
Disaat Delia sudah memasuki kamar, Bryan pun bergegas mengajak Ryan dan Satria menuju kamarnya setelah mereka menghabiskan makan malam.
Sebelum itu Ryan terlebih dulu memastikan jika Delia sudah tidur.
Saat setelah di kamar Bryan mengajak Satria untuk duduk di balkon kamar.
"Abang mau ngomong apa sampe masuk ke kamar segala ?"
Disaat akan menjawab pertanyaan Satria, Ryan pun masuk dan duduk tepat di depan Bryan. " Gimana Delia udah tidur ?" Tanya Bryan
"Hem udah kok bang, kayak nya juga kamar di kunci sama dia. !" Jelas Ryan sambil menghisap rokoknya
"Oke sekarang disini yang belum tau cuma kamu Satria kalo Ryan udah tau ini dari sebelum kita berangkat." memandang kembali Satria
"Emang ada apa sih bang ? jangan buat aku kek orang bodoh yang gak ngerti apa ini ada hubungannya sama Lia." Protes Satria yang tengah bingung
"Ya ucapan kamu itu bener soal ini, sebenarnya abang ajak kita liburan ke sini karena emang abang udah tau kalo Leon lagi ada perjalanan bisnis di negara ini. tapi bukan karena itu aja tapi mantan istrinya juga sekarang menetap disini kar_, "
"Jadi maksud abang Leon masih berhubungan sama mantannya di belakang Lia ?" Potong Satria yang sudah emosi tanpa menunggu penjelasan Bryan yang belum selesai
"Jangan kebiasaan kamu satria abang belum selesai udah kamu potong, duduk dulu dan dengerin sampai selesai." Geram Ryan yang melihat Satria mudah emosi
Sedangkan Bryan memandang tajam ke arah Satria.
"Iya maaf bang gue salah, soalnya emosi aja kalo nama tuh anak udah di sebut. " Kilah Satria yang takut
"Oke abang terusin awas di potong lagi, jadi gini Leon disini juga itu karena mantan istri nya menetap disini setelah mereka cerai di tambah sekarang dia lagi sakit keras, sebenernya keluarga Leon tau akan hal ini karena sampai sekarang mereka masih komunikasi. tuh perempuan sebatang kara pas tau dia sakit tunangannya ninggalin dia gitu aja."
"Jadi disini Leon itu cuma anggep tuh perempuan udah kayak adek sendiri lebih tepatnya kasihan. tapi salahnya Leon dia gak mau terbuka sama Delia dsn sampai sekarang kamu tahu kan tanpa abang jelaskan. Makanya abang ajak kalian disini biar kita bisa menyelesaikan masalah Delia ini secepatnya abang gak bisa liat Delia murung terus, dan rencana abang besok mau mempertemukan mereka tapi abang akan menemui Leon sendiri terlebih dulu malam ini."
Jelas Bryan secara perlahan dan jelas pada Satria, sedangkan Ryan hanya menyimak dengan terus menyesap rokok yang entah sudah berapa banyak.
"Jadi rencana nya mau gimana sekarang ?" Tanya Satria Setelah mengerti dengan penjelasan Bryan tadi
"Ya seperti yang abang bilang malam ini abang akan temui Leon sendiri dulu karena dari info Max barusan malam ini Leon akan keluar ke bar. "
__ADS_1
"Jadi maksudnya abang udah suruh anak buah abang buat ikutin kegiatan Leon selama di sini. " Celetuk Ryan kaget karena kalau soal ini dia tak mengetahui sama sekali
"Hem bisa di bilang gitu. "
"Prok.. Prok.. Prok.., Wow aku salut sama abang udah gercep aja. Ya udah kalo kita kami tinggal tunggu tugas dari abang nanti. " Sambil bertepuk tangan Satria berkata dengan salut
"Ya udah sekarang abang bakal keluar karena Max sudah menunggu di bawah. kalian disini jaga Delia takutnya dia cari abang, "
Setelah itu mereka bergegas berdiri keluar dari kamar mengantar Bryan sampai depan pintu apartemen.
