Sebuah Penantian

Sebuah Penantian
Ungkapan Hati Leon


__ADS_3

"bener kan yang aku bilang,selama ini kita cuma sahabat.jadi dimana salah nya kalo aku dekat dengan cowok lain...?" tanya ku lagi setelah tak mendapatkan jawaban dari nya


karena merasa tak mendapatkan jawaban dari Leon akhirnya delia memilih untuk berdiri dan meninggalkan nya.


di saat akan memasuki rumah tangan nya terasa di cekal. "kenapa lagi sih Leon,aku mau pulang ini udah malem." ujar ku sambil berbalik ke belakang


"maafin aku dong...please jangan pergi, menginap lah di sini kamu udah janji kan sama chacha akan tidur bareng dia." ujar leon


"udah di bilangin juga gak ada yang salah.kenapa minta maaf terus,lagian Icha udah tidur jadi dia gak akan tau aku pulang." ucap ku setelah itu melepaskan genggaman tangan Leon


sesampainya di dalam rumah aku pun berpamitan pada Oma dan opa Icha karena hari semakin larut,aku takut Abang akan mengkhawatirkan ku.


"kenapa tidak menginap di sini aja Del,nanti kalo Icha nanyain kamu gimana." ujar oma Ranti


"iya bener itu.takutnya nanti Icha kecarian sama kamu." kata opa Will


"lain kali aja Oma,lagian aku gak bawa baju ganti." ujar ku menolak secara halus


"aku udah bilang kok sama dia buat tidur sini aja tapi gak mau." ucap Leon dengan datarnya


"ya udah kalo kamu masih tetap mau pulang.oma gak bisa maksa,ehh iya jangan panggil Oma dong panggil Tante aja." ujar Tante Ranti sambil tersenyum


"ehh iya Tante soalnya kebiasaan denger Icha panggil Oma." ujar ku cengengesan


setelah berpamit pada mereka dan akan keluar dari rumah tiba-tiba terdengar suara Icha atas yang memanggil nama ku.

__ADS_1


dan yang membuat kami panik Icha tiba-tiba saja berlari dari atas sambil menuruni tangga dan itu hampir membuat nya jatuh jika Leon tidak langsung menangkap tubuhnya.


"astaga nak kamu gpp kan,kenapa sampe lari-lari sih." ucap ku setelah sampai di depan mereka dan langsung mengambil alih Icha sambil memeluk nya


"maaf mami Icha tadi mimpi mami pergi tinggalin icha lagi."ucap nya sambil memeluk erat


sebegitu takut kah Icha sampai terbawa mimpi. " mami gak akan pergi kok sayang." sambil menenangkan nya agar tak menangis


"aku kan udah bilang tadi kamu gak usah pulang,ngeyel sih gak berubah dari dulu." ujar leon mencibir ku


aku pun berbalik sambil melototi Leon. " kamu diem aja deh,gak usah sok kenal...ya udah Tante om aku ke atas dulu ya anterin Icha." setelah itu aku pun langsung ke atas meninggalkan mereka


sesampainya di kamar aku langsung menidurkan Icha lagi,sambil terus membelai rambut panjang nya dan sesekali mencium pipinya.


aku sedikit tak tega karena mata nya sedikit membengkak karena menangis.akhir aku putuskan untuk menginap karena tak tega jika nanti Icha kembali menangis.


tiba-tiba pintu kamar icha terbuka dan masuk lah Leon dengan membawa paperbag,entah apa isinya.


Leon pun menghampiri ku dan duduk di sofa yang tak jauh dari ranjang Icha. " dia udah tidur beneran...?" ujarnya sambil memandang icha


"udah kok kamu ngapain kesini,udah malem tidur sana." mengusir nya dari kamar


mendapat perhatian dari Delia membuat hati Leon berbunga walau pun Delia mengungkapkan dengan acuh tapi dia tau kalo sebenernya itu menunjukkan kalau Delia nya belum berubah.


"aku cuma nganterin baju ganti buat kamu semoga aja muat ini baju tidur almarhumah adek ku dan maaf baju tidur nya daster hehehe.." ujar leon dengan tersipu

__ADS_1


"makasih gpp aku juga suka pakek daster kok wkwk...bukan emak-emak aja yang pakai." ujar ku sambil cekikikan


Leon tiba-tiba memeluk ku erat. " aku seneng liat tawa kamu lagi." setelah itu mengurai pelukannya


"ya udah aku mau ganti baju dulu."


setelah itu aku meninggalkan Leon dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti baju di sana.


setelah selesai aku bergegas keluar karena sudah lelah dan ingin beristirahat,tapi dia setelah menutup pintu dan berbalik aku di kagetkan dengan leon yang sudah berdiri di belakang dengan jarak yang terlalu dekat,karena hidung kami bersentuhan.


"ishh bikin kaget aja sih,untuk aku gak teriak.lagian kenapa masih di kamar icha sana pergi tidur di kamar kamu sendiri." ujar ku setelah bisa mengendalikan diri dari rasa terkejut


"sorry sayang aku cuma mau ngomong sesuatu sama kamu." ujar leon sambil menggiring Delia duduk di sofa


merasa risih aku pun sedikit menjaga jarak dengan nya. " bilang aja mau ngomong apa aku udah ngantuk." ujar ku berusaha cuek


"aku mau kasih jawaban atas pertanyaan kamu di gazebo tadi.kamu dengerin ini baik-baik dan jangan menyela sebelum aku selesai bicara." ujar nya serius


Leon pun menarik nafas perlahan menghilangkan rasa gugupnya karena ingin mengungkapkan isi hatinya,dia pun menatap mata Delia dengan penuh cinta.


"aku sebenarnya bukan hanya menyayangi kamu sebagai sahabat tapi lebih dari itu, perasaan yang kurasakan adalah rasa ingin memiliki.menjaga dan menginginkan mu hanya untuk ku,sejak pertama perkenalan kita dan senyuman yang kamu berikan sama aku sejak itu rasa cinta ku tumbuh semakin besar sampai sekarang,tapi aku tak sanggup untuk berkata karena takut perasaan ini tak berbalas."


"maka dari itu selama itu ini aku hanya memendam nya,maaf karena aku pengecut dan menghilang dari kamu berapa tahun ini."ujar nya setelah itu Leon hanya menduduk tanpa berani memandang mata ku lagi


mendengar semua isi hati nya aku pun langsung memeluk nya. "kenapa gak dari dulu kamu bilang ini,kamu itu bodoh tau gak.selama ini cinta kamu gak bertepuk sebelah tangan karena aku pun cinta sama kamu Leon." jawab ku yang begitu bahagia saat ini

__ADS_1


"maaf karena aku menjadi laki-laki bodoh selama ini.tapi aku bersyukur aku belum terlambat untuk mengungkapkan rasa ini." ujar leon yang masih mendekap erat Delia


🥀🥀🥀🥀🥀


__ADS_2