
Seharian itu waktu kami habiskan bertiga di pantai, Icha pun terlihat amat sangat bahagia bisa menghabiskan waktunya di pantai.
Tapi berbanding terbalik dengan keadaan hati Delia yang kacau saat ini.
Karena sampai sore harinya pun saat akan kembali ke rumah. Tak ada satupun pesan atau telpon masuk dari seorang Leon.
Sesibuk itukah dia berapa hari ini sampai tak bisa memberikan kabar walau hanya sekali.
Sedangkan Satria yang saat ini sedangkan fokus mengendarai mobil melihat sesaat ke arah adiknya tersebut.
"Hey dek gak baik ngelamun terus, " Ujar Satria sambil menyentuh pundak Delia sesaat
"Ehh iya bang enggak kok." Jawabku dengan senyum kecil
"Kamu gak bisa bohong sama abang. Jangan gitulah sayang mana adek abang yang cerewet hem, Kamu gak perlu mikirin lah yang gak penting cukup percaya sama semua abangmu aja oke." Jelas Satria sambil sesekali mencuri pandang pada Delia
"Hem iya bang. Yaudah fokus nyetir aja, " Ucapku
•
•
•
Disisi lain saat ini Bryan sedang melakukan pertemuan pada salah satu orang kepercayaannya untuk mencari tau rahasia apa yang masih di sembunyikan Leon pada adiknya dan mereka semua.
Bryan pun menjelaskan apa yang dia inginkan.
"Begini max saya mau kamu cari tau semua data diri seorang Leon kamu tau kan siapa yang saya maksud."
"Saya mau kabarnya secepat mungkin. Bila perlu semua datanya besok sudah ada di meja kerja saya." Ujar Bryan dengan tegas
"Siap tuan serahkan semuanya pada saya, Akan saya usahakan semua data yang anda minta sudah ada di meja besok." Jelas max salah satu orang kepercayaan Bryan
"Oke kalo begitu kamu silahkan kembali."
Setelah Max keluar dari ruangannya raut wajah Bryan jadi lebih dingin dari sebelumnya.
"Apa yang kamu tutupi dari keluarga saya Leon, Kalau Sampai itu merugikan Delia apalagi keluargaku saat itu juga akan aku pisahkan kalian. Delia terlalu berharga untuk kamu sakiti." Gumam Bryan lirih dengan pandangan mata yang menusuk
Setelah menarik nafas dalam Bryan pun berdiri dari duduknya sambil memakai kembali jasnya keluar dari ruangan untuk pulang.
•
__ADS_1
•
•
Sesampainya di rumah Bryan segera memarkirkan mobil di bagasi dan masuk ke dalam sambil membawa makanan yang sempat dibeli saat pulang kerumah.
Saat baru memasuki rumah Bryan mendengar suara tawa dari arah belakang,
Rupanya saat sesampai di halaman belakang disana ada Delia yang sedang bercanda bersama Icha dan Satria dengan wajah yang sudah cemong.
Wajah mereka bertiga putih semua akibat tepung yang ada di atas meja,
"Hey lagi seru banget kayaknya nih." Tegurnya saat sampai di depan mereka
"Eh abang kapan pulang nya ?" Ujarku kaget
"Bawa apaan tuh bang ?" Tanya Satria sambil menunjuk ke kantong yang di tenteng Bryan
"Daddy sini ikut main." Seru Icha
"Ckckck kalian bicara barengan gitu yang mana yang abang jawab dulu coba."