"Hati-hati bang nanti kabarin kita aja." Pesan Ryan sesaat sebelum Bryan keluar
"Ya kemungkinan abang juga abang sampai rumah nanti menjelang pagi hari."
Setelah itu Ryan dan Satria membubarkan diri menuju kamar masing-masing setelah Bryan tak terlihat.
πππ
Sedangkan saat ini di salah satu bar yang terkenal di negara tersebut seorang laki-laki baru saja keluar dari dalam mobil yang sudah terparkir.
Ya itu adalah Leon yang saat ini sedang memasuki bar yang di sambut dengan suara riuh akibat musik yang kencang tak lupa bau berbagai macam minuman yang menyengat.
Tujuan Leon ke sini pun bukan untuk ingin mabuk dia hanya ingin melepaskan rasa lelah dan bersalah nya pada Delia karena tak mau berkata jujur tentang dirinya.
Sesaat setelah mengambil tempat duduk paling pojok. "Mau pesan apa tuan ?" Tanya pelayan saat Leon baru saja akan bersandar
"Keluarkan saja minuman terbaik kalian." Ucapnya sambil mengusir pelayan tersebut
Tak lama setelah itu tiba-tiba ada seorang perempuan dengan gaun yang press body mendekat pada Leon.
"Hey sendirian aja, mau aku temenin gak ?" Dengan suara serak-serak becek nya berusaha merayu Leon
"Silahkan pergi dari sini. " Tolaknya dengan tegas tanpa melihat sedikitpun ke arah sang perempuan yang berusaha mendekat
"Gak enak loh sendirian di tempat gini, " Sambil berusaha meraba paha Leon (kenapa gak paha ayam ajaπ)
__ADS_1
"Telinga anda tuli atau mata anda yang buta saya tak berminat dengan anda silahkan pergi." Bentak Leon dengan bengis
Karena merasa tak bisa mendapatkan mangsa sang perempuan tersebut pun pergi melarikan diri dari sana.
( Belum mandi kali tu betina pengen di garukπ )
Sedangkan Leon saat ini sedang menikmati hembusan dari asap rokok nya, tak lama setelah perempuan tadi pergi pelayan mengantar minuman nya.
Sedangkan di sudut tempat duduk yang lain ada dua orang yang sedang mengamati gerak-gerik Leon.
Ya, mereka adalah Bryan dan Max yang tak berselang lama sampai setelah Leon.
"Tuan apa mau sekarang kita menghampiri nya ?"
"Ya aku juga tak tahan berlama-lama di tempat ini. "
Tap,, tap,, tap,,
Suara sepatu Bryan mengalun mendekat pada Leon yang seperti sedang melamun.
"Delia sayang maafkan mas karena tau mau berkata jujur, aku hanya takut kau akan meninggalkan ku nanti." Gumamnya lirih dengan mata terpejam
EKHEMM !!
"Jadi ini kelakuan mu ?" Suara dari belakang Leon terdengar sangat jelas
Leon pun tersentak saat menoleh ke belakang, " abang kenapa bisa disini ?" Dengan tampang bodohnya bertanya
"Ini tempat umum, sekarang jawab pertanyaanku. " Ujarnya setelah duduk berhadapan dengan Leon
"Abang jangan salah paham aku disini memang sedang melakukan perjalanan bisnis, aku hanya sedikit lelah makanya kemari. " Jelas Leon sambil menunduk entah kenapa dia sedikit segan dengan Bryan walau hanya terpaut berapa tahun
"Abang kenapa bisa disini, apa perjalanan bisnis juga ? Tanya Leon dengan perlahan
"Gak saya di sini bersama Satria dsn Ryan untuk liburan, Oh ya Delia juga disini ." Jawab Bryan sambil memperhatikan reaksi Leon saat dia menyebutkan nama Delia
__ADS_1
Dan benar dugaan nya melihat perubahan wajah Leon, Bryan bisa menebak selain rasa keterkejutan ada rasa takut di matanya.
"Jadi Delia juga ada disini, " Dengan lirihnya