
Saat ini Delia tengah menyelesaikan pekerjaannya di toko kue miliknya setelah mengecek pemasukan dan pengeluaran toko,
Toko yang didirikan oleh tabungan Delia sendiri semasa dia kuliah dulu, yang awal nya hanya memiliki 2 pegawai sekarang sudah ada 8 pegawai dengan ukuran toko lebih di perluas.
Tadi Pagi setelah mengajar di sekolah Delia memusatkan untuk mengunjungi toko kue karena tak ada kegiatan lain,
Sedangkan Icha tadi pulang sekolah langsung di jemput oleh orangtua Leon karena akan di ajak pergi menghadiri acara.
"Mas lagi ngapain ya ? tumben bener gak ada nelpon udah setengah hari ini. !" Gumam Delia sambil mengetuk pena di dagu perlahan
TRING !!
Saat tengah melamun Delia di kagetkan dengan dering handphone nya.
Orang yang di gumam kan tadi rupanya saat ini tengah mengirimkan sebuah pesan.
"Sayang kamu lagi apa, maaf ya mas baru kasih kabar lagi banyak pekerjaan hari ini. " itulah Isi pesan dari Leon
Delia segera membalasnya.
"Gpp mas kalo lagi sibuk, yang penting jangan lupa makan siangnya. aku lagi di toko kue mas. " Isi pesan yang di kirim Delia
Baru hitungan detik pesan terkirim Leon tiba-tiba langsung melakukan Videocall dengan Delia.
"Hay mas katanya sibuk kok nelpon hem." Ujar Delia saat telpon tersambung. terlihat jelas gurat lelah dari mata Leon, entah berapa banyak berkas yang di periksa olehnya.
"Mas kangen sayang. kamu bisa kesini gak ?"
"Kemana mas ? ke kantor kamu, emang gpp gak keberatan. "
"Lah emang apa salah nya calon istri mas ke kantor gak ada yang bisa melarang sayang. nanti juga perusahaan ini punya kamu, " Gombal Leon yang tak bosan memandang wajar sang kekasih
"Ishh baru calon bisa batal kan_ "
"Jangan pernah ngomong gitu lagi. mas gak suka sayang, " Potong Leon dengan suara tegas
"Hehehe sorry mas jangan marah oke. tunggu ya aku sekarang ke kantor kamu, "
"Ya udah hati-hati ya nanti di jalan, kalo udah di lobby telpon mas. "
Setelah sambungan telpon mati Delia memutuskan membereskan barang-barang nya dan bergegas keluar ruangan.
__ADS_1
Sesampai di lantai bawah dia segera memanggil salah satu pegawai nya yang bernama Nisa. "Iya mbak ada apa ?" Tanya nya saat di depan Delia
"Saya mau pulang tapi tolong ambilin beberapa pastry ya sama ice coffe mau aku bawa pulang."
"Siap mbak sebentar saya siapkan dulu,"
Selagi menunggu Delia menyempatkan waktu mengirim pesan pada salah satu abang nya bahwa mungkin akan pulang telat karena akan mengunjungi Leon.
"Mbak ini pesenan nya !" Ujar Nisa memberikan kantong kue
"Terimakasih ya nis aku pulang duluan. "
Setelah itu Delia melajukan mobil nya menuju ke perusahaan Leon yang memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan dari toko nya.
Sesampainya di tempat parkir Delia segera memarkirkan mobil dan keluar menuju lobby perusahaan.
"Permisi mbak bisa saya ketemu mas Leon ?" Tanya Delia saat menghampiri meja resepsionis
"Kamu siapa sih sok kenal sama bos, kalo ada pesenan catering tinggalin di sini aja. " Jawab wanita tersebut ketus, mungkin karena Delia membawa kantong cukup besar dengan merk toko kue jadi dia berpikir begitu.
Delia menghembuskan nafas, " Saya nanya dengan sopan mbak. Anda kan resepsionis disini kenapa tak ada sopan santun sama sekali." Cela Delia memandang perempuan dengan name tag lili tersebut
"Urusan apa sama kamu, sana pergi pak Leon gak ada dia lagi rapat di luar, " Bentaknya pada Delia sedangkan satpam dan rekan nya yang lain hanya diam. mereka tau wanita itu suka sekali mencari masalah dengan siapa pun
"Ya sayang kamu udah dimana ?" Tanya Leon saat panggilan tersambung
"Pegawai kamu bilang kamu gak ada di ruangan mas." Adu Delia melirik wanita tersebut yang di balas acuh. karena dia berpikir Delia hanya mengarang pura-pura mengenal Leon bos besar mereka,
TING !!
