
Dua hari setelah kepulangan mereka dari luar negri hari ini mereka melakukan aktivitas masing-masing.
Bryan pagi-pagi sekali sudah berangkat lebih dulu tanpa sarapan bersama adik-adiknya karena harus melakukan pertemuan dengan klien,
Sedangkan Satria dan Ryan saat ini sedang sarapan sambil menunggu Delia yang belum turun,
"Kemana itu anak kok lama, apa keenakan libur jadi lupa kerja. " Celetuk Satria
"Coba suruh bibik yang tanya sana. " Timpal Ryan yang saat ini sedang makan sarapan paginya
"Bibikk, Coba tolong liat Lia ke atas udah bangun apa belum !" Pesan Satria pada mbok sum yang tak sengaja lewat depan mereka
"Baik den, "
Sesampainya di atas mbok sum bergegas mengetuk pintu, " Mbak Lia udah bangun belum ?" Tanya bibik dari luar dengan keras, takut Delia tak mendengar
"Iya bik udah ini lagi siap-siap, " Jawab Delia dari dalam saat ini sedang memoles lipstik di bibirku
"Iya mbak di tunggu sama mas Ryan dan Satria di bawah." Pesan mbok sum setelah itu menuruni tangga
"Gimana bik udah bangun Lia nya ?" Tanya Ryan saat melihat mbok sum turun dari atas
(Ya dari atas dongπ kalo dari bawah nyungsepπ©)
"Udah__ "
"Apaan sih bang kalian kasian tau bibik bolak balik udah tua. " Omel Delia yang tiba di bawah tak lama setelah mbok sum turun,
"Kalo gitu mbok permisi belanja ke tukang sayur depan ya Mbak Lia. "
"Iya mbok sekalian kalo ada duda ganteng Pepet aja, " Pesan Satria dengan candaan. Yang hanya di balas cekikikan oleh mbok sum
"Pagi-pagi udah ngelawak garing aja, " Cibir Ryan
Sedangkan Delia menarik kursi di sebelah Ryan berhadapan langsung dengan Satria. " Kalian belum pada berangkat bang, bang Bry kemana ?" Tanyaku
"Sebentar lagi dek kita bakal berangkat bareng kan lagi ngerjain proyek yang sama. Bang Bryan udah berangkat dari pagi banget, " Jawab Ryan
"Kamu mau pergi sama siapa dek ?"
__ADS_1
"Owhh nanti di jemput__" Terdengar suara deru mobil memasuki pekarangan rumah
"Ehh panjang umur orang nya, hehehe aku bareng Leon bang kalian nanti hati-hati ya dijalan jangan ngebut. aku berangkat duluan, " Pesanku setelah menghabiskan roti dan segelas susu
"Yaudah kalian juga hati-hati di jalan." Ucap Ryan sambil mencium pipi Delia, yang di ikuti oleh Satria juga.
πππ
"Hay, pagi sayangku. " Sapa Leon saat Delia menghampiri mobilnya
"Pagi juga masku, " Balas Delia sambil memberikan pelukan
"Berangkat sekarang apa gimana ?" Ujar Leon sembari mengecup puncak kepala Delia, sedangkan satpam yang berjaga di pos nya hanya mesem - mesem memerhatikan anak tuan nya yang sudah berbaikan lagi,
"Langsung aja mas, oh ya nanti juga bisa gak temenin ke toko kue udah lama aku gak cek ke sana. sekalian kamu jemput Icha, "
"Iya terserah kamu sayang. tapi nanti habis anter kamu mas ke kantor sebentar ya nanti mungkin agak telat jemput kamu sama Icha gpp kan. ?"
"Iya gpp nanti kabarin aja ya mas. "
Setelah itu mereka bergegas masuk ke mobil, Leon segera menancap gas membawa mobil keluar dari pekarangan rumah menuju ke jalanan.
Seperti biasa jika di jam pagi keadaan akan selalu macet karena banyak orang yang mengejar waktu untuk berangkat kerja, sekolah atau pun pergi ke suatu tempat.
