Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
BAB 15


__ADS_3

Setelah bersiap aku pun berangkat ke sekolah.hari ini jadwal ku untuk mengajar seperti biasa,di tengah-tengah jam mengajar seseorang mengetuk pintu.


salah satu staf guru dan seorang perempuan paruh baya yang sedang menggandeng tangan anak kecil menghampiriku. "permisi buk delia ini murid baru yang kemarin sudah mendaftar" ujar nya setelah sedikit menyingkir


"owhh perkenalkan saya delia buk."ucap ku setelah berjabat tangan dengan nya


"salam kenal saya nenek nya chacha."jawab nya sambil tersenyum manis dengan mata teduh nya


"ini yang nama nya chacha ya,salam kenal sayang."ucap ku sambil mensejajarkan tinggi ku dan mengusap puncak kepalanya


"saya titip chacha ya maklum dia selama ini gak pernah interaksi sama orang luar karena dia mudah sakit jadi main nya cuma di dalam rumah sama para pengurus rumah,jadi tolong maklum kalo chacha susah untuk berbaur." ujar nenek nya yang aku tahu nama nya Ranti


"iya gpp kok buk nanti chacha di ajarin pelan-pelan di sini supaya dia bisa berinteraksi sama temen yang lain."jawab ku agar mengurangi kecemasan neneknya


setelah mengantarkan chacha duduk di kursi paling depan. "ya udah kalo gitu sekarang chacha duduk di sini ya jadi anak pinter." kata ku sambil mengelus kepalanya agar membuat anak tersebut tidak takut


"kalo gitu kita permisi ya buk silahkan lanjut lagi."ucap guru yang tadi mengantar mereka


"saya titip cucu saya ya,nanti pulang yang jemput baby sitter nya."ucap Oma Ranti


"iya buk percayakan semua nya sama sekolah pasti aman kok." jawab ku sambil tersenyum


Setelah oma ranti dan salah satu staf di sekolah ini keluar kelas ku,aku pun melanjutkan pelajaran tak lupa juga memperkenalkan chacha pada teman-teman baru nya.


dia terlihat pemalu sekali dan canggung mungkin karena selama ini tidak pernah berinteraksi dengan orang luar.dan pandangan pertama saat aku melihat chacha aku bisa langsung jatuh cinta melihat anak ini.


dengan rambut panjang nya yang di kepang hidung mungil nya dengan pipi chubby dengan mata bulat dan salah satu lesung pipi yang ada di sebelah kanan yang membuat nya tambah menggemaskan.


Dan yang aku suka dia cepat sekali dalam pelajaran mungkin selama di rumah dia sudah di ajarkan cara belajar sedini mungkin jadi tidak susah untuk mengajarinya.


tanpa sadar anak itu bisa berbaur sedikit demi sedikit dengan yang lain walau pun lebih banyak diam nya dan sesekali tersenyum di saat teman-teman nya berceloteh.


"yang sudah tugas menulis nya kumpulin ke depan ya biar ibuk nilai."kata ku


"ibuk aku udah..."

__ADS_1


"aku juga udah ini..."salah satu murid yang lain


"ini juga aku udah buk."ucap salah satu dari mereka


"pinter semua anak ibuk."ucap ku sambil memberikan nilai pada tugas mereka


setelah itu aku membagikan lagi buku mereka satu persatu untuk di simpan dalam tas. "ini punya chacha ya nak kamu pinter nulis nya." ucap ku sambil mengelus kepalanya


"makasih ibuk...." jawab nya sambil tersenyum


"kamu bikin gemes deh imut banget hehehe." ucap ku sambil mencium gemas


Setelah itu aku mengajak mereka doa bersama setelah nya berbaris rapi untuk salaman karena jam pulang sekolah sudah berbunyi.satu persatu dari mereka pamit pulang dengan jemputan masing-masing tinggal chacha yang masih duduk sendirian di kursi panjang yang ada di luar kelas.


"chacha belum di jemput ya." ucap ku setelah duduk di samping nya


"belum bu..." jawab nya sambil mendongak menjawab pertanyaannya ku


"ya udah kalo gitu ibu temenin ya."


"gpp bu biarin aja emang selalu gitu."jawab nya tapi sambil menunduk


"udah jangan sedih kamu ikut ibu aja ke ruangan ya sekalian ibu beliin makana laper gak...?" ucap ku sambil mengajak nya berdiri


"chacha cuma mau es krim."jawab nya sambil memamerkan gigi rapi nya


"oke kita ke kantin dulu buat beli es krim baru ikut ibu ke ruangan."


sampai di kantin aku membeli es krim dan minum botol setelah itu membayarnya " makasih es krim nya ibu."ujar nya sambil berjalan beriringan dengan ku


"sama-sama sayang."jawab ku sambil menggandeng tangan nya masuk ke ruangan ku


"chacha duduk sini ya abisin es krim nya."


Obrolan kami pun mengalir aku mengajaknya berinteraksi lebih jauh dan anak nya sangat terbuka lambat lain dia bisa nyaman dengan ku.

__ADS_1


di saat obrolan akan berlanjut satpam yang menjaga pos di depan mengabarkan pada ku bahwa supir chacha sudah sampai,setelah mengantarkan chacha sampai ke mobil nya aku pun masuk lagi ke ruangan untuk menghubungi bang ryan.


"assalamualaikum abang udah dimana...?"tanya ku setelah telpon tersambung


"wa'alaikumsalam sayang udah di depan."jawab nya dari seberang telpon


"oke aku keluar tunggu ya."ucap ku


sesampainya di luar aku melihat bang ryan sudah bediri di samping mobil nya. "Hay abang maaf ya lama." ucap ku setelah mencium pipinya


"enggak kok abang baru sampe,ya udah yok masuk panas."sambil membukakan pintu


"bang mampir ke butik sebentar ya aku gak bawa baju hehehe." ucap ku setelah duduk manis di kursi


"oke emang gak mau pulang dulu katanya malem kan.!"sambil memandang ke arah ku sebentar


"aku salah jam bang hehe...acara nya sore bukan malem."jawab ku cengengesan


"astaga untung kan abang jemput dari siang."kata nya sambil mengacak rambutku


sampai lah kami di depan salah satu butik "abang tunggu bentar aku tinggal ambil baju nya aja terus sekalian ganti." ucap ku


"ya udah abang tunggu di mobil jangan lama-lama ya sayang."


setelah turun dari mobil aku masuk ke dalam butik pengambilan pesanan. " maaf mba saya mau ambil pesanan atas nama Delia..?" kata ku setelah sampai di meja kasir


"owh ini mba pesanan nya."jawab nya sambil menyerahkan baju ku


"ya udah ini mba,saya numpang ganti disini ya nanti saya ambil lagi."setelah memberikan kredit card aku berlari ke ruang ganti untuk berganti baju


setelah selesai aku menghampiri meja kasir "mba ini kartu nya terima kasih sudah belanja disini."ucap nya sambil tersenyum


aku pun keluar dari butik tersebut dan memasuki mobil,setelah nya bang ryan melajukan mobil ke tujuan kami yaitu kampus ku tempat di adakan nya reuni.


🥀🥀🥀🥀🥀🥀

__ADS_1


__ADS_2