Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
Alasan


__ADS_3

Sehabis membahas soal hubungannya dan Leon suasana hati Delia menjadi berantakan, Maka dari itu Delia lebih memilih mengajak bang Bryan untuk pulang bersama Icha.


Karena untuk sekarang lebih memilih menghindar untuk membahas hal semacam itu,


"Ya udah ma kalo gitu Delia sama Abang pamit pulang ya sekalian Icha biar sama aku buat beberapa hari kedepan." Ujarku sambil memberikan kode mata pada bang Bryan


Seolah mengerti maksud Delia, Bryan pun segera berdiri dari duduknya sambil menggendong Icha.


"Eh kenapa cepat sekali nak, Makan malam dulu disini ya !" Ujarnya sambil menahan ku


"Maaf ya ma lain kali aja, Aku juga rada gak enak body lagian mbok di rumah masak kasian kalo gak ada yang makan hehe. " Kataku sambil memberikan cengiran


"Ya udah ma kalo gitu biarin Delia bawa Icha pulang, Kan bisa kapan-kapan lagi. " Ujar papa membujuk mama agar membiarkan kami pulang


"Lain waktu kami akan makan malam disini Tan, Aku juga ada kerjaan di luar sebentar lagi soalnya. " Sela bang Bryan sambil melihat arloji yang ada di tangan kirinya


"Ya udah hati-hati kalo gitu, Besok kalo mama gak sibuk bakalan main kesana." Ucap mama Leon


Setelah itu orangtua Leon pun segera mengantar kami sampai di depan rumah untuk pulang.


Saat ini kami sedang diperjalanan pulang dengan Icha yang sudah terlelap dalam gendonganku.


"hemm Sayang, " Panggil bang Bryan


"Ehh kenapa bang ?" Dengan alis yang bertaut menghadap ke bang Bryan


"Kenapa kamu tiba-tiba minta pulang tadi. " Tanyanya melihatku sekilas


"Gpp bang cuma lagi gak mau bahas masalah itu aja." Elakku dengan senyum tipis


"Hem... Kamu gak bisa bohong sama Abang dek, nanti malam temuin abang dikamar kamu harus cerita semuanya !" Ucapnya tegas


"Oke bang kalo gak lupa, " Jawabku dengan cengiran


Setelah itu tak ada lagi obrolan di antara kami sampai akhirnya sampai di pekarangan rumah dengan gerbang yang telah dibuka dari dalam.


"Bang aku masuk duluan ya sama Icha, " Ujarku saat sudah keluar dari dalam mobil


"Sini biar abang anterin Icha ke kamar kamu. " Serunya sambil mengambil alih Icha dari gendonganku


Kami pun memasuki rumah dengan Icha yang sudah berada di gendongan bang Bryan. menapaki kaki di tangga satu persatu sampai ke lantai atas tak ada pembicaraan antara kami.


Hanya ada keheningan yang menyelimuti,


"Makasih ya bang, jangan lupa buat istirahat." Ujarku setelah bang Bryan membaringkan Icha di ranjangku


"Hem nanti malam Abang tunggu. " Ucapnya tanpa membalas perkataanku


"Ck masih inget aja, Udah sana Abang keluar aku mau mandi. "Gerutuku sambil bergegas mendorongnya keluar kamar


BRAKK !!

__ADS_1


Delia pun segera menutup pintu sedikit kencang, Untungnya Icha tak terganggu dan masih terlelap dalam tidurnya.


"Ckckck anak mami pules bener tidurnya gak keganggu sama sekali. " Gumamku lirih sambil bergegas masuk ke kamar mandi


Sesampai di dalam Delia pun segera melepas semua pakaiannya dan masuk ke dalam bathtub untuk berendam sejenak untuk merileksasikan tubuhnya.


Entah apa yang di pikirkan Delia sampai tak sadar jika sudah cukup lama berendam di dalam bathtub airnya mulai dingin.


TOK.. TOK.. TOK !!


"Mami, Mami di dalam gak ?" Teriakan dan gedoran dari luar membuyarkan lamunan Delia


"Ehhh astaga udah berapa lama aku disini ?" Gumamku sendiri


"Mamiiiiiiii Icha mau pipis. "


"Astaga iya sebentar sayang. Aduhhh," Jawabku sambil bergegas mengambil handuk yang tergantung dengan melilitkan di tubuhku


Karena sedikit terburu membuatku pun hampir tersandung, aku pun bergegas membuka pintu.


