Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
Hati ke Hati


__ADS_3

Saat ini ada dua anak manusia yang sama-sama tengah berdiam diri di balkon menikmati hembusan angin yang menerpa kulit.


Ya itu adalah Delia dan Leon sesaat setelah di izinkan untuk menemui Delia tadi Leon langsung di persilahkan masuk oleh sang empunya kamar walau dengan tatapan datar dan dingin nya.


Delia berusaha menahan rasa marah dan tangis nya saat menatap langsung mata laki-laki yang beberapa hari ini membuat hati dan pikirannya terganggu,


Sedangkan Leon menatap mata itu dengan raut wajah bersalah dan kerinduan.


Ya, Leon merindukan Delia sebenarnya ingin sekali rasa untuk memeluk dan mendekap hangat perempuan yang amat di cintai ya itu.


Tapi disini Leon sadar jika dia bersalah dan mungkin susah untuk Delia memberikan maaf.


Terdengar helaan nafas panjang dari Delia berusaha mengatur suasana hatinya.


"Jadi, " Cuma satu kata itu yang terucap dari mulutnya karena Delia tau Leon pasti mengerti


"Maaf aku minta maaf, aku laki-laki pengecut maafkan aku sayang. " Lirih suara Leon mengalun sambil menunduk tanpa berani melihat Delia


"Hemmmm Terus, " Delia masih berusaha tidak menatap Leon matanya masih terus memandang ke depan


"Maafin mas, kamu sudah tau kan semua nya iya aku duda dan aku masih berhubungan dengan mantan istriku sampai sekarang tapi bukan karna aku masih cinta tapi cuma sebatas rasa empati dan kasian dia gak ada lagi keluarga dia sebatang kara di tambah sekarang dia sakit keras dan karena itu juga dia di tinggalkan tunangannya."


"Ini semua cuma sebatas rasa empati dan peduli keluargaku karena kalo bukan karena dia mungkin Icha gak ada di dunia ini sampai sekarang, karena waktu kecelakaan itu dia juga ada disana di mobil yang sama. walau badan nya juga luka-luka tapi tetap berusaha mencari pertolongan untuk menyelamatkan adikku tapi sayang Tuhan lebih sayang dengan nya dan hanya menitipkan Icha pada kami. "


Jelas Leon dengan mata yang memandang langit pandangan jauh menerawang ke masa lalu saat mengingat kebersamaan nya dengan adik dan keluarganya sebelum kecelakaan tersebut.


Tanpa terasa air mata pun menetes dari pelupuk mata Leon karena dia ingat betapa malang nasib Icha yang harus di tinggal pergi kedua orang tuanya sedari baru terlahir kedunia.


"Mas juga minta maaf karena gak jujur dari awal. mas hanya takut kamu malah pergi jauh dari kami, ini semua juga bukan salah mama atau papa karena disini aku yang menyuruh mereka untuk diam. dan maaf juga karena waktu itu aku mematikan telpon sepihak. mas cuma takut kamu mikirnya enggak-enggak. " Ujar Leon setelah menghela nafas yang terasa berat


"Justru kamu gitu yang buat aku salah paham. kamu gak tau kan berapa hari sebelum kesini bawaan ku selalu overthinking sama diri sendiri. aku mikirnya kamu udah bosen sama aku, " Jelas Delia sambil melirik ke sampingnya dimana Leon juga menatap nya


"Aku tulus mas sayang sama kamu, bukan hanya kamu aku jatuh cinta lebih dulu dengan Icha ku karena dia kita bisa ketemu lagi, dari awal kita berkomitmen aku udah bilang kan buat saling terbuka."


"Iya aku tau aku yang salah disini, tapi mas berharap kamu mau memaafkan mas. aku gak mau kehilangan kamu sayang, " Ujar Leon yang sudah berani menatap mata Delia dengan sayang tak lupa dengan menggenggam tangannya.

__ADS_1


"Entahlah mas aku terkadang berpikir memang sepetinya kita, " Belum selesai berucap Delia merasakan ada benda kenyal yang menempel pada bibir merahnya


Karena takut mendengar perkataan Delia, Leon pun langsung membungkam bibir manis itu dengan bibirnya.


