
Sesuai kesepakatan tadi malam dengan Bryan saat ini Leon tengah mengendarai mobil menuju alamat yang diberikan, tujuan nya saat ini adalah apartemen yang dia ketahui milik keluarga Delia.
Sebenarnya semalam setelah pulang dari bar Leon tak bisa memejamkan mata barang sebentar, bukan hanya karena takut Delia akan meninggalkan nya tapi juga Leon masih terbayang akan kata-kata Bryan semalem.
Karena hal itu pun Leon menjadi gusar sampai tak bisa tidur dan melupakan sarapan paginya.
Ya, pagi-pagi sekali Leon bergegas ke alamat tersebut karena ingin sekali segera memperjelas masalah nya dan Delia.
Padahal saat ini di apartemen yang di tempati oleh ke empat bersaudara itu sang bidadari kesayangan Bryan itu pun masih terlelap di bawah selimut yang menutupi seluruh tubuhnya, hanya terlihat kepala dengan rambut panjang terurai menutup wajah manisnya yang terlihat.
Sedangkan dilantai bawah sudah berkumpul Satria, Bryan serta Ryan untuk sarapan pagi.
"Bang Lia mana kok gak nongol itu anak, jangan bilang masih molor. " Ujar Satria mencibir Delia yang belum terlihat batang hidungnya
"Mungkin masih tidur. " Jawabnya sambil menyeruput kopi
"Bang gimana soal semalem sukses, ?" Tanya Ryan memandang Bryan dengan berbinar
"Hem abang suruh dia kesini buat ngomong langsung ke Delia. "
"Lah kok disini katanya mau di ketemuin di luar nanti !" Protes Satria sambil terus menyantap sarapan rotinya
"Makan tuh habisin dulu di mulut. keselek tinggal innalilahi kamu." Cibir Ryan
"Wah parah nih abang doanya nyumpahin bener, kalo nanti aku mati kalian bakalan kangen gak ada orang yang setampan aku lagi. " Dengan percaya diri Satria membalas
"Iya TAMPAN alias tampang pantat panci wkwkwk. " Balas Ryan dengan tawa kerasnya
"Dasar asem udah di angkat di tiban langsung sama truk sampah, nyakitin bener bang. "
"Itu mah derita kamu, "
"Eh iya jadi gimana yang soal Leon tadi. " Setelah puas tertawa Ryan pun bertanya ulang
"Abang sengaja nyuruh dia kesini supaya kalo Delia gak mau ketemu dia kita gak susah ngejernya kalo mau kabur, Toh lebih aman mereka ketemu disini. " Jelas Bryan dengan kalem
"Bener sih bang, ya udah aku mah nurut aja yang penting yang terbaik. ini Delia mau di bangunin apa gak ?" Tanya Satria setelah mereka menyelesaikan makan
"Biar abang aja sekalian bawa sarapan Lia ke kamar. "
Setelah itu mereka bubar dan Bryan pun menaiki tangga ke kamar Delia membawa nampan berisi susu dan roti selai coklat untuk Delia.
CEKLEK !!
"Tumben gak di kunci kelupaan kayaknya. " Gumam Bryan yang saat ini dengan mudah masuk
__ADS_1
Setelah meletakkan sarapan di atas nakas Bryan pun berjalan lurus ke depan untuk membuka gordeng di kamar Delia Agar matahari bisa masuk, tak lupa dengan menggeser pintu balkon.
"Eeunghh... jangan di buka masih ngantuk. " Gumam Delia sambil berbalik karena cahaya menerpa matanya
"Bangun sayang ini udah siang." Ujar Bryan yang saat ini sudah duduk di tepi ranjang tak lupa memencet hidung Delia pelan
"eungh... masih ngantuk jangan ganggu. " Sambil menepis tangan Bryan
"Bangun atau abang cium lagi kayak semalem mau hem, " Dengan suara rendah berbisik tepat di telingaku
"Ihhh abang geli Delia masih ngantuk ini semalem gak bisa langsung tidur karena keburu dapet telpon dari Oliv. " Omelku sambil menendang selimut dengan mata yang masih merem melek
"Kenapa emang sama Oliv telpon jam segitu. sini bangun dulu cuci muka, " Ucap Bryan sambil menarik tanganku untuk duduk
"Gak ada dia cuma tanya kapan balik katanya rindu, padahal yang di tunggu oleh-oleh nya. " Dumelku
"Sini Abang gendong buat cuci muka. "
"Aahkk.. abang turunin Lia bukan anak kecil bisa sendiri ishh, " Teriak ku kaget karena tiba-tiba di gendong ala koala
"Bagi abang kamu tetep little angel. " Sambil mengecup kening Delia lama dan mendudukkan di closet
"Ishh ya udah sana keluar aku sekalian mandi dulu. "
"Dekk, "
"Iya bang kenapa ?" Sambil meneruskan makan
"Kemungkinan nanti Leon akan kesini."
