Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
BAB 12


__ADS_3

Suara burung berkicau dan sinar matahari menyilaukan mata memasuki lewat celah jendela kamar,setelah selesai mandi aku bergegas berganti pakaian dengan setelan baju kaos lengan pendek dan hot pants.


Dikarenakan hari ini jadwal ku mengajar libur aku menghabiskan waktu di rumah.lagi pulang hari ini adalah hari kepulangan ayah dan ibu kami sudah berjanji untuk menjemput mereka.


Sambil menuruni anak tangga aku bersenandung dengan lirih melantunkan lagu kesukaan ku.


"Dengar kan lah di sepanjang malam aku berdoa"


"Bersujud dan lalu aku meminta"


"Semoga kita bersama...dengarkan lah"


"Di sepanjang malam aku berdoa"


"Cintaku untuk mu selalu terjaga dan aku pasti setia...selama nya"


Tanpa sadar aku pun sudah sampai di dapur mendudukkan diri di sana sambil memakan nasi goreng yang sudah di siapkan bibik dan keadaan rumah nampak sepi.


"bibik abang kok gak keliatan kemana ya...?"tanyaku saat dia melewati sambil membawa belanjaan seperti sehabis dari luar


"owhh mas satria tadi udah pamitan mbak ke kantor katanya."jawab bibik


"kok aku gak di bangunin sama Abang ya..!"


"mas satria tadi bilang kalo mbak udah bangun bilangin kalo mas nya cuma ke kantor sebentar karena ada urusan mbak."


"ohhh jadi gitu ya udah makasih ya bik."jawab ku sambil tersenyum


"bibik ke belakang lagi ya mbak."


Setelah menghabiskan sarapan dan meminum air hingga habis aku bergegas meninggalkan dapur dan beralih berjalan ke luar rumah untuk duduk di gazebo yang ada di halaman depan.


Sesampainya di sana aku langsung mendudukkan diri sambil membaca novel yang sempat ku ambil di kamar tadi terlebih dulu sebelum keluar.


Di sana aku mulai membaca sambil sesekali melihat ke arah luar banyak orang yang lewat menghabiskan waktu weekend mereka untuk jogging atau pun bersantai di taman yang tak terlalu jauh dari rumah.


Kicau burung pun terdengar bersahutan mengiringi angin yang bertiup sepoi di bawah rimbun pohon yang menutupi gazebo menerpa wajah ku.


Tanpa sadar sudah lewat setengah jam waktu ku habis untuk membaca novel dan tiba-tiba satpam di rumah bergegas keluar dari pos nya membuka gerbang rumah.


Rupanya yang masuk adalah mobil bang satria setelah sampai di dalam dia keluar dari mobil dan aku lihat sedikit berbincang dengan satpam sambil memberikan kunci mobilnya.

__ADS_1


sambil berjalan ke arah ku di berkata."hay sayang kenapa duduk di luar."sesampainya di depan ku


"gpp bang aku bosen di rumah sendirian."


"maaf ya Abang tadi ada kerjaan sedikit di kantor."


"kamu baca apaan dek novel."sambil memandang ke arah buku yang aku pegang


"iya bang lagian mau ngapain lagi bosen."


"owhh iya malem ini kita mau jemput ibu sama ayah kan...?"ujar bang satria


"iya bang kalo kata mereka sampe nya malem sih dari luar kota."


"ohhh oke santai kalo gitu ini masih siang...ya udah masuk aja yuk panas di sini."ajak bang satria sambil menggandeng tangan ku memasuki rumah


Sesampainya di dalam bang satria mengajak ku duduk di ruang tengah sambil menonton dan di sela waktu itu aku mengajak abang berbincang.


Membicarakan sesuatu yang mengganjal di hati ku soal data murid baru yang kemarin,dia mendengarkan semuanya dengan seksama tanpa menyela perkataan ku sampai aku selesai bicara.


Dia hanya terus membelai rambutku sambil mendengar cerita ku dan di akhir cerita bang satria mengungkapkan pendapatnya agar aku tak perlu mencemaskan hal tersebut.karena belum tentu yang ku pikirkan itu adalah kebenaran nya apalagi belum terbukti.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tanpa terasa malam pun tiba kami pun telah bersiap untuk menjemput ayah dan ibu di bandara sebelum pergi kami berpamit pada orang di rumah.


Saat ini mobil tengah stop karena menunggu lampu merah berganti."dek kamu jangan sampe kepikiran lagi ya soal itu."sambil membelai rambutku.


"Yang mana bang...?"tiba-tiba aku seperti melupakan sesuatu


"ampun dek baru juga tadi di bahas."sambil menyentil keningku


"auww abang sakit tau emang apa sih aku lupa beneran."sambil menggosok kening ku yang terasa nyeri


"belum juga tua udah pikun aja kamu.!itu yang soal nama Leon yang ada di daftar murid baru kamu."memperjelas perkataannya


"owhh oke bang enggak kok."


"yakin gak kepikiran."


"enggak abang kan aku udah cerita semua nya jadi gak ada beban lagi."ujarku sambil tersenyum

__ADS_1


"oke abang percaya sama kamu."


"tapi kalo itu beneran dia gimana dek...?"ujar nya menunggu reaksiku


"ya gak gimana-gimana berarti ya udah bukan jodoh aku."kata ku dengan menampilkan senyum paksa


"udah lah gak usah di pikirin senyum dong sayang nanti cantik nya ilang."sambil mencubit pelan sebelah pipi ku


Tanpa terasa sampai lah di bandara setelah memarkirkan kendaraan kami pun memasuki bandara.sambil memandang sekeliling aku pun mengeluarkan handphone untuk menghubungi ayah dan bertanya di mana posisi mereka.


Tak jauh dari tempat kami berdiri aku melihat ayah dan ibu melambaikan tangan ke arah kami agar berjalan mendekat.


sesampainya di depan mereka."ayah ibu Delia kangen...kalian kenapa lama banget sih."ujarku setelah memeluk mereka bergantian sambil mencium pipi nya.


"kan sekalian liburan."jawab ibu sambil tersenyum


"ayah ibu apa kabarnya...?"tanya bang satria setelah memeluk mereka


"baik kok nak kalian gak ada berantem kan selama di tinggal.!"kata ayah karena tau kelakuan kami


"enggak kok yah kita kan akur ya gak dek."kata bang satria sambil memeluk leher ku erat


"ya ampun abang aku gak bisa panas ishh...apaan yah aku di jahilin mulu sama abang."adu ku setelah terlepas dari nya


"kalian gak ada berubah mau ada ibu ayah apa enggak tetep aja gitu."omel ibu


"abang yang salah kok kenapa aku juga kena."


"kamu juga suka jail sama Abang."


"kalian gak malu di liatin orang...?"ujar ayah memandang lekat kami


"enggak..."jawab kami kompak


"dasar gak sadar umur udah gede semua,,,udah sambung ributnya di rumah aja ibu capek mau istirahat kita pulang."sambil menarik tanganku lebih dulu meninggalkan abang dan ayah di belakang sambil menggeret koper.


Sesampainya di parkiran kami memasuki mobil tapi sebelum itu memasukkan koper terlebih dulu di bagasi belakang.


Sepanjang jalan menuju rumah di selingi dengan perbincangan yang di dominasi ibu dan aku.setelah sampai kami pun memasuki rumah dan langsung mengistirahatkan diri di kamar masing-masing.


🥀🥀🥀🥀🥀🥀

__ADS_1


__ADS_2