Melihat mobil Leon sudah tak terlihat, Delia pun segera masuk ke dalam menuju ruangannya sebelum masuk ke kelas untuk mengajar para murid kecilnya.
πππ
Saat ini Delia tengah menemani Icha di kantin sekolah, anak manis itu sedang minta di temani makan es krim. awalnya Delia tidak memperbolehkan Icha untuk membeli es krim karena baru saja sembuh dari sakitnya.
Tapi dasarnya Delia mudah luluh hanya dengan kepolosan anak manisnya itu jadi dia memperbolehkan nya dengan syarat hanya satu es krim yang di beli.
"Makasih mommy es krim nya, Icha tambah sayang deh hihi. " Celetuk Icha saat sedang asik menikmati es krimnya
"Iya tapi buat hari ini aja, besok-besok libur dulu ya makan es krim nya, janji. " Pesan Delia sambil memberikan kelingkingnya
"Oke Icha janji, " Balas Icha sambil terus menikmati es nya
"Daddy kamu kemana ya sayang udah lewat setengah jam masih belum Dateng, di telpon juga gak di angkat. " Gumam Delia sambil melihat jam yang terpampang di layar handphone
__ADS_1
"Daddy selalu gitu kalo udah kerja. Icha aja selalu kesepian dulu, tapi sekarang gak lagi karena udah ada mommy sama Daddy yang lain. " Curhat Icha setelah menghabiskan eskrim nya, sedangkan Delia segera menyeka sisa eskrim di mulut Icha dengan tisu yang sudah di siapkan.
Delia pun mengajak Delia beranjak untuk menunggu di dalam ruangannya, " Kita tunggu Daddy di ruangan mommy aja ya sayang. " setelah itu mereka berjalan meninggalkan kantin.
Saat baru akan mendudukkan diri di kursi kebesaran nya handphone Delia berbunyi.
"Ya hallo mas udah dimana ?"
"Owh oke tunggu aja kami di luar mas."
Delia pun segera membereskan barangnya beserta Icha karena Leon sudah menunggu di luar.
"Siapa mom, "
"Daddy sayang yok kedepan, Daddy udah nunggu. "
Mereka segera menghampiri Leon. " Hay kesayangan Daddy. " Sapa Leon langsung membawa Icha kepelukannya. tak lupa memberikan kecupan di pipi Icha dan Delia, untungnya keadaan sekitar sepi karena semua sudah banyak yang pulang.
Hanya tinggal para guru dan petugas jaga yang tertinggal. " Ishh kamu kebiasaan gak enak di liat orang, " Omel Delia karena malu dengan aksi Leon. sedangkan Icha hanya tertawa melihat Daddy nya di omeli.
Sedangkan Leon hanya cengengesan sambil menggaruk kepala yang tak gatal.
"Kamu seneng bener ya nak liat Daddy kena marah Hem. "
"Iya soalnya Daddy keliatan takut sama mommy. "
"Iya dong takut kalo nanti mommy pergi lagi gimana sama Daddy dan Icha."
"Lia gak akan pergi kok mas, karena udah terlanjur jatuh cinta..." Ucap Delia ambigu
"Jatuh cinta sama mas kan, iya dong mas kan mempesona. " Ucap Leon dengan percaya diri
"Dasar tua-tua kepedean, aku tuh jatuh cinta sama Icha anak kesayangan ku, " Jawab Delia telak mencibir Leon, sedangkan Icha kesenangan karna melihat Daddy nya yang merajuk seperti anak kecil.
"Sayang kok gitu sih, "
Delia segera mengangkat tangan tanda Leon harus diam. " Udah jangan di perpanjang nanti gak kelar-kelar ini debat. kan masih harus mampir ke toko kue dulu, " Omel Delia
"Ya udah yok masuk mobil biar tancap gas, "
__ADS_1
"Horeee makan roti coklat, " Jerit Icha saat memasuki mobil, anak itu kegirangan tau akan mengunjungi toko kue mommy nya.
Sedangkan Leon dan Delia hanya menggeleng kepala sambil tersenyum melihat kelakuan Icha.