kan infonya langsung dari anak buah abang toh walau Leon gak perjaka sekali pun gak ada pengaruhnya. "


"Ishh kenapa jadi bahas perjaka sama enggak sih abang, Aku tuh masih anak kecil kata ibu masih suci hehe."


Bryan pun memberikan hadiah sentilan di kening Delia mendengar perkataan adiknya tersebut.


"Auww Abang sakit ishh jahat bener. "

__ADS_1


"Salah sendiri, kecil dari mananya kalo umur aja udah kepala dua gitu dasar gak ngaca. Kamu mah anak kecil yang bisa bikin anak lebih kecil lagi." Ejek bang Bryan


"Abang lebih tua lagi dari Lia, hati-hati tuh lumutan kasian istri abang nanti, " Ejek Delia sambil menjulurkan lidah


Melihat kelakuan Delia, Bryan hanya tersenyum inilah yang di inginkan nya melihat senyum indah di wajah adiknya.


"Udah malem dek kamu harus tidur besok kerja kan nanti kesiangan. "


"Nanti bang bentar lagi, "


"Bang mau tanya boleh, bang Satria sama bang Ryan udah tau hal ini belum ?" Ucapku sambil memandang nya


"Hemm udah. mereka juga nyerahin semua keputusan sama kamu mana yang terbaik."


"Aku jadi kangen mereka bang, " Sambil memeluk bang Bryan


"Besok mereka pulang kok sayang sekalian rencana abang ajak kamu liburan besok cuma kita berempat aja."


"Tapi kan aku kerja besok emang mau kemana sih ?"


"Kamu lupa itu yayasan punya kamu kan masih bisa di pantau dari rumah. kita cuma beberapa hari nanti di sana, "


"Oke lah Delia nurut abang aja. lagian kita udah lama gak liburan bareng, "


"Ya udah tidur gih biar besok abang anter dan temenin kamu kerja, kita juga berangkat nya sore nunggu satria dan Ryan juga soalnya."


"Owh oke kalo gitu, tapi temenin tidur ya malem ini pengen bobok sama Abang. " Rayuku dengan puppy eyes


"Ckck emang masih kecil kamu dek tidur aja masih minta temenin abang. Yaudah yok masuk udah larut ini nanti yang ada kamu malah sakit lagi, Bisa batal liburan kita kalo kamu drop. "


Setelah mereka masuk Delia segera ke kamar mandi untuk mencuci wajah sedangkan Bryan mengunci pintu balkon.


Setelah selesai Delia segera menyusul Bryan yang sudah merebahkan tubuhnya di ranjang. Tak lupa menyusup masuk ke pelukannya,


"Selamat tidur Abang ." Ucapku setelah memberikan kecupan di pipi dan memeluknya


"Hem selamat tidur juga kesayangan abang yang imut. " Jawab Bryan memberikan kecupan di kening cukup lama setelah itu membalas pelukan Delia,


Bersumbang 🤧

__ADS_1


__ADS_2