Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
Kegundahan


__ADS_3

Setelah puas menemani Delia bermain, mereka memutuskan langsung untuk pulang karena hari mulai gelap.


Setelah sampai di gedung apartemen Bryan bergegas memarkir mobil di basemen, sepanjang mereka memasuki lift menuju apartemen tak ada pembicaraan di antara empat saudara tersebut.


Keluar dari lift mereka bergegas memasuki apartemen,


KLIK !!


Setelah memasukkan kode pin mereka pun masuk.


"Abang makan malem nya pesen aja ya, Delia capek banget." Ucapku sesaat setelah masuk


"Iya dek sana mandi terus istirahat nanti biar abang delivery aja." Jawab Ryan


Tak lupa Bryan, Ryan dan Satria memberikan kecupan di kening Delia.


Tak lama setelah Delia memasuki kamar Bryan pun membuka suaranya.


"Dek kalian bersih-bersih sana setelah itu abang tunggu di kamar ada yang mau di bahas sebentar."


"Siap bang " ucap mereka serentak


"Jangan lupa pesen makan dek, bila perlu nanti tanya dulu Delia mau makan apa !" Ucap Bryan setelah itu mereka bubar masuk ke kamar masing-masing


🍃🍃🍃


Saat sampai di kamar Delia bergegas masuk ke kamar mandi setelah melepaskan semua pakaiannya.


berdiri langsung di bawah shower tanpa sehelai benang menikmati guyuran air yang mengalir langsung dari atas kepala hingga kakinya.


Delia kembali teringat akan sosok Leon yang dilihat di sebuah resto bersama seorang perempuan yang tak ia kenal.


Hati pun bertanya-tanya mengapa sampai detik ini Leon masih tak menghubungi nya, apakah karena perempuan tersebut ? ataukah hal lain.


Dimana letak kesalahannya, padahal yang harusnya marah sendiri itu adalah dia karena beberapa waktu lalu saat sedang menelpon Leon mendengar suara seorang perempuan. tapi yang dilakukan Leon hanya mematikan telepon secara sepihak.


"Sampai kapan harus di gantung begini, kalau pun kamu sudah bosan kenapa tidak di bicarakan baik-baik padaku. kenapa masih ada yang harus di tutupi dalam hubungan ini, padahal kamu sendiri yang ingin kita saling terbuka." Gumamku lirih


Tanpa terasa air mata menetes dari pelupuk mata Delia, dengan lamunan yang kian dalam.




Saat ini Ryan memasuki kamar Delia tapi tak menemukan keberadaanya di ranjang, disaat ingin meneruskan langkah kaki menuju balkon Ryan mendengar suara gemericik air dari kamar mandi.


TOK.. TOK.. TOK..

__ADS_1


"Dek kamu masih mandi ?" Tanya Ryan tapi karena tak mendapat sahutan dari dalam Ryan memutuskan mengeraskan suara


"Dek kamu mandi atau pingsan kenapa lama banget mandi nya hey Delia. "


Sedangkan Delia yang sedang melamun mendengar sayup suara dari luar.


"Dekk Abang dobrak yaaaa, "


Delia pun tersentak saat mendengar suara yang sangat jelas. "Eh Abang jangan aku lagi mandi, tunggu aja di luar." Ucapku panik sambil bergegas menyelesaikan mandi.


Tak lupa segera memakai kimono dan handuk di kepala,


CEKLEK !!


"Astaga dek kamu mandi atau tidur sih di dalem sana, tuh kan badan kamu sampe dingin semua gini. kalo sakit gimana coba abang bisa di marahin sama ibu dan ayah nanti." Omel bang Ryan padaku saat membuka pintu


"Ishh abang panas tau telinga Lia diem dulu kenapa cerewet banget. aku mau pakek baju dulu abang tunggu di balkon sana. " Usirku padanya


"Awas jangan lama kamu."


Selesai berpakaian aku pun menghampiri bang Ryan yang tengah asik dengan handphone nya duduk di sofa yang terdapat di balkon kamar.


