
Pagi ini Delia bangun lebih pagi dari biasanya karena akan terlebih dulu mempersiapkan perlengkapan sekolah Icha setelah itu keluar kamar menuju dapur menyiapkan bekalnya.
Sedangkan untuk sarapan pagi seperti biasa mbok sum yang memasak. Delia hanya menyiapkan roti isi dan buah untuk bekal Icha tak lupa susu kotaknya.
Setelah selesai Delia kembali ke atas menuju kamarnya untuk membangunkan Icha yang masih nyeyak dengan mimpi indahnya bermain di taman yang luas dan banyak bunga bertebaran.
"Nyenyak banget sih sayang sampe senyum-senyum tidurnya. " Gumamku dan langsung mendaratkan kecupan di kening nya agar Icha bangun
"Sayang, Icha bangun nak hari ini sekolah kan. " Ucapku sambil berbisik dekat telinga
"Eunghhh,,, " Hanya lenguhan yang terdengar dari Icha, yang sekarang malah masuk ke dalam selimut
"Ckckck ya ampun sayang malah tidur lagi. kalo gini kepaksa pakek jurus mommy. " Gumamku dengan senyum miring
Delia pun berpindah posisi tepat di dekat kaki Icha, dia mendekatkan jarinya ke arah telapak kaki Icha yang terus saja masih menikmati tidur.
Dengan sedikit menyingkap selimut Delia pun mulai menggerakkan jari untuk menggelitik telapak kaki anak itu,
"Hihihi rasain lagian , kamu susah bener sih anak mommy di bangunin nya. "
Icha pun mulai merasa terganggu akibat ulah Delia dan mulai menggerakkan badan sambil membuka mata nya menyipit.
"Ughh,, mommy udah. "
"Hahahaha ampun mommy iya ini Icha bangun, geli mommy udah. " Ujar Icha terus sambil menarik kakinya dari tanganku
"Oke mommy maafin tapi bangun ya udah mau siang ini, kan Icha harus sekolah. nanti kita bisa telat, lagian kan Icha udah janjian sama Daddy Satria kalo Daddy pulang cepet, nanti sore kita main ke taman. " Jelasku mendekati Icha membenarkan rambutnya yang berantakan
"Wah iya Icha lupa, kita kan nanti sore mau main di taman." Celetuknya dengan mata bulat yang berbinar
"Makanya sekarang kita mandi biar siap-siap mau sekolah oke. !" Seruku sambil menggendong nya
"Let gooo mommyyy... " Teriaknya yang kesenangan karena akan di ajak ke taman sore nanti
__ADS_1
Selesai mereka mandi, Delia segera memakai Icha seragam sekolah dan sepatunya. tak lupa menguncir dua rambut panjang Icha. setelah itu gantian Delia yang bersiap dengan dress panjang warna merah setengah lengan tak lupa di lapisi dengan cardigan berwarna hitam.
Delia memilih menggerai rambutnya dan memakai makeup tipis, setelah itu segera mengajak Icha turun untuk sarapan di bawah setelah memakai sepatu haknya.
"Hey sayang nya Daddy udah cantik hem. " Ujar bang Satria yang sudah duduk menikmati sarapannya, saat kami sampai di ruang makan.
"Hihi iya dong Daddy.. Kan Icha mau sekolah, biar nanti sore di ajak ke taman. " Ujarnya dengan mata berbinar, sambil mengingatkan bang Satria dengan janji nya.
"Haha iya sayang, Daddy inget kok." Tawa bang Satria sambil mengelus rambut Icha dengan sayang
"Bang emang beneran bisa ?" Tanyaku sedikit ragu takutnya bang Satria tak bisa menepati janjinya dan akan membuat Icha kecewa.
"Bisa kok dek. tadi Abang sempet chat sekretaris abang nanyain, dan untungnya abang cuma ada satu pertemuan saat makan siang. Setelah itu jam Abang kosong, " Jelas bang Satria menenangkanku jika dia tak akan ingkar janji
"Syukurlah kalo gitu bang,"
Kami pun melanjutkan sarapan. setelah selesai aku dan Icha berpamitan lebih dulu pada bang Satria menuju sekolah.
