Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
Menjaga Icha


__ADS_3

Beberapa hari setelah kejadian malam itu aku sedikit menjaga jarak dengan icha,aku menyuruh guru lain untuk menggantikan ku mengajar di kelas berapa hari ini.karena rasa takut ku tak siap bertemu Icha,walau pun dari informasi yang ku dapat Icha akhir-akhir ini murung karena menanyakan keberadaan ku.


aku hanya mengawasi nya dari jauh karena belum siap akan kenyataan yang aku tau bahwa Icha adalah anak nya...di tambah kedatangan seorang pengganggu yang akhir-akhir ini mengusik ku yang membuat ku jengah.


Karena tak tahan dengan hal ini aku pun langsung melarikan diri ke toko kue ku.agar para abang ku tak khawatir aku mengabari mereka...untuk bang satria dan ryan mereka sudah mengetahui hal ini dari bang bryan mereka semua mendukung semua keputusan ku.


walaupun mereka sempat berpesan agar aku jangan gegabah dengan keputusan ku apalagi ini juga menyangkut perasaan chacha...berapa hari yang lalu juga oma nya sempat menelepon ku untuk mau bertemu dengan icha tapi aku beralasan ada pekerjaan lain.


tak ingin larut dalam pikiran yang bergejolak aku pun bergegas menancap gas menuju toko kue setidak nya di sana tak ada yang akan tau keberadaan ku kecuali keluarga.


"assalamualaikum semua..."


"ehh wa'alaikumsalam mba delia." jawab mereka yang kaget akan kedatangan ku


"silahkan lanjutkan pekerjaan kalian saya cuma mau menenangkan diri di ruangan." ucapku saat berada di ujung tangga


"ohh ya jangan lupa buatkan saya ice chocolate cangkir yang large dan mie rebus inget itu." ucap ku berbalik lagi


semua pelayan yang bekerja hanya memperhatikan delia tanpa berani membantah ucapan nya. "baik mba nanti saya siapkan." ucap salah satu dari mereka


sesampainya di ruangan aku langsung berebahkan tubuh ku yang terasa sakit semua...sambil menscroll sosmed.


Tok...tok...tok...


"permisi mba lia saya mau nganterin pesenan." ucap nya dari luar


aku pun buru-buru membuka pintu "sebentar...makasih ya kamu silahkan kerja lagi sama yang lain nya." ucap ku dengan senyum hangat

__ADS_1


karena suara perut yang sudah meronta ingin di isi aku pun bergegas menyantap makanan yang tersaji " astaga laper banget ini perut kalo abang tau pasti marah deh." oceh ku


di saat sedang menikmati minuman...aku di kaget kan dengan dering telepon,di sana tertera nama bang bryan.


"assalamualaikum...halo bang ada apa...?"


"dek kamu dimana sekarang...?"


"aku masih di toko bang,emang kenapa sih kok kaya buru-buru banget..?" ucap ku karena seperti tergesa-gesa


"kamu sekarang ke rumah sakit kasih ibu.!"


"siapa yang sakit bang."


"Icha yang sakit dek karena demam tinggi."


Delia pun terkejut mendengar nya sampai bergegas berdiri membereskan barang nya. "abang dapet kabar dari siapa jangan main-main deh." ucap ku sambil bergegas keluar toko


aku pun langsung melajukan mobil ke arah jalan raya menuju ke rumah sakit kasih ibu, sepanjang perjalanan aku merapalkan doa semoga Icha segera siuman.


apa mungkin karena aku menjauhi anak itu menjadi sakit sekarang...aku jadi merasa bersalah karena tindakan kekanakan ku.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesampainya di rumah sakit aku segera memarkirkan mobil dan bergegas masuk dan bertanya pada resepsionis letak kamar Icha.setelah itu aku pun bergegas memasuki lift menuju lantai 2 dimana ruangan Icha berada.


setelah pintu lift terbuka aku segera bergegas keluar dan melihat keberadaan bang bryan dari jauh yang sedang berdiri dengan seseorang yang sedang membelakangi ku.

__ADS_1


delia pun bergegas mendatangi bryan. "abang gimana keadaan Icha,dia baik-baik aja kan..?udah gpp kan bang..?kenapa bisa sampe drop gini.!" ucap ku beruntun dengan wajah panik


"satu-satu dong sayang abang pusing jawab nya,icha gpp kok...tapi dia selalu mengucap nama mu sekali pun masih dalam pengaruh obat." ujar bang bryan


di saat delia akan bertanya lagi,orang yang membelakangi nya tadi berbalik dan memberikan senyum menawan nya. "hai delia kamu apa kabar nya...?harus kah chacha sakit dulu baru kamu mau melihatnya..hemm.!" ujar leon


dan aku pun terpaku sesaat karena melihatnya.tapi aku kembali bisa mengendalikan diri mengingat keadaan Icha. "maaf kalo selama ini saya terlalu kekanakan...aku permisi mau liat Icha." ujar ku setelah nya langsung memasuki ruangan


di dalam sana sudah ada pengasuh dan oma nya yang sepertinya sedang membujuk Icha. "makan ya sayang nanti gak sembuh...katanya mau ketemu mami delia kan sayang.!"ucap oma sambil berusaha menyuapkan makanan


"assalamualaikum Oma...Icha..."


"wa'alaikumsalam nak." ucap oma menyambut salam ku setelah memeluk ku sesaat


"sayang maafin mami ya." ucap ku setelah sampai di depan nya


aku pun memeluk nya erat karena sedih melihat tangan mungil nya harus di infus. "maafin mami egois sayang."


"mami kenapa tinggalin icha.?mami gak sayang icha lagi.?apa icha anak nakal mami.?mami jangan pergi lagi ya icha janji jadi anak baik.!" ucap nya sambil memeluk erat dengan mata berkaca-kaca yang membuat ku tambah merasa bersalah


"sssttt jangan banyak bicara lagi...kalo icha gak mau mami pergi Icha harus cepet sembuh,sekarang makan ya nak habis itu minum obat terus istirahat." ujar ku sambil mengambil alih untuk menyuapinya makan


setelah selesai aku pun langsung memberikan nya obat tak lupa air putih dan langsung menyuruh nya tidur sambil membaca kan dogeng.


"nak terima kasih sudah mau datang,icha dari tadi nyariin kamu terus oma sudah panik takut kamu gak datang." ujar oma sambil memeluk ku


"aku yang minta maaf karena icha jadi sakit begini...oma pulang aja ya biar aku yang jaga icha selama di rawat." ucap ku sambil tersenyum lembut

__ADS_1


"ya udah oma titip icha ya nak oma percaya sama kamu."sambil berpamitan pada ku


🥀🥀🥀


__ADS_2