Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
#Isi hati


__ADS_3

semenjak hari itu ibram jadi sering berkunjung kerumah ayra hanya untuk sekedar main, ibram memang lelaki yang baik, ibram tidak pernah mengajak ayra untuk pergi berdua dengannya, dia tidak mau mendekati ayra dengan cara yang salah dengan mengajak ayra berkencan, lebih baik ibram datang kerumah ayra untuk sekedar berbincang dengan ayra dan ibunya..


disisi lain bian dan ayra pun semakin intens berkomunikasi, jika bertemu dikampus pun terasa agak berbeda karna mereka berdua terkadang tanpa sengaja memperlihatkan rasa cemburu satu sama lain.. meskipun mereka berdua terkadang menutupi perasaannya dan bercanda seperti biasanya, sampai pada akhirnya...


.


.


.


bian mengungkapkan perasaannya dengan tanpa sengaja.. berawal dari chattingan kemudian


"kenapa sih bian kamutu belakangan jadi agak beda deh" tanya ayra


"beda gimana ra, akutu sama aja tetep ganteng hehe" jawab bian asal


"tuhkan kamutu becanda mulu, gabisa deh ngomong serius dikit" balas ayra


"iya maaf ra, sensi amat, nanti aku seriusin kamu insyaa Allah" balas bian


"hmm masa" balas ayra bete


"tuhkan giliran aku serius dianggep becanda, gini sih nasib orang yang humoris, becanda salah, serius juga salah" balas bian

__ADS_1


"cewe tuh suka dibecandain tapi lebih suka diseriusin haha" balas ayra


"hmm, ra boleh nanya gak?" tanya bian


"apa?" kata ayra


"kamu lagi deket sama kak ibram?" tanya ibram penasaran


"temenan aja, cuma emang belakangan ini dia suka main kerumah gitu" jawab ayra polos


seakan disamber gledekkk wajah bian berubah murung, bian menghela nafas kasar


"oh gitu" balas bian singkat seakan malas untuk melanjutkan obrolan dadanya terasa sesak


bian tidak membalasnya melempar hp nya ke kasur kemudian menutup wajahnya dengan bantal


"kamu cemburu hah?" tanya ayra dengan sedikit kesal karna sikap bian yang sering berubah2 gak jelas


bian kembali mengambil hp nya


"iya ra, aku cemburu"


deg

__ADS_1


deg


deg


"kenapa? bukannya selama ini kamu cuma becanda aja kan sm aku, kenapa harus cemburu sm kak ibram? tanya ayra


"iya ra, iya, aku emang suka becanda sm kamu karna aku pengen trs deket sm kamu dengan cara itu, aku belum punya nyali buat bilang kalo aku suka sama kamu karna aku sadar diri skrg aku masih kuliah, belum punya apa2 buat aku janjikan sama kamu, jujur aku pengen serius sm kamu ra, maafin aku sepengecut ini, skrg ada kak ibram yang jauh lebih mapan dr aku nyoba deketin kamu, aku gaada apa2nya ra, maaf kalo kata2 aku ini egois, tapi ini isi hati aku ra" ungkap bian


deg


deg


deg


jantung ayra terasa berdetak kencang saat membaca pesan bian, dia tidak menyangka teman yang selama ini selalu mengajaknya becanda ternyata menyimpan perasaan terhadapnya


"kenapa cemen banget sih, ga berani ngomong, dan skrg baru denger kak ibram ngedeketin aja udah nyerah gitu? yaudah" jawab ayra kesal sambil menahan air mata di pelupuk matanya


"engga, aku ga bilang nyerah, kalo kamu bersedia, tunggu aku ra sedikit lagi" balas bian


"insyaa allah aku tunggu" balas ayra


(whaaaaaattttt apakah ayra akan berjodoh dengan bian? pada setuju gak kalo ayra sama bian aja?

__ADS_1


terus ibram gimana dong yaaa nasibnya kalo ternyata ayra lebih milih bian?)


__ADS_2