Saat pintu lift khusus pemilik perusahaan terbuka nampak lah Leon yang keluar dengan terburu menghampiri Delia, yang sudah terlihat olehnya.
Sedangkan para pegawai yang lain hanya menunduk hormat melihat direktur mereka lewat.
"Hey sayang kenapa gak langsung ke atas hem, mas nungguin kamu dari tadi !" Seru Leon saat sampai di depan Delia, tak lupa memberikan pelukan dan ciuman di bibir manis itu.
Sedangkan pegawai wanita yang membentak Delia tadi terlihat menciut dan memucat, karena orang yang di bentak dan hina benar adalah orang penting bagi bos besarnya.
"Coba tanya sama resepsionis kamu yang sopan itu mas.. kenapa aku gak langsung ke atas, " Tunjuk nya pada pegawai tersebut
"Mau kamu jelaskan atau saya langsung ke ruangan cctv. " Ujar Leon tegas dengan mata menatap tajam ke pegawai tersebut, tanpa bertele-tele
__ADS_1
"Maaf tuan saya tidak tau jika dia ada hubungannya dengan anda. " menunduk takut tak berani melihat Leon
"Jelas dia ada hubungannya dengan saya karena perempuan di depan kalian ini calon istri saya, jadi mulai saat ini kalo dia kemari jangan ada yang melarang atau siap-siap keluar dari gedung ini. " Jelas Leon dengan suara keras nya karena dia tau bahwa banyak pegawai nya yang berlalu lalang memperhatikan mereka.
Sedangkan Delia hanya diam menyimak drama di depan nya.
"Udah lah mas gak usah di perpanjang, kan emang dia gak tau aku pacar mas. tapi yang perlu dia perbaiki itu sopan santun nya gak perduli orang seperti apa yang di layani dan di temui utama kan sopan santun, " Jelas Delia tanpa melihat wanita tersebut, tapi dengan suara yang cukup keras agar di dengar oleh nya.
"Ya udah kita ke atas aja. kamu pasti capek kan kesini maafin mas ya sayang, " Ujar Leon sambil memberikan kecupan di pipi Delia. sebelum mengajaknya masuk ke lift khusus petinggi
Sedangkan pegawai yang lain mulai berbisik setelah atas mereka pergi, mereka membicarakan soal pegawai resepsionis tadi.
"Lagian salah dia, sama orang gak ada sopan santun."
"Dia kan emang sering cari perhatian direktur."
"Berasa cantik bener, padahal hasil dempulan. di hapus juga keliatan asli nya tuh kek Nek lampir, "
"Maklumin aja lah orang baru tapi belagu ya gitu. "
Dan masih banyak lagi gunjingan yang di berikan mereka pada pegawai bername tag lili tersebut.
Sampai akhirnya satpam memilih membubarkan mereka untuk melanjutkan pekerjaan masing-masing.
Karena memang saat itu belum masuk jam istirahat mereka,
🍃🍃🍃
Sedangkan saat sampai di ruangan nya Leon langsung mengajak Delia duduk di sofa yang terdapat di ruangannya, setelah meletakkan bawaan kekasih hatinya itu.
"Sayang mas kangen. " Ucap Leon manja
"Mas kayak Icha tau manja banget, eh iya itu tadi Icha yang jemput mama sama papa emang mau kemana ?" Tiba-tiba Delia ingat dengan anak manis nya itu
"Entah lah katanya mereka mau ajak Icha ikut ke acara yayasan anak gitu. " Jawab Leon acuh tapi tangan nya sudah merengkuh pinggang ramping Delia.
"Sayangg , "
"Apa sih mas. "
" Minta kiss dong kangen. " Ujar Leon dengan bibir yang sudah siap mendarat di pelabuhan nya 🙈
__ADS_1
"Ishh mas mesum banget sih, nanti kalo ada__ " Leon pun segera membungkam bibir manis yang sudah menjadi kesukaan nya. tanpa mendengar protes Delia
Yang awalnya Delia hanya pasif tapi lama kelamaan mereka imbang dalam ciuman saling membelit satu sama lain.