"Ekhem, sibuk teross katanya mau ngomong. " Ucapku sedikit keras


"Astaga ini anak kebiasaan, tunggu sebentar abang di telpon sama sekretaris ini ada hal penting." Jelas bang Ryan langsung menarik tanganku duduk


"Oke kalo begitu saya serahkan semua nya sama kamu, kalau bisa atur ulang jadwal saya karena kemungkinan masih beberapa hari saya disini. " Jelas bang Ryan pada orang yang di seberang telepon, setelah itu dia mengakhiri pembicaraan.


"Udah sayang, Abang cuma mau tanya kamu mau makan apa nanti. " Sambil mengacak rambutku bertanya


"Astaga bang aku kira apa gak tau cuma nanya ini !"


"Pesen apa aja aku bakal makan kok, karena saat ini Delia lagi butuh tenaga hehe."


"Emang kamu mau ngapain ?" Tanya bang Bryan sambil memicingkan mata dengan alis yang mengekerut


"Adek abang tersayang ini butuh banyak tenaga supaya kuat mental menerima kenyataan.!" Jelasku dengan sedikit candaan


"Hem kamu harus percaya kalau kalian jodoh pasti akan bisa melewati ini." Ujar bang Ryan langsung mendekap ku erat


"Ya udah abang keluar sana aku mau nelpon bentar, nanti kalo udah sampe makanya kasih tau ya. " Tak lupa mencium pipi bang Ryan


Setelah bang Ryan keluar aku pun bergegas duduk bersandar di ranjang sambil memandang handphone yang sedang ku pegang erat saat ini.


Aku pun memutuskan untuk mencoba inisiatif lebih dulu untuk menelpon Leon, walau awalnya sedikit kaget karena tak menyangka kami sedang berada di negara yang sama.


Tut.. Tut..

__ADS_1


Sudah dua kali menelepon tak di angkat, aku pun mencoba menelpon untuk yang terakhir.


"Halo, " Suara ini suara yang berapa tak terdengar olehku tanpa sadar air mata menetes lagi


Setelah menarik nafas dalam dan menguatkan hati aku pun membuka suara.


"Halo kamu apa kabar mas ?"


"Hem kabarku baik gimana kamu disana, aku denger dari Icha dia sempet nyari kamu di sekolah, tapi kamu izin berapa hari gak masuk kenapa ?"


"Aku,,, aku baik kok baik banget. gpp lagi mau menenangkan diri aja, "


Berat sekali ingin menanyakan hal ini padanya.


"Mas kamu kapan pulang dari sana ? ada yang mau aku bahas soalnya."


"Kemungkinan aku disini masih sekitar dua atau tiga hari lagi sayang. kenapa kamu udah kangen ya ?"


"Hem nanti kalo mas udah pulang kita ketemu ya."


Aku berpikir lebih baik membahas hal ini saat kami sudah pulang nanti.


"Oke nanti mas kabari, maaf ya berapa hari ini aku sibuk kerja makanya gak sempet telpon kamu, jangan mikir yang enggak-enggak soal aku oke. "


"Bagaimana aku gak mikir gitu mas kalo kamu acuh ini aja kalo gak aku yang telpon duluan kamu pasti gak akan inget." Gumamku dalam hati menahan sesak


"Hey sayang kamu denger gak ?"


"Eh iya mas udah dulu ya aku di panggil sama Abang bye. "


Tanpa menunggu jawaban Leon aku segera mematikan telpon sambil sedikit terisak.


"Kamu kuat Delia masih banyak yang sayang kamu." Gumamku untuk mensugesti diri sendiri


🍃🍃🍃


Tak lama setelah itu Delia pun di panggil untuk turun agar segera makan,


Saat ini kami sedang menikmati makan yang di pesan bang Ryan.


"Akhh kenyang juga, " Ucapku setelah menghabiskan makan dan bersandar


"Laper apa rakus kamu dek, " Cibir bang Satria


"Bang jangan mulai mood ku lagi gak baik saat ini. " Dengan sinis aku memandang ke arahnya


"Oke abang gak akan ganggu."

__ADS_1


"Sayang setelah ini kamu masuk ke kamar dan istirahat biar besok bisa lebih fresh oke. "Jelas bang Bryan


"Oke kalo gitu Lia tidur duluan ya bang kalian jangan tidur larut. "


__ADS_2