
Setelah keluarga dari Risa pamit pulang sekarang kami yang sedang berkumpul duduk di ruang keluarga sehabis mengantar tamu pulang sampai di depan.
Para orang tua masih membahas masalah pertemuan antara dua keluarga tadi,
"Gimana bang suka kan sama Risa ?" Tanya Tante Hana saat kami semua sedang berkumpul
"Ya suka relatif dia perempuan kok. Tapi kan belum tau sifatnya baru juga pertama ketemu. " Jawab bang Bryan dengan jumawa
"Ya juga sih apa pun keputusan kamu papa, mama dukung kok nak. " Ucap om Hans sambil menepuk pundak bang Ryan yang duduk di sebelahnya
"Tapi anaknya pendiem ya kalo di perhatiin apa lagi jaim aja !" Ujar ibu berseru dengan bertopang dagu
"Bisa jadi lagi jaim aja kan baru pertama ketemu harus jaga image." Selaku sambil makan cookies yang ada dalam toples di meja
"Heleh sok tau kamu, Yang ada kamu tuh merusak image keluarga gara-gara kelakuan absurd kamu. " Omel ibu dengan galak
"Ckckc yang sabar ibu ratu jangan esmosi dong aku kan gak tau. " Jawab ku dengan kalem seolah tak merasa bersalah akan kejadian tadi
"Bener Buk si Lia bikin malu aja. Udah kegeeran sok bener lagi dasar muka tembok. " Kata bang Satria ikut menyudutkanku
"Aku awalnya kaget pas Lia tiba-tiba lari abis denger om bilang soal dijodohin. Kirain dia kebelet pipis makanya lari tadi. " Ujar bang Ryan yang ikut mengejekku
"Mama juga kaget tadi kirain Delia kenapa gak tau nya salah paham. " Ujar Tante hanna geleng-geleng kepala melihat kelakuan keponakan perempuannya
"Ya kan aku dah bilang gak tau, Kirain beneran aku yang di JODOHIN secara selama ini kalian gak ada yang mau kalo mau di jodohin kan." Ucapku yang merasa terpojok dan membela diri
__ADS_1
•
•
•
Sebenarnya aku malu sendiri sekarang saat mereka mengungkit lagi soal kejadian tak mengenakkan tadi.
Karena disini memang aku yang salah karena tak mendengarkan semua sampai selesai dan lebih parahnya masih tetap mempertahankan kepercayaan diri.
" malu bener dah sebenernya di ungkit gini, tapi mau gimana lagi emang aku yang salah dasar kamu Delia ceroboh. " Gumamku dalam hati
"Kalo Abang jadi kamu udah cari helm buat nutup muka karena malu banget udah kepedean tau nya salah." Ujar bang Satria membuat lamunanku buyar
"Kenapa juga harus malu toh aku gak kentut depan kalian, Lagian kan keluarga Risa juga maklum mereka gak ngebatalin. " Ucapku cuek sambil membuang muka
Sedangkan ayah, ibu, om Hans dan Tante Hana hanya menyaksikan perdebatan anak-anak mereka yang sedang mengejek Delia.
Karena hanya saat berkumpul seperti ini mereka bisa menyaksikan anak mereka layaknya anak kecil yang suka berdebat.
"Udah lah kasian Delia di ejek terus. " Ucap bang Bryan yang sedari tadi hanya diam menjadi penyimak di saat ketiga adiknya berdebat
"Abang juga kenapa gak belain adek dari tadi, adek sebel sama abang." Aku merajuk padanya sambil memberenggut dengan bibir manyun masih tetap memalingkan wajah
"Lagian emang kamu salah." Jawab bang Bryan kalem
__ADS_1
"Nah buat kali ini bang Bryan satu suara sama kita. " Ujar bang Ryan yang sedang bertos ria dengan bang satria
"Tau ah kalian jahat sama aku, Mau pulang aja ke rumah. " Ucapku sambil bersiap berdiri dari dudukku
"Eh nak mau kemana udah malem ini, Besok aja kalo mau pulang sekalian kerja kan. " Ayah langsung menarik tanganku untuk duduk lagi
"Lagian abang semua jahat sama adek." Adu ku pada ayah sambil berpindah duduk menggeser ibu di sebelahnya
"Dasar anak gak ada akhlak kamu ibu sendiri di singkirin." Katanya sambil menabok bahuku
"Sana deh ibu sama Abang aku ngambek lagi gak mau ngomong sama kalian." Jawabku dengan sinis dengan memicingkan mata
"Udah gak boleh gitu sama ibu mau kamu di masukin ke perut lagi Hem. " Celetuk ayah sambil membelai sayang rambutku
Sedangkan yang lain hanya tertawa mendengar celetukan ayah,
"Gpp buk masukin lagi aja Lia kalo bisa tuker tambah deh. " Ujar bang Satria lagi yang terus ingin mengejekku
"Udah lah udah malem ini sekarang kalian istirahat sana besok masih pada kerja kan. Ayah mau sayang-sayangan juga sama ibu, " Ucap ayah di saat melihat ibu akan ngomel lagi. mendengar perkataan ayah ibu hanya bisa mesem-mesem
"Hati-hati yah nanti yang ada aku punya adek lagi. " Sela Satria cekikikan
"Kalo gitu papa, mama juga mau tidur ya." Ucap om Hans yang langsung membawa Tante Hana sambil cekikikan juga
"Ckckck aku yang polos dan lugu ini ternodai sama kalian. " Ucapku dengan lebaynya yang di timpali dengan tawa para abangku
__ADS_1
Akhirnya kami pun berpisah untuk masuk ke kamar masing-masing menyambut hari esok.
🍁🍁🍁