"Uhukk.. uhukk.. "
"Pelan-pelan dong sayang gak perlu di buru gitu makan nya. " Seru Bryan sambil memberikan minum
"Alhamdulillah, siapa juga yang buru-buru ini tuh karena abang yang bikin kaget. " Omelku setelah meminum susu sampai habis
"Ya maaf, gpp kan dia kesini biar hubungan kalian jelas abang sengaja nemuin dia semalem. tapi semua terserah kamu kami hanya ingin yang terbaik buat kesayangan kami. " Dengan sedikit senyum bang Bryan menjelaskan padaku
"Hem iya bang gpp kok lebih cepat lebih baik kan, " Jawabku dengan senyum simpul
🍃🍃🍃
TING TONG !!
Dari luar terdengar suara bel berbunyi,
__ADS_1
"Kayaknya itu dia. kamu tunggu disini ya biar abang kebawah dulu nanti abang panggil lagi, " Setelah mengecup kening Delia, Bryan pun keluar menuruni tangga ke bawah
Saat akan menuju ke depan Bryan melihat sudah ada Ryan dan Satria yang berdiri di sana membuka pintu apartemen.
Dan terlihat ada sosok Leon yang berdiri setelah memberikan salam,
"Suruh masuk dek. " Seru Bryan yang langsung duduk di sofa
"Silahkan masuk. " Ucap Ryan dengan cuek
"Bang aku ke atas ya temenin Delia, nanti biar aku yang ajak turun. "
"Hem sana. " sambil mengibaskan tangan mata Bryan tak lepas menatap Leon
"Pagi bang sesuai janji aku mau menyelesaikan masalah dengan Delia."
"Gercep juga ya kamu kenapa karena udah ketauan jadi buru-buru mau klarifikasi. kemarin kemana aja kamu bahkan keluarga kamu diem aja, kalo bukan karena kami masih mikirin Icha yang kecil Delia pasti udah kami larang dari lama berhubungan sama kamu. " Cibir Ryan yang saat ini memandang muak ke Leon
"Maaf bang gak ada maksud gitu. "
"Ryan ambil minum sana, biarin masalah ini Delia yang nyelesein. " Tegas Bryan karena melihat Satria yang menuruni tangga seorang diri
"Mana Delia ?"
"Dia bilang nyuruh Leon yang keatas dia mau bicara empat mata. " Sebal Satria karena tadi sempat melarang Delia untuk bicara berdua saja dengan Leon
"Ya udah biarin aja mereka udah dewasa semua. Dan kamu Leon silahkan naik ke atas kamar Delia ada di tengah. " Ujar Bryan
"Baik bang terimakasih. "
Setelah Satria menaiki tangga Satria pun melayangkan protes tak lama setelah Ryan datang.
"Lah mana Satria ?" Meletakkan minuman kaleng
"Tuh di suruh bang Bryan ke kamar Delia karena Delia cuma mau bicara berdua aja. kenapa gak di larang sih bang kalo Delia di apa-apain gimana. walau suka bikin kesel gitu Delia kesayangan kita loh kalo... emmphh " Omel Satria dengan kesal sedangkan Ryan langsung membekap mulut Satria yang berisik
"Bisa diem gak sih kamu, cerewet aja kayak soang nyerocos Mulu gak selesai. kamu lupa apa kan disini ada cctv. " Geram Ryan dengan kebiasaan Satria yang suka meledak-ledak
"Ehh astaga iya lupa hehehe, tapi kan tetep aja cctv kan di kamar tapi di balkon kan gak ada. " Ujar Satria masih kekeh dengan pendiriannya
"Sudahlah kalian ikut abang aja ke kamar bicara soal bisnis, mereka itu bukan anak kecil lagi. "
Sambil menarik baju Satria, mereka melanjutkan pembicaraan di kamar Bryan.
🍃🍃🍃
__ADS_1