"Maaf sayang mami kelamaan ya. " Ucapku sambil menolongnya masuk ke kamar mandi


"Gpp mami Icha baru aja bangun, Mami kok gak aja Icha mandi. " Ujarnya sambil memanyunkan bibirnya


"Ya udah sini biar mami mandiin kamu sekalian. "


Setelah selesai aku pun segera membawa Icha ke ruang ganti untuk berpakaian.


Malam hari nya kami semua berkumpul di meja makan, Sudah ada bang Bryan, bang Ryan dan bang Satria tak lupa juga Icha yang sudah duduk manis di antara aku dan bang Satria.


"Icha mau makan apa sayang ?" Tanyaku disaat aku sudah mengambilkan makan untuk para abangku


" Mau sop ayam aja mami. " Jawabnya dengan riang


"Oke nih, makan yang banyak biar anak mami tambah gemoy." Ujarku sambil mengacak rambutnya


"Ya udah sebelum makan kita berdoa dulu."


Bang Bryan pun memimpin doa sebelum kami semua makan.


Tak ada yang bersuara selama makan hanya terdengar denting sendok yang beradu dengan garpu.


Selesai makan kami semua berkumpul di ruang bersantai di lantai dua sebentar.


"Dek besok weekend kan mau jalan kemana ?" Tanya bang Satria saat ini kami semua sedang menemani Icha menonton kartun kesukaannya


"Gak tau juga mau kemana, Emang Abang free ?" Tanyaku balik sambil bersandar di dada bidangnya


Saat ini Icha tengah anteng bersandar pada bang Ryan.


"Abang sih free gak tau kalo duo kulkas tuh. " Ujarnya melirik sekilas ke orang yang di maksud

__ADS_1


"Kenapa sayang besok mau keluar ?" Ucap bang Ryan


"Gak tau bang ini bang Sat yang ajakin. "


"Kalo Abang gak bisa sayang, Kan mau pendekatan sama calon Kaka ipar kamu, "


"Ciee yang udah gak jambu lagi wkwk. " Ujarku cekikikan


"Ha Jambu apaan. ?" Ucap bang Bryan


"Jambu itu JOMBLO MAMBU wkwkw. " Jawabku mengejek bang Satria dsn bang Bryan


"Asem ini anak. Mau kamu durhaka ha sini kamu, " Ujar Satria langsung menggelitik Delia dalam pelukannya


"Hahahah ampun bang udah, bang Bry tolong adek haha, " Ucapku sambil berusaha lepas dari kungkungan bang Satria


"Berusaha aja sendiri. " Ucapnya langsung melengos menghadap ke arah lain


"Sokor makanya jahat bener ngejek Abang sendiri wkwk. " Seru bang Satria dengan tangan yang tak lepas menggelitik Delia


"Abang ampun gak lagi udah, Nanti kalo aku pipis disini Abang yang nanggung." Ancamku Agar dilepaskan


"Hihihi Daddy liat mami kegelian, " Ujar Icha


"Hem gpp biarin aja mami kamu bandel sih. " Jawab bang Ryan dengan menyinggungkan senyum miring


"Jadi gak usah di bantuin ?" Tanyanya dengan mata bulat polosnya


"Gak usah sekarang Icha Daddy temenin bobok ya udah malam, " Ujar bang Ryan segera menggendong Icha masuk ke kamarku agar bisa tidur lebih awal


Kembali lagi pada Delia dan Satria yang masih bergulat di sana dengan Bryan menjadi penonton mereka.


"Udah Satria kasian Delia udah mau mewek. " Ucap Bryan dengan datar


"Oke kita stop buat malem ini sampe sini dulu, " Ujar Satria dengan smriknya membantu Delia duduk kembali


"Abang kelewatan bener ishh perut aku sampe keram tau gak !" Dumelku sambil melempar bantal ke wajahnya


"Jangan marah sama abang lah, ini semua suruhan bang Bryan. " Jelasnya


"Gimana bisa salah bang Bry ?"


"Dia yang minta biar bisa ngalihin Icha buat dibawa tidur awal."


"Emang kenapa sih bang ?" Tanyaku menghadap kearah bang Bryan


"Kamu gak lupa kan yang Abang bilang tadi sore. "


"Hehehe Oke kita tunggu bang Ryan dulu. "


"Alamat ini di kasih siraman kalbu sama trio tamvan. " Gumamku lirih sampai tak terdengar mereka

__ADS_1


🍁🍁🍁


__ADS_2