Melihat tak ada perlawanan Leon pun melanjutkan ciuman yang awalnya hanya sekedar mengecup dilanjutkan dengan memperdalam ciuman.


Yang awalnya hanya diam Delia pun terbuai dan membalas ciuman tersebut, mereka saling bertukar Saliva dengan mata terpejam saling menuntut.


Merasa kehabisan nafas Delia pun berusaha melepas tautan mereka,


Haaahhhh


"Maaf sayang aku kelepasan, " Dengan senyum bahagianya Leon mengelus ujung bibir Delia


"Dasar soang asal sosor aja, aku belom ada maafin kamu tapi udah berani cium-cium hampir aja abis nafas. " Omel Delia dengan galak


"Ya maaf kelepasan, " Ujar Leon dengan lirih menggaruk kepala yang tak gatal


"khem jujur aja aku masih belum bisa maafin kamu mungkin aku masih butuh waktu untuk berpikir. " Ucapku setelah mengatur debaran saat ciuman berlangsung


"Ini semua gak ada hubungan sama Icha jadi tenang aja. dan soal mantan istri kamu bisa pertemukan kami ?" Tanyaku mengutarakan hal yang mengganjal


"Kenapa kamu mau ketemu dia ?" Leon balik bertanya saat ini mereka sedang duduk berselahan di sofa yang terdapat di balkon kamar


"Ya udah kalo gak boleh. " Jawabku cuek


"Eh ya bukan gitu juga sayang mas cuma nanya loh. mau kapan Hem ?" Tanya Leon dengan lembut


"Terserah yang pasti dua atau tiga hari lagi aku sama yang lain bakalan pulang. "


"Oke besok aja kalo gitu tapi agak siangan ya biar mas jemput kamu disini. kalo pagi mas mau ke kantor yang ada disini sebentar. " Jelasnya perlahan takut jika Delia marah


"Ya terserah aku ikut aja. "


"Mas sayang banget sama kamu, takut kalo kamu ninggalin mas dan pergi sama laki-laki lain. " Ujar Leon sambil memeluk erat Delia dalam dekapannya

__ADS_1


"Itu mah resiko kalo tukang boong ya terima nasib. "


"Kenapa bilang gitu jangan-jangan emang udah ada yang lain kamu?"


"Kalo ada emang kenapa hah, " Tantangku melihat matanya


"Ya jangan nanti mas sama siapa, kamu tega gitu. " Ucapnya dengan manja


"Ya sama bencong sana di perempatan. " Dengan sarkas


"Iyuhhh aku lebih suka yang asli enak di pegang dari pada yang tempelan ya !"


"Bahas ginian aja waras otak kamu. "


"Lah iya dong udah kodratnya manusia punya nafsu juga, mau gimana lagi coba. " Dengan kalem Leon menjawab


"Tau ah sana pulang udah selesai kan ngomongnya. " Ujarku berusaha melepas pelukannya


"Kok ngusir sih baru juga sebentar disini, " Dengan wajah mengiba nya


"Sebentar apaan kamu masuk kamar aku tadi masih jam 8 sekarang udah jam 10 aja. nanti yang ada abangku curiga di kira ngapain. " Omel Delia tapi tak mengelak lagi pelukan Leon karena dia merindukan dekapan hangat ini


"Ya gpp itu lebih baik biar di nikahin ke KUA langsung biar bisa awww... "


Dengan geram Delia mencubit pinggang Leon.


"Ya ampun sayang sakit, "


"Lagian mulutnya minta di sambelin. "


"Hehehe ya maaf kan bagus justru biar bisa kasih adek buat Icha. "


"Udahlah bisa gila Deket kamu gini, kalo emang masih mau di sini ya udah aku mau keluar. "


Setelah itu Delia meninggalkan Leon sendiri di kamar bisa bahaya jika mereka berlama-lama disana.

__ADS_1


🍃🍃🍃


__ADS_2