🍃🍃🍃
Dan saat ini Delia, Satria dan Icha sedang berjalan kaki menuju taman yang tak jauh dari rumah mereka yang masih di lingkungan komplek.
"Daddy nanti kalo ada tukang jajanan Icha boleh beli ?" Tanya Icha sambil mendongak menatap wajah bang Satria
"Boleh sayang asal secukupnya, biar Icha gak sakit perut nanti oke." Jawab Bang Satria dengan tangan yang tak lepas menggenggam tangan mungil itu
"Nanti sampe taman nanti minta aja apapun sayang, kita habisin uang Daddy. " Hasutku pada Icha sambil tersenyum mengedipkan mata
"Ckckck contoh ibu gak ada akhlak kayak kamu dek. bukan nya kasih contoh yang baik-baik malah menghasut persis... Jinn !! " Ucap bang Satria mencibirku dengan menekankan kata JIN tepat di telingaku.
"Abang tuh yang sayyy_tonn. " Balasku sambil melotot
"mommy sama Daddy bisik-bisik apa sih ?" Tanya Icha tiba-tiba dengan mata yang berkedip membuat keributan kami berhenti, dan tepat saat itu kami sudah sampai di tamat komplek.
__ADS_1
"Gpp sayang hehe, wah udah sampe kita lumayan rame ya. " Ucapku mengalihkan pertanyaan Icha tadi. membuat atensinya teralih
"Daddy ayo temenin Icha main itu, " Tunjuk icha pada ayunan yang kosong, Bang Satria pun menemani Icha untuk ke sana sedangkan aku duduk di kursi taman yang tak jauh dari mereka.
Delia juga tak lupa mengirimkan video Icha yang sedang asik bermain bersama bang Satria pada Leon yang saat ini masih berada di kantornya.
"Makasih sayang udah mau jagain anak kita hehehe. " Isi pesan Leon yang juga tersemat emot mencium pada Delia
"Dasar duda mesum." Gumamku lirih, setelah itu menyimpan kembali handphone dalam tas
Sesekali pandanganku melirik kanan kiri melihat banyak anak-anak yang bermain di temani orangtua atau pun susternya. Saat-saat yang aku nanti kan nanti di saat akan memiliki anak, walau aku memiliki Icha.
"Mommyyyy... " Teriak Icha yang dalam gendongan bang Satria menghampiriku
"Hey sayang capek ya. ?"
"Dia mana ada capek, " Ujar bang Satria
"Kalo gitu kenapa kesini ?"
"Icha laper mommy mau itu !" Seru Icha sambil menunjuk ke arah gerobak cilok yang tak jauh dari taman
"Ya udah yug, kita kesana dulu. "
Sesampai di depan gerobak Icha meminta turun karena ingin memilih sendiri, Rupanya pedagang cilok adalah perempuan muda.
"Mbak cilok nya yang minta yang isi telor puyuh satu kuahnya kasih bening aja. " Pesanku padanya
"Neng kalo Abang pesen yang isinya hati , kuahnya pakek cinta neng yak. " Celetuk bang Satria sambil mengerlingkan mata.
"Dasar buaya buat malu aja. " Gumamku sambil menepuk jidat. Sedangkan Icha sudah duduk manis menikmati cilok nya .
"Atuh mas udah punya istri sama anak masih ngerayu aja. nanti si mbak nya marah loh, " Jawab perempuan tersebut. yang terlihat sungkan padaku, mungkin dia takut aku tersinggung
__ADS_1
"Ehh mana ada, saya ini masih bujang ting-ting loh neng. kalo gak percaya bisa di coba deh, Gimana... gimana.. ? Ujar bang Satria yang tambah gencar merayu sang tukang cilok. Yang memang terlihat seumuranku dan terlihat manis dengan tahi lalat di bawah bibirnya,
BERSUMBANG SAYANG 😉