"Baru aja sampe karena denger suara ketawa ya Abang kesini, Ini makanan tadi mampir sebelum sampe rumah abang beli cake sama ice cream buat Icha." Jelas bang Bryan
"Wah mana ice cream Icha Daddy sini. " Ucap Icha sambil menengadahkan tangan menunjukkan puppy eyes nya
"Ya udah abang mandi dulu sebentar gerah soalnya, Jangan lupa dek siapin cake nya." Bryan pun meninggalkan mereka untuk bergegas mandi untuk berkumpul lagi
Sedangkan Delia segera berdiri membawa cake untuk di siapkan, Sedangkan Satria menemani Icha yang sedang sibuk dengan kelinci Delia,
Sambil sibuk makan ice cream nya Icha tak lupa memberikan makan pada kelinci sambil tertawa geli karena dibilang Satria kalau Icha sama seperti kelinci karena sama-sama menggemaskan.
Tak lama datanglah Bryan disusul Delia di belakangnya dengan membawa cake yang sempat dibeli Bryan tadi.
"Astaga abang itu pipinya Icha cemong semua bekas ice cream. " Ujar Delia terkejut melihat penampilan Icha
"Sayang sini bersihin dulu mukanya kotor semua." Kata Bryan sambil menggiring Icha ke sudut dinding yang terdapat keran
"Abang aku ke kamar bentar ambil baju ganti Icha, " Teriakku sambil berlari masuk ke dalam
"Gak usah lari dek nanti jatuh." Tegur Satria dengan suara keras
Setelah selesai membersihkan wajah Icha, Bryan pun menggendong Icha menuju sofa yang ada di halaman belakang.
__ADS_1
Delia juga sudah siap dengan baju ganti Icha yang ada di tangannya.
"Sini sayang ganti bajunya biar makan cake, " Ujarku setelah bang Bryan memberikan Icha padaku
"Gimana bang udah semua, ?" Ujar bang Satria membuka obrolan
"Hem tinggal tunggu kabar aja dari Max."
Sedangkan Delia hanya menyimak apa yang sedang di bahas kedua abangnya.
"Kamu gak mau makan dek ?"
"Ini mau makan abang kan baru kelar pakein baju sama Icha."
"Mau yang rasa apa sayang ?" Tanyaku Icha yang sudah berpindah duduk di pangkuan bang Bryan
"Icha kalo Daddy Bry udah ada Daddy Satria di lupain nih. " Gurau bang Satria dengan wajah sedihnya
"Icha yang coklat aja mami, "
"No.. No.. Gantian dong kan seharian Icha udah sama Daddy satria. Gak boleh gitu harus adil hehe." Omel Icha dengan mencebikkan bibirnya membuat kami semua gemas
"Iya deh nanti malem tidurnya mau sama siapa nih ?" Tanya bang Satria sambil mencubit gemas pipi Icha
"Mami Daddy nakal pipi Icha merah, " Adu Icha padaku
"Biar mami balesin ya, Nih udah." Ucapku setelah membalas bang Satria dengan mencubit lengan nya lebih keras
"Auwhh sakit dek, Kamu mah serius banget nyubitnya sih gak ngira-ngira kamu. " Omel Satria sambil mengelus bekas cubitan Delia
Sedangkan Icha hanya tertawa melihat bang Satria yang kesakitan akibat ulah Delia.
"Udah jangan di terusin debatnya gak malu sama Icha kalian." Lerai Bryan disaat melihat Delia sudah ingin membalas perkataan Satria
"Dia duluan bang yang kebangetan, Sama Abang sendiri kayak sama anak tetangga aja."
"Wleee emang aku pikirin wkwk Abang aja yang lebay baru di cubit dikit aja." Ejekku sambil menjulurkan lidah mengejeknya
Sore itu pun dihabiskan mereka ber empat dengan canda tawa dan senda gurau melupakan sedikit apa yang mengganjal di hati.
Walau kita takkan tau apa yang akan terjadi esok hari yang terpenting untuk saat ini senyuman itu bisa menutupi rasa gundah yang ada di hati seorang Delia.
Saat malam tiba mereka pun makan bersama di meja makan kecuali Ryan yang absen.
__ADS_1
Karena akan makan malam bersama keluarga besar sang calon istri. Jadi hanya mereka ber empat yang ada di rumah.
🍁🍁🍁