
Setelah menempuh perjalan kurang lebih dua jam akhirnya sampai lah kami di kota X saat pesawat sudah mendarat di landasan.
Kami pun bergegas menuruni pesawat saat pemberitahuan dari pramugari terdengar,
Delia berjalan sambil mengapit lengan Leon dengan Icha yang berada dalam gendongannya.
Setelah itu mereka bergegas mengambil koper yang mereka bawa dari kota S yang berisi oleh-oleh untuk keluarga mereka.
"Anak mami nyeyak banget sih tidur nya gak keganggu dia mas, " Ujar ku melihat Icha yang masih terlelap di gendongan Leon
"Hemm kayak nya kecapean karena di ajak kesana kemari sama kita. Karena jujur ini baru pertama kali Icha ikut keluar kota. " Jawab Leon yang sedikit kewalahan
"Astaga kasian banget Icha, Aku kira udah terbiasa dia ikut keluar kota gitu mas. Ayok duduk dulu di cafe sana. " Ucap ku berseru dengan menggiring Leon untuk duduk
Akhirnya sampai di dalam cafe kami segera mencari tempat duduk, "Alhamdulillah rasanya pegel banget gendong anak yang mulai gede ini. " Seru Leon yang geleng-geleng kepala karena merasa Icha kian bertambah berat.
"Ya wajar kali mas Icha sekarang aja udah di taman kanak-kanak kan lagi masa pertumbuhan jadi gak aneh."
"Yang gak wajar itu mas belum tua banget udah punya penyakit encok. " Delia berseru sambil cekikikan
__ADS_1
"Ceritanya kamu ngejek aku nih, Kamu belum nyoba aja gimana gagah nya aku nanti. " Ujar Leon dengan senyum misterius nya
"Perasaan aku gak enak nih, Jangan bahas yang plus-plus aku masih kecil. " Ucap ku dengan pipi yang sudah merona karena tau apa maksud ucapan Leon
"Salah sendiri nantangin aku. Jadi gak sabar pengen cepet ke KUA deh yank, " Ujar Leon dengan wajah yang di buat seimut mungkin
Bukan nya merasa terkesan Delia malah terbahak mendengar perkataan Leon tersebut. Seolah yang di katakan Leon adalah sebuah lelucon.
Akibat dari tanggapan Delia yang tak sesuai ekspektasi nya membuat Leon memberenggut seperti anak kecil yang tak diberikan permen oleh ibunya.
"Kamu kok jahat sih yank, Aku serius ihh malah ketawa. " Ujar Leon sambil mencubit pipi Delia
"Ehh ya ampun anak mami jadi kebangun, Iya sayang.." Ujar Leon menjawab pertanyaan Icha
Tiba-tiba saat mereka masih bercengkrama sambil menunggu jemputan telepon Delia pun berdering,
Rupanya ada panggilan dari Ayah nya.
"Wa'alaikumsalam... ada apa yah..?
__ADS_1
"Baru aja sampe kok ini lagi nunggu jemputan."
"Oke nanti kita langsung ke sana yah,"
Setelah panggilan berakhir Delia pun memasukkan kembali handphone dalam tas,
"Siapa yang nelpon ?" Tanya Leon
"Oh ayah yang telpon, Ayah bilang suruh kita pulang ke rumah besar. " Ucap ku meminta persetujuan nya
"Oke nanti kita langsung ke sana aja, tapi sebelum itu kita mampir ke apartemen aku ya buat ganti baju sama bersih-bersih. " Ucap Leon sambil membelai sayang Delia
Sedangkan Icha sudah sibuk dengan tablet yang di berikan Leon padanya.
Tak lama setelah itu supir pribadi keluarga Leon datang menghampiri kami, dan sedikit berbasa-basi karena terlambat akibat macet.
Mereka pun akhirnya bergegas meninggalkan bandara setelah semua masuk ke dalam mobil dan melaju meninggalkan area bandara.
🥀🥀🥀🥀🥀
__ADS_1