Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
Penjelasan Leon


__ADS_3

Tanpa terasa sudah dua hari icha di rawat di rumah sakit,demam nya pun sudah turun dan kembali ceria lagi....sesuai janji ku selama icha di rawat aku lah yang menjaga nya.jadi aku mengerjakan pekerjaan ku dari rumah sakit.


Dan selama dua hari ini juga Leon selalu berusaha mendekati ku walau pun aku selalu bisa menghindari nya tapi malam ini aku tak bisa mengelak lagi karena dia berjanji pada icha akan menemani nya seharian.


ya hari ini icha sudah di perbolehkan pulang ke rumah jadi aku pun membereskan semua barang-barang nya sedangkan Leon sekarang sedang menemani icha yang menonton tv.


"mami sini dong duduk sama icha." yang melambaikan tangan nya


"nanti sayang mami belum belum selesai beres-beres nya." berusaha menghindari kontak mata dengan leon


"biarin mami beres-beres sayang icha sama papi dulu aja,kan sebentar lagi kita mau pulang."


"yesss icha seneng...nanti kita jalan-jalan ya papi...?"


"kamu baru sembuh sayang nanti ya next time aja,icha anak pinter kan." ujar leon mengelus kepala icha


"oke deh gpp tapi janji lain waktu ya papi,mami nanti mami tidur sama icha kan di rumah." ujar icha sambil memandang ku dengan puppy eyes nya


delia pun bingung harus menjawab apa karena tak mungkin dia tidur di rumah leon,apalagi di masih berusaha menghindar darinya.


"liat nanti ya sayang." ucap ku tersenyum paksa


"udah selesai semua kan yok kita pulang." ujar leon sambil menggendong icha


kami pun keluar dari ruang inap icha setelah tadi leon menyelesaikan admistrasi nya.sesampainya kami di parkiran leon memasukkan icha di kursi depan.


saat delia akan membuka pintu belakang. " kamu duduk di depan bareng icha." ujar leon sambil mengambil alih tas di tangan ku


"ehh gak usah aku di belakang aja." ujar ku sambil segera melepaskan genggaman tangan nya


"mami sini icha mau di pangku." tiba-tiba menyembulkan kepalanya


"tuh anak nya sendiri yang minta. " ucap leon senyum mengejek

__ADS_1


"ishh apa sih gak jelas" setelah itu masuk dan memangku icha


Leon pun segera masuk ke dalam mobil dan menjalankan nya keluar dari rumah sakit menuju kediaman nya.


di sepanjang perjalanan hanya di isi ocehan icha dan nyayian nya dan aku pun hanya sesekali menimpali nya.


"Icha seneng deh karena Icha sekarang bisa kayak temen yang lain di temenin mama papa nya." ujar nya dengan senyum yang tak pernah pudar


hati ku pun terenyuh mendengar nya...alangkah malang nasib nya harus kehilangan kasih sayang seorang ibu sedari kecil.


"mami nanti kita jalan-jalan sama papi ya."


"ehhh emm...."


tiba-tiba leon menyela " iya sayang weekend nanti kita jalan-jalan sama mami oke." sambil mengacak rambut icha


"horee icha seneng papi sekarang sama icha terus." memarkan gigi kelinci nya


Delia pun hanya menjadi penyimak di antara mereka...setidak nya disini dia tau kalau leon pun merasa bersalah karena tidak bisa meluangkan waktu untuk anak nya.


Ya sesuai perkiraan ku kalau leon sudah pernah menikah karena dari awal icha memanggil nya papi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tanpa terasa sampai lah kami di rumah menjelang sore di depan pintu sudah di sambut dengan orang tua leon yang tidak lain adalah oma opa nya icha beserta pengasuh nya.


sesampai kami di depan mereka. "assalamualaikum oma opa..." ucap ku sambil menyalam mereka dengan icha di gendongan ku


"wa'alaikumsalam ayo leon ajak delia masuk kasian berat gendong icha." ujar ayah nya


kami pun masuk ke dalam dengan leon menggandeng tangan ku. "lepasin leon aku bisa jalan sendiri." ucap ku berusaha lepaskan genggamannya


"udah lah aku cuma kasian sama kamu karena sambil gendong icha,jangan membantah." ucap nya tanpa menghiraukan protesku

__ADS_1


sesampainya di ruang tamu aku pun langsung mendudukkan diri dengan icha yang masih di gendongan ku.


orang tua leon hanya tersenyum menatap ku,tak lama setelah itu pelayan datang menghidangkan minum.


"emang gak berat chacha nya di gendong terus.letakkin di kamar nya aja nak." ucap oma ranti


"iya tante kamar icha dimana ya...?" ujar ku setelah minum ku tandas


tiba-tiba leon mengambil alih Icha dari gendongan ku. "biar aku saja kamu udah capek." setelah nya meninggal ku dengan orang tua nya


orang tua Leon terlihat baik dan ramah apalagi aku sudah terlebih dulu mengenal oma Ranti...tanpa sadar pun kami sudah berbincang membahas soal icha di sekolah dan apa yang menjadi aktifitas akhir-akhir ini.


di saat kami sedang berbincang terdengar langkah kaki mendekat,ya dia adalah leon.aku kadang masih belum siap bertemu dengan nya apalagi setelah lama kepergian nya tanpa kabar.


"ma pa aku pinjem Delia nya sebentar ya." tanpa mendengar protes ku dia membawaku keluar yang ku perkirakan adalah halaman belakang


dia pun menggiringku duduk di gazebo dekat dengan kolam ikan yang ada di bawah pohon rimbun. "Delia apakah kamu masih marah sama aku...?" tanya nya dengan masih menggenggam tanganku


"apa peduli dengan itu.toh kita gak punya urusan apa pun.!" ucap ku sambil melepaskan genggaman tangan nya


"aku tau aku salah dulu karena pergi tanpa kabar ,tapi itu semua ada sebab nya dan satu hal yang harus kamu tahu bahwa chacha bukan anak kandung ku." ucap nya secara gamblang menjelaskan dengan tenang


Delia yang mendengar nya tak kalah terkejut. " jadi maksud nya kamu belum menikah...?" tanya ku memandang lekat mata nya


"Chacha adalah anak dari adik ku yang meninggal akibat kecelakaan pesawat dengan suami nya dan waktu itu umur icha masih 1tahun dia gak tau apa-apa makanya itu aku sekarang yang menjadi wali nya sebagai orang tua."


"dan alasan kenapa aku tiba-tiba menghilang itu semua karena kamu,kamu masih ingat hari dimana sebelum kita kelulusan.aku melihat mu sedang bermesraan dengan laki-laki di taman belakang kampus dan yang lebih menyakitkan kalian sedang berciuman." ucap nya menjelaskan semua dengan memandang lurus ke depan.


Delia yang mendengar semua penjelasan leon mendadak membeku,yang dia rasakan saat ini adalah bingung karena merasa penjelasan yang di ucapkan Leon ada yang tak sesuai kenyataan nya.


Delia pun masih berusaha meningkat kejadian tersebut. "astaga maksud kamu yang di belakang kampus itu...oh my good kamu salah paham Leon itu gak seperti yang kamu tuduhkan.lagian kita juga gak ada hubungan kan kenapa kamu harus cemburu selama ini kita cuma bersahabat." ujar ku sambil terus memandang nya


🥀🥀🥀🥀🥀🥀

__ADS_